Showing posts with label Ahli Filsafat. Show all posts
Showing posts with label Ahli Filsafat. Show all posts

Sir Arthur Stanley Eddington : Ahli Fisika dan Matematika, Astronom, Filsafat Sains, Penemu Astrofisika Teori

Tuesday, November 6, 2007

Sir Arthur Stanley Eddington (1882-1994) adalah ahli astronomi, fisika, dan matematika Inggris. Penemu astrofisika teori, penemu hukum massa kecemerlangan bintang, ahli filsafat sains, pengarang, penceramah, guru besar, direktur, dan diangkat jadi bangsawan.

Eddington lahir di Kendal, Westmorland, Inggris, pada tanggal 28 Desember 1882 dan meninggal di Cambridge, Cambridgeshire, pada umur tanggal 22 November 1994 pada umur 62 tahun. Ayahnya kepala sekolah yang berbakat dan berpendidikan tinggi, tapi meninggal ketika Eddington baru berumur 2 tahun.

Eddington bersama kakak perempuannya lalu dipindah oleh ibunya ke Weston super Mare di Somerset. Eddington jadi besar dan masuk SD disitu. Pada umur16 tahun Eddington masuk Owens College , Manchester. Pada umur 20 tahun Eddington masuk Trinity College, Cambridge. Bakat matematikanya tampak menonjol sejak di SD. Eddington selalu mendapat hadiah pertama di bidang matematika. Maka dengan mudah Eddington mendapat beasiswa. Pada umur 25 tahun Eddington mendapat beasiswa dari Trinity College. Pada umur 31 tahun Eddington di angkat jadi guru besar astronomi di Cambridge. Pada umur 32 tahun Eddington di angkat jadi direktur laboratorium Cambridge.

Pada tahun 1906-1913 ia jadi pembantu utama Observatorium Kerajaan di Greenwich. Kemudian ia membuat karya tulis berjudul “Gerak Bintang dan Struktur Alam Semesta “(1914). Antara lain ia menulis bahwa kabut spiral, struktur berawan yang terlihat dalam teleskop, adalah galaksi-galaksi seperti Bima Sakti. Pada tahun itu juga pecah perang dunia 1. Ia menolak ikut wajib militer, karena ia penganut sekte agama yang disebut Quaker. Eddington adalah ilmuwan yang taat kepada agama. Pada tahun 1929 bukunya yang berjudul “Ilmu dan Dunia” yang tak terlihat terbit. Ia menerangkan bahwa arti hidup dan adanya dunia tidak dapat ditemukan oleh ilmu dan hanya dapat dijelaskan dengan keyakinan adanya realitas spiritual.

Pada tahun 1919 ia mengadakan ekspedisi ke Pulau Principe di Afrika Barat untuk membuktikan teori Einstein yang mengatakan bahwa sinar berjalan melengkung di dekat bintang bermassa besar. Dialah orang pertama di dunia yang menyebarluaskan Teori Relativitas Eistein di Inggris, Ia juga menulis “Struktur dalam Bintang “(1925).

Baca selanjuntnya...

Roger Bacon : Ahli Filsafat, Bapak Ilmu Pengetahuan Modern

Saturday, August 4, 2007

Roger Bacon (1220-1292) adalah ahli filsafat dan ilmuwan Inggris, pembaru pendidikan, biarawan fransiskan, bapak ilmu pengetahuan modern. Bacon mengatakan bahwa Alkitab penting untuk memperkuat iman, tapi pengamatan, eksperimen, pengukuran, dan matematika, sangat penting bagi ilmu.

Roger Bacon adalah salah seorang di antara biarawan Fransiskan yang terkenal di zamannya, atau lebih tepatnya, segala zaman. Bacon adalah seorang filsuf Inggris yang meletakkan penekanan pada empirisisme, dan dikenal sebagai salah seorang pendukung awal metode ilmiah modern di dunia Barat, meskipun studi-studi akhir menitikberatkan pada kepercayaannya terhadap okultasi dan tradisi alkimia. Bacon akrab dengan koleksi karya-karya ilmiah dan filsafat dari dunia Arab, yang dengan penaklukan dunia Arab atas Syria dan Mesir, mengendalikan akses ke banyak karya-karya masa lampau.

Bacon rajin sekali mempelajari beberapa bahasa, ilmu kimia, astronomi, matematika, dan terutama optika. Karena pengetahuannya, sangat luas Bacon mendapat julukan Doctor Mirabilis yang artinya “Sarjana Yang Mengagumkan”. Atas perintah Paus Clement IV Bacon menulis buku semacam ensiklopedi dengan judul Karya Besar, Karya Kecil, dan Karya Ketiga.

Dalam buku itu antara lain Bacon berbicara tentang dasar-dasar pesawat terbang, kapal bermotor, kereta, kaca mata, teleskop, dan cara membuat mesiu. Bacon mengusulkan agar kurikulum di universitas-universitas diubah agar universitas tidak hanya mengajarkan filsafat dan teologi, tapi terutama pengetahuan eksakta. Bacon juga mencela cara berfikir yang spekulatif yang menghasilkan pengetahuan yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya.

Bacon berasal dari keluarga kaya. Bacon lahir kira-kira pada tahun 1220 dan beberap sumber mengatakan lahir pada 1214. Tempat lahirnya tidak diketahui dengan pasti mungkin di llshester, mungkin di Bisley. Masa kecilnya juga tidak kita ketahui. Pada umur 13 tahun Bacon masuk universitas Oxford. Pada zaman itu anak berumur 13 tahun memang dapat masuk universitas. Setelah kuliahnya selesai Bacon mengajarkan di universitas itu. Kira-kira pada tahun 1245 Bacon mengajarkan di Universitas Paris. Bacon memberikan kuliah tentang Aristoteles.

