header

Related Links

Blowin' the Blues Away

Live Support

Dwi SusiloMad Max

Chat Room


please leave a message !

Link X Change

Copy link code below :

Syndication


Warning: Parameter 1 to plgContentBotphp_content::onAfterDisplayTitle() expected to be a reference, value given in /home/dwisso67/public_html/libraries/joomla/event/event.php on line 68
Evangelista Torricelli : Hukum Torricelli & Barometer Air Raksa PDF Print E-mail
Evangelista TorricelliEvangelista Torricelli (1608-1647) adalah ahli fisika Italia, penemu barometer air raksa, penemu Hukum Torricelli, penemu tabung hampa kecil yang pertama di dunia, ahli matematika,  pengarang, guru besar, sekertaris, pembantu, dan murid Galileo. Ia memperbaiki mikroskop dan teleskop.
Torricelli lahir di Faenza, Italia, pada tanggal 15 Oktober 1608 dan meninggal di Florence pada tanggal 25 Oktober 1647 pada umur 39 tahun. Pada umur 22 tahun ia belajar di Roma pada Benedetto Castelli, pendiri ilmu hidrolik, ahli matematika murid Galileo.

Pada umur 30 tahun ia membaca buku karya Galileo dan merasa kagum.
Ia menulis surat kepada Galileo pada tahun 1632, tapi baru diundang oleh Galileo 9 tahun kemudian, setelah Galileo terkasan akan tulisan Torricelli tentang gerak. Waktu itu Galileo sudah tua dan buta. Torricelli diterima sebagai sekretarisnya. 3 bulan kemudian Galileo meniggal. Torrcelli diangkat jadi pengganti Galileo sebagai ahli matematika di istana Grand Duke Ferdinand II dan sebagai guru besar matematika di akademi Florence.Patung Evangelista Torricelli

Pada tahon 1643 Torricelli membuat percobaan yang kemudian terkenal dengan nama “Percobaan Torricelli”. Percobaan ini  ia lakukan berdasarkan saran-saran Galileo yang ia diterima sebelum menninggal. Untuk percobaanya ia menggunakan tabung kecil yang panjangnya satu meter dan air raksa. Tabung itu ia isi dengan air raksa sampai penuh lalu lubangnya ia tutup dengn jari. Tabung itu ia balikan dan ujungnya dicelupkan ke dalam bejana berisi air raksa pula. Kemudian jari penutup tabung ia lepaskan dari tabung. Air raksa dalam tabung turun dan menimbulkan ruang hampa udara. Ruang hampa ini kemudian terkenal dengan nama ruang hampa Torricelli. Ia mengukur tinggi air raksa dalam bejana. Tingginya ternyata 76 sentimeter.

Selamanya beberapa hari Torriceli mengamati bahwa tinggi air raksa dalam tabung selalu berubah – ubah. Akhirnya ia tahu bahwa hal itu disebabkan oleh tekanan udara. Tekanan air raksa setinggi 76 sentimeter itu kemudian disebut tekanan satu atmosfer.
 
Dikirim oleh : Wahyu Erindo Safitri
 

Blog Partners

BlogRoll

Related Links

Blowin' the Blues Away

supported by

Earn money from your website/blog by, selling text links, banner ads - Advertisers can, buy links, from your blog for SEO. Get paid through PayPal

Who's Online

We have 27 guests online

Hits Stat

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday175
mod_vvisit_counterYesterday821
mod_vvisit_counterThis week5510
mod_vvisit_counterThis month8338
mod_vvisit_counterAll737635

Visit Country

free counters

Site Rank