Warning: Parameter 1 to plgContentBotphp_content::onAfterDisplayTitle() expected to be a reference, value given in /home/dwisso67/public_html/libraries/joomla/event/event.php on line 68
| Kenapa Tidak Boleh Menyalakan Handphone di Pesawat |
| Written by madmax | |
| Thursday, 28 May 2009 13:33 | |
Beberapa waktu yang lalu tepatnya hari Rabu tanggal 20 Mei 2009 disaat peringatan hari Kebangkitan Nasional, TNI AU berduka dengan jatuhnya pesawat Hercules C130 yang menyebabkan 98 orang harus masuk kuburan. Dwi ndak akan ngomongin penyebab Hercules jatuh. Dwi ndak akan ngomogin penyebab Hercules jatuh karena, karena mang ndak tau. Di Indonesia sudah menjadi hal yang biasa jika ada pesawat jatuh karena udah terlalu sering. Beberapa tahun yang lalu juga ada, tepatnya pada tanggal 7 Maret 2007, pukul 07.00 pagi, pesawat Garuda GA 200 jurusan Jakarta-Yogyakarta di Bandara Adisucipto. Dwi tidak tahu apa penyebabnya. Tapi kejadian itu sungguh menyayat hati dan perasaan. Saya hanya ingin berbagi aja informasi kenapa sich kita kalo naek pesawat harus mematikan handphone. Dwi tidak menduga dan tidak mengatakan bahwa penyebab jatuhnya pesawat-pesawat tersebut karena handphone.Tetapi mematikan handphone sangatlah penting dalam sebuah penerbangan karena yang Saya tau handphone mampu mempengaruhi kenerja dari turbin, apabila frekwensi ponsel dengan mesin turbin ini kebetulan sama dan sinergi, akan berakibat mengganggu jalannya turbin tersebut, lebih fatal lagi berakibat turbin bisa langsung mati. Informasi yang didapat dari ASRS (Aviation Safety Reporting System) bahwa ponsel mempunyai kontribusi yang besar terhadap keselamatan penerbangan. Sudah banyak kasus kecelakaan pesawat terbang yang terjadi akibatkan oleh ponsel. Mungkin informasi di bawah ini dapat bermanfaat untuk kita semua, terlebih yang sering menggunakan pesawat terbang. Contoh kasusnya antara lain : 10 January 2000. Pesawat Crossair dengan nomor penerbangan LX498 baru saja take-off dari bandara Zurich , Swiss. Sebentar kemudian pesawat menukik jatuh. Sepuluh penumpangnya tewas. Penyelidik menemukan bukti adanya gangguan sinyal ponsel terhadap sistem kemudi pesawat. Sebuah pesawat Slovenia Air dalam penerbangan menuju Sarajevo melakukan pendaratan darurat karena sistem alarm di kokpit penerbang terus meraung-raung. Ternyata, sebuah ponsel di dalam kopor dibagasi lupa dimatikan, dan menyebabkan gangguan terhadap sistem navigasi. Boeing 747 Qantas tiba-tiba miring ke satu sisi dan mendaki lagi setinggi 700 kaki justru ketika sedang “final approach” untuk “landing” di bandara Heathrow, London. Penyebabnya adalah karena tiga penumpang belum mematikan komputer, CD player, dan electronic game masing-masing (The Australian, 23-9-1998). Bagaimana dengan di Indonesia? Begitu roda-roda pesawat menjejak landasan, langsung saja terdengar bunyi beberapa ponsel yang baru saja diaktifkan. Para “pelanggar hukum” itu seolah-olah tak mengerti, bahwa perbuatan mereka dapat mencelakai penumpang lain, di samping merupakan gangguan terhadap kenyamanan orang lain. Padahal awak kabin selalu mengingatkan penumpang sebelum take off dan ketika akan mendarat, ponsel harus dimatikan, tidak hanya di-switch agar tidak berdering selama berada di dalam pesawat. Berikut beberapa bentuk ganguan-gangguan yang terjadi di pesawat yang diakibatkan oleh ponsel:
Sedangkan gangguan lainnya seperti Gangguan arah kompas diakibatkan oleh CD & game. Gangguan indikator CDI (Course Deviation Indicator) diakibatkan oleh gameboy Semua informasi diatas adalah bersumber dari ASRS. Dengan melihat daftar gangguan diatas kita bisa melihat bahwa bukan saja ketika pesawat sedang terbang, tetapi ketika pesawat sedang bergerak di landasan pun terjadi gangguan yang cukup besar akibat penggunaan ponsel. Kebisingan pada headset para penerbang dan terputus-putusnya suara mengakibatkan penerbang tak dapat menerima instruksi dari menara pengawas dengan baik. Untuk diketahui, ponsel tidak hanya mengirim dan menerima gelombang radio melainkan juga meradiasikan tenaga listrik untuk menjangkau BTS (Base Transceiver Station). Sebuah ponsel dapat menjangkau BTS yang berjarak 35 kilometer. Artinya, pada ketinggian 30.000 kaki, sebuah ponsel bisa menjangkau ratusan BTS yang berada dibawahnya. Sekiranya bila kita naik pesawat, bersabarlah sebentar. Semua orang tahu kita memiliki ponsel. Semua orang tahu kita sedang bergegas. Semua orang tahu kita orang penting. Tetapi, demi keselamatan sesama, dan demi sopan santun menghargai sesama, janganlah mengaktifkan ponsel selama di dalam pesawat terbang. |
Mad Max

Beberapa waktu yang lalu tepatnya hari Rabu tanggal 20 Mei 2009 disaat peringatan hari Kebangkitan Nasional, TNI AU berduka dengan jatuhnya pesawat Hercules C130 yang menyebabkan 98 orang harus masuk 