Dua tahun kemudian (1247) Bacon berubah haluan. Bacon mulai tertarik pada ilmu yang dapat dibuktikan kebenarannya, ialah ilmu yang diperoleh dari pengalaman, eksperimen, pengukuran, dan dapat dijabarkan, dalam matematika. Bacon segera mempelajari kimia, astronomi, matematika, dan Optika. Optika adalah cabang fisika yang mempelajari cahaya. Bacon lalu membuat semacam laboratorium. Bertahun-tahun Bacon menyelidiki bagaimana mata dapat melihat. Bacon mengadakan berbagai eksperimen dengan lensa dan kaca. Bacon mengadakan eksperimen di bidang kimia, yang pada waktu itu disebut alkemi. Akhirnya Bacon dapat memberikan petunjuk cara membuat balon udara dan mesiu.

Bacon jadi mahsyur, tapi banyak musuhnya, karena Bacon suka melontarkan kritik yang pedas dan tajam terhadap para ahli teologi dan ilmuwan yang tidak pernah mengadakan pengamatan, eksperimen, dan pengukuran. kata orang, karena sikap Bacon yang menentang arus zaman, Bacon dijebloskan ke dalam penjara selama 14 tahun. Bacon baru dibebaskan kembali 2 tahun sebelum meninggal. Pada umur 80 tahun Bacon berpendapat bahwa daging tidak akan busuk bila dibekukan. Pada petengahan musim dingin, ketika udara sangat dingin, Bacon ingin membuktikan kebenaran teorinya. Bacon keluar dari rumahnya sambil membawa ayam mati.Ayam mati itu diisinya dengan salju. Karena Bacon sudah tua dan daya tahan tubuhnya sudah lemah, Bacon kedinginan dan menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Baca selanjuntnya...

Rene Descartes : Ahli Filsafat dan Matematika Perancis, Penemu Geometri Analitik dan Sistem Koordinat Kartesius

Saturday, May 12, 2007

Rene Descartes (1596-1650) adalah ahli filsafat dan matematika Perancis, pengarang, penemu geometri analitik, penemu cara berpikir rasionalistis hingga disebut bapak filsafat modem. Descartes lahir di La Haye, Touraine, Prancis, pada tanggal 31 Maret 1596 dan meninggal di Stockholm, Swedia, pada tanggal 1 Febuari 1650.

Descartes juga dikenal sebagai Cartesius dan karyanya yang terpenting ialah Discours de la méthode (1637) dan Meditationes de prima Philosophia (1641). Descartes tidak pernah menikah meskipun pernah punya anak bersama pembantunya. Namun anak itu meninggal dan menyebabkan kesedihan yang dalam. Ayahnya hakim dan pengacara kaya. Ketika Descartes baru berumur satu tahun, ibunya meninggal. Ayahnya kawin lagi. Descartes dipelihara oleh neneknya. Sejak itu Descartes tidak pernah melihat ayahnya lagi.

Descartes adalah anak yang sangat cerdas, suka berpikir, dan suka menyendiri. Pada waktu ayahnya meninggal dan saudaranya sekandung menikah, Descartes tak mau datang. Pada umur 8 tahun Descartes masuk Royal College yang dikelola pastur-pastur Yesuit. Descartes belajar di tempat itu selama 10 tahun. Descartes mendapat pelajaran bahasa Yunani,Latin, Perancis, musik, drama, mengarang, bermain anggar, dan naik kuda.

Pada tahun kuliah terakhir Descartes belajar filsafat, moral, dan matematika. Tapi ilmu pengethuan yang Descartes terima hanya menimbulkan keraguan dalam jiwanya kecuali matematika. Karena kesehatannyalemah, Descartes diperbolehkan terlambat kuliah atau tidak mengikuti kuliah. Meskipun demikian pada tahun 1616 pada umur 20 tahun, Descartes berhasil menggondol gelar ahli hukum. Sesudah itu Descartes mengembara menjadi tentara di Jerman dan Belanda.

Pemikirannya membuat sebuah revolusi falsafi di Eropa karena pendapatnya yang revolusioner bahwa semuanya tidak ada yang pasti, kecuali kenyataan bahwa seseorang bisa berpikir. Pada suatu malam Descartes bermimpi. Dalam hidup itu Descartes mendapat tugas menyusun dasar untuk segala ilmu dengan satu metode. Sejak itu Descartes bermaksud hidup untuk mencari kebenaran atau sebagai kebenaran, sebab zaman itu yang disebut benar adalah kata-kata pejabat baik pejabat negara, gereja, atau pendidikan.

Descartes mulai berpikir keras. Descartes meragukan segalanya. Descartes meragukan adanya dunia, adanya Tuhan, bahkan adanya dirinya.
Benarkah Tuhan ada? Benarkah dunia ada? Benarkah badanku ada?
Akhinya Descartes sampai pada kesimpulan ini :
Karena saya ragu, maka saya berpikir. Karena saya berfikir, maka saya ada. Karena saya ada, maka Tuhan ada dan orng lain pun ada.
Ucapan Descartes yang jadi masyhur adalah dalam bahasa latin “Cogito, ergo sum” dalam bahasa Perancis “Je pense donc je suis” yang artinya : Saya berpikir, maka saya ada.

Meski paling dikenal karena karya-karya filosofinya, dia juga telah terkenal sebagai Pencipta Sistem Koordinat Kartesius, yang mempengaruhi perkembangan kalkulus modern.

Baca selanjuntnya...

Copyright   © 2010 Blog Academy All Rights Reserved

Powered by Mr.D