Fenomena dukun cilik Ponari memang luar biasa, hanya dengan batu kecilnya yang disebut sebagai peninggalan Ki Ageng Selo, tokoh legenda Jawa yang mampu menangkap petir. Setiap hari Ponari kecil telah mampu menarik pengunjung puluhan ribu. Kondisi masyarakat Indonesia memang mudah sekali percaya dengan hal-hal semacam itu. Tapi dipikir-pikir kalo ndak ada buktinya mana mungkin orang sebanyak itu bisa berdatangan untuk minta kesembuhan. Ponari kecil yang seharusnya bermain dengan teman-temannya, harus kehilangan kebahagiannya masa kecilnya. Ponari yang sudah lelah ngantuk kadang sampai tertidur digendongan orang tuanya pun masiih dipaksa melayani pasien yang datang. |
|
Read more...
|
|
|
"Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan ganguan kehamilan dan janin" itulah peringatan pemerintah yang tercantum di setiap bungkus rokok. Selain itu pemerintah juga mempersempit ruang-ruang bagi perokok dengan mengeluarkan larangan merokok ditempat-tempat umum (termasuk juga di WC umum) walaupun rokok menyumbang pendapatan negara yang tidak kecil ±15 Triliun/tahun. Rokok mengandung kurang lebih 4000 elemen-elemen, dan setidaknya 200 diantaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida.
Tetapi ternyata menurut penelian medis terbaru merokok juga punya beberapa manfaat, yaitu : |
|
Read more...
|
|
Pesan buat para keluarga muda yang mau memberi nama anak tercinta. Sepasang suami - istri bertengkar hebat gara-gara sang suami memberi nama anaknya Lia waktu lahir.
Mama : "Dari dulu sudah ku bilang, jangan beri nama Lia buat anak kita" Papa : "Emangnya kenapa...?" Mama : "Papa sich nggak ngerasain gimana selalu diledekin tetangga tiap hari" Papa : "diledeledekin gimana maksud mama" |
|
Read more...
|
|
Direktur Jenderal Pajak sedang berbicara di hadapan sekelompok usahawan tentang kewajiban dan tanggung jawab membayar pajak.
"Adalah suatu kehormatan bagi kita sebagai warga negara yang baik untuk membayar pajak dengan tersenyum" kata Dirjen Pajak. Tiba-tiba dari barisan belakang terdengar suara berteriak kegirangan, "Aduh..., syukur!! tadinya kusangka bahwa pajak harus dibayar dengan uang." |
Ketika berada di Kordoba, suatu hari aku berjalan di sebuah los pasar yang menjual buku. Aku menemukan sebuah buku yang sudah lama aku cari. Aku gembira sekali. Bahkan saking gembiranya, buku itu aku bayar lebih dari yang semestinya. Saat akan menyerahkan uang, tiba-tiba datanglah seseorang berpakaian necis langsung membayar lebih mahal lagi untuk buku tersebut. Sejenak aku terkesiap. Aku dekati dia. "Maaf, Tuan pasti seorang ulama besar. Kalau sangat membutuhkan buku ini, biar untuk Tuan saja, walaupun aku telah membayar lebih dari harganya" kataku. |
|
Read more...
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>
|
|
Page 1 of 2 |