Showing posts with label Atom. Show all posts
Showing posts with label Atom. Show all posts

John Dalton, Ahli Fisika Dan Kimia penemu Teori Atom Dan Hukum Dalton

Thursday, June 5, 2008

John Dalton (1766-1844) adalah ahli fisika dan kimia Inggris, penemu Teori Atom, penemu Hukum Dalton, hukum Proporsi Ganda, Daltonisme, Tanda Atom, daftar bobot atom, penemu sebab hujan, perintis meteorolgi, pengarang, guru, doktor, dan anggota Royal Society. Ia tidak pernah kawin karena katanya tidak punya waktu.

John Dalton lahir di Eaglefield, Cumberland, Ingris, pada tangal 6 September 1766 dan meninggal di Manchester pada tangal 27 Juli 1844 pada umur 78 tahun. Karena menemukan teori atom yang ilmiah dan bukan seperti teori atom Democritus yang filosofis dan spekulatif maka ia disebut bapak teori atom.

Dalton lahir di Eaglefield, desa kecil sebelah barat laut Inggris. Ayahnya tukang tenun dan mempunyai enam orang anak. Ayah Dalton miskin hingga tidak mampu menyekolahkan anaknya sampai tingkat menengah. Pada umur 11 tahun Dalton terpaksa putus sekolah dan harus mencari nafkah sendiri. Ayah Dalton dan Dalton adalah penganut sebuah aliran agama yang disebut Quaker. Dalton anak sederhana yang suka sekali belajar sendiri, sehingga ia lebih pandai dari teman sebayanya. Malam hari ia belajar matematika. Pad umur 12 tahun ia menjadi guru. Tapi gajinya kecil sekali, hanya 5 shiling satu minggu.

Dua tahun kemudian ia mencari pekerjaan lain dan mendapat pekerjaan sebagai buruh tani. Ternyata pekerjaan itu kurang cocok baginya. Maka pda umur 15 tahun ia jadi guru lagi di Kendal sampai diangkat jadi kepala sekolah pada tahun 1793 pada umur 27 tahun. Kemudian ia pindah ke Menchester. Disini ia bertemu dengan John Gough, ahli filsafat alam dan matanya buta. Gough mengajar Dalton matematika dan filsafat alam. Bahkan Gough menolong Dalton mencari pekerjaan. Karena bantuan Gough, Dalton mendapat kedudukan sebagai guru di New College di Menchester.

Dalton tertarik pada meteorologi pada umur 21 tahun. Sejak itu sampai ajalnya ia mencataat hasil pengamatannya. Selama 57 tahun ia mencatat 200.000 observasi. Pada umur 27 tahun bukunya yang berjudul Esai dan Observasi Meteorologik terbit. Dalton menderita sakit buta warna. Ia tidak dapat melihat warna merah dan hijau.baginya warna merah seperti coklat. Ia secara ilmiah ia menulis pengalamanya sebagai penderita buta warna. Buta warna merah dan hijau yang menyarang Dalton ini kemudian disebut Daltonisme.

Baca selanjuntnya...

Sir John Douglas Cockcroft : Ahli Fisika, Penemu Akselerator Partikel

Thursday, September 20, 2007

Sir John Douglas Cockcroft (1897-1967) adalah ahli fisika Inggris, penemu akselerator partikel. Penemu cara mengubah unsur dengan proton, pemenang Hadiah Nobel, guru besar, doktor, insinyur, ketua lembaga atom. Bersama Ernest T.S. Walton pada tahun 1951, Douglas menerima Hadiah Nobel untuk fisika karena mereka adalah orang pertama di dunia yang mengubah inti atom dengan menembakkan akselerator partikel untuk mempelajari inti atom.

Cockcorft lahir di Todmorden, Yorkshire, Inggris, pada tanggal 27 Mei 1897 dan meninggal di Cambridge pada tanggal 18 September 1967 pada umur 70 tahun. Ayah Cockcorft pemilik pabrik tekstil. Cockcorft mendapat gelar insinyur listrik dari Manchester College of Technology.

Selama Perang Dunia I Douglas ikut pasukan meriam. Ketika terjadi pertempuran di Somme, Douglas termasuk prajurit yang selamat. Sesudah Perang Dunia I selesai, Douglas kuliah lagi di Universitas Cambridge. Pada umur 31 tahun Douglas berhasil menggondol gelar doktor. Sesudah itu Douglas memperdalam pengetahuannya di bidang fisika pada Rutherford, ahli fisika Inggris kelahiran Serlandia Baru yang menemukan proton, sinar alfa dan beta.

Sudah berabad-abad lamanya ahli alkemi berusaha mengubah sebuah unsur jadi unsur yang lain. Dalam ilmu kimia, perubahan unsur ini disebut transmutasi. Pada tahun 1919 Rutherford berhasil mentransmutasikan nitrogen jadi oksigen dengan cara membom inti nitrogen dengan partikel alfa. Partikel alfa ini berasal dari zat radioaktif. Tapi sumber radioaktif sulit diperoleh. Jumlah partikel alfa yang dihasilkan juga terlalu sedikit. Kecuali itu partikel alfa tidak cukup kuat untuk membom inti atom yang lebih berat.

Pada tahun 1932 Cockcorft dan Walton membuat akselerator partikel yang pertama di dunia. Akselerator partikel adalah alat untuk mempercepat dan memperbesar energi elektron atau proton. Dengan alat itu mereka membom atom litium dengan proton. Hasilnya berilium yang kemudian pecah jadi dua partikel. Mereka menggabungkan litium dan hidroen untuk membentuk helium.

Baca selanjuntnya...

Johannes Hans Daniel Jensen : Ahli Fisika, Penemu Teori Struktur Kulit Inti Atom

Saturday, May 26, 2007

Johannes Hans Daniel Jensen (25 Juni 1907 – 11 Februari 1973) adalah penemu ahli fisika Jerman, penemu teori struktur kulit inti atom, pemenang hadiah nobel, guru besar, dan pengarang. Jensen lahir di Hamburg, Jerman pada tanggal 25 Juni 1907. Selama 5 tahun (1936-1941) Jensen bekerja di Universitas Hamburg, kemudian pindah ke Institut Tekhnilogi Hannover dan bekerja disitu selama 8 tahun (1941-1949). Akhirnya Jensen bekerja di Universitas Heidelberg.

Menurut Jensen, inti atom memiliki struktur seperti struktur kulit elektron yang berlapis-lapis dengan garis tengah yang berbeda-beda. Dalm inti atom ada kulit yang berlapis-lapis juga tempat proton dan netron berputar mengelilingi suatu titik. Lapis-lapis kulit itu ditempati proton dan netron dengan susunan menurut sifat-sifat proton dan netron.

Pada tahun yang sama (1949) ditempat yang berlainan Maria Goeppert Mayer, ahli fisika Amerika Serikat, menemukan teori yang sama di Universitas Chicago. Padahal mereka bekerja sendiri-sendiri. Pada tahun itu juga Jensen bersama Winger ahli fisika Amerika Serikat kelahiran Hongaria, mengajukan model kulit inti atom. Kemudian Jensen bekerja sama dengan Mayer mengarang buku yang berjudul Teori Dasar Struktur Kulit Inti Atom dan terbit pada tahun 1955. Pada tahun 1963 Johannes Hans Daniel Jensen, Maria Goeppert Mayer, dan E.P. Wigner, mendapat hadiah Nobel untuk fisika karena dapat menerangkan sifat-sifat inti atom secara terperinci.

Baca selanjuntnya...

Jons Jacob Berzelius : Ahli Kimia, Penemu Simbol Unsur Atau Tanda Atom

Sunday, April 1, 2007

Jons Jacob Berzelius (1779-1848) adalah ahli kimia terbesar di dunia (1830), warga negara Swedia, pengarang, dan penemu. Jons Jacob Berzelius menemukan cerium, selenium, thorium. Jons Jacob Berzelius mengisolir silikon, zirconium, dan titanium. Jons Jacob Berzelius menemukan simbol unsur atau tanda atom, misalnya C untuk Karbon, O untuk Oksigen, H untuk Hidrogen, dan sebagainya.

Jons Jacob Berzelius menemukan beberapa istilah kimia yang dipakai hingga sekarang, misalnya : katalis, alotropi, isomeri, polimeri, protein, dan halogen. Jons Jacob Berzelius membuat daftar berat atom dan proporsi gabungannya. Kadang-kadang ia disebut bapak analis gravimetrik. Oleh para ahli sejarah kimia, Berzelius dipandang sebagai organisator ilmu kimia.

Berzelius lahir di dekat Linkoping, Swedia, pada tanggal 20 Agustus 1779 dan meninggal di Stckholm pada tanggal 7 Agustus 1848 dalam usia 68 tahun. Ayahnya guru dan meninggal ketika Berzelius masih kecil. Tak lama kemudian ibunya kawin lagi. Untungnya ayah tirinya orang baik. Meskipun sangat miskin, ayah tirinya berusaha menyekolahkan Berzelius. Tapi beberapa tahun kemudian ibunya juga meninggal. Berzelius jadi acuh tak acuh pada pelajaran. Ketika ia jadi mahasiswa kedokteran di Uppsala, kuliahnya hampir berantakan. Untunglah nilai kimianya sangat tinggi. Dengan susah payah ia berhasil mencapai gelar doktor dalam ilmu kedokteran.

Pada umur 23 tahun (1802) ia diangkat jadi asisten dosen di Stockholm. Ia mengajar ilmu pengobatan, botani, dan farmasi. Lima tahun kemudian ia angkat jadi dosen tetap. Ia dipilih jadi anggota Lembaga Ilmu Pengetahuan Stockholm dan jadi sekretaris tetap (1818).

Meskipun sudah jadi dosen Berzelius tetap miskin. Namun semangat belajarnya luar biasa. Ia membuat laboratorium sederhana di dapur. Karena tidak mampu membeli peralatan yang mahal. Ia bekerja dengan peralatan sederhana dengan caranya sendiri. Dengan tekun sabar selama 10 tahun ia mempelajari 2000 senyawa. Ia menggunakan oksigen sebagai dasar penentuan bobot atom. Hasil jerih payahnya ia terbitkan sebagai buku pada tahun 1818 dengan judul Pelajaran Kimia. Buku ini bermutu tinggi, mengalami edisi kelima, diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman dan Prancis, dan berpengaruh besar terhadap perkembangan ilmu kimia pada zaman itu.

Berzelius juga menerbitkan lebih 250 karya lainnya tentang kemajuan ilmu kimia dan fisika. Secara terperinci, ia mempelajari senyawa-senyawa tellurium, vanadium, molybdenum, tungsten, uranium, dan unsur-unsur lain. Menjelang tahun 1830 Berzelius jadi tokoh ilmu kimia terbesar di dunia. Ia kawin pada umur 56 tahun dengan gadis berumur 24 tahun. Hadiah perkawinannya berupa gelar Baron dari raja Swedia.

Baca selanjuntnya...

Copyright   © 2010 Blog Academy All Rights Reserved

Powered by Mr.D