Showing posts with label Penerima Nobel. Show all posts
Showing posts with label Penerima Nobel. Show all posts

Arthur Holly Compton, Penemu Efek Compton

Sunday, February 23, 2014

Arthur Holly Compton (1892-1962) adalah ahli fisika Amerika Serikat, penemu efek Compton, penemu istilah foton, doktor, pengarang, guru besar, direktur Metallurgica Atomic Projeck dan ikut membuat bom atom.

Bersama Charles T.R Willson pada tahun 1927 Conpton mendapat Hadiah Nobel untuk fisika karena menemukan blok Compton adalah bertambah besarnya gelombang sinar-x dan radiasi elektromagnetik kuat yang lain yang telah dihamburkan oleh elektron-elektron. Efek Compton penting sekali karena dapat membuktikan kebenaran teori kuantum.

Compton lahir di Wooster, Ohio, Amerika Serikat, pada tanggal 10 September 1892 dan meninggal di Berkeley, California, pada tanggal 15 Maret 1962 pada umur 70 tahun. Ayahnya pendeta dan dekat Wooster College. Pada umur 21 tahun Compton tamat dari Wooster College. Tiga  tahun kemudian ia mendapat gelar doktok dari Universitas Princeton. Sesudah itu selama satu tahun, ia mengajar fisika di Universitas Minnesota kemudian ia bekerja sebagai insinyur pada perusahaan lampu Westinghouse di Petersburgh. Pada tahun 1919 ia belajar lagi pada Rutherford di Universitas Cambridge.

Pada tahun 1900 Maxplanck mengemukakan teori kuantun. Teori itu mengatakan bahwa cahaya bukan lah menglir seperti air yang keluar dari keran, tapi seperti butir-butir peluru yang dimuntahkan oleh senapan mesin. Butir peluru istilah ilmiahnya paket energy yang diskret. Tapi itu baru teori, baru hipotesis, belum terbukti kebenaranya.

Dua puluh tahun kemudian (1920) Compton tertarik pada tingkah laku sinar-X yang aneh. Ia mengarahkan sinar-X itu pada keping tipis berelium dengan perkataan lain ia menembakkan foton pada elektron. Apa yang ter jadi? Sinar-X itu berhamburan dan elektron tergeser. Sebagian sinar-X yang terhambur panjang gelombangnya bertambah besar. Ini berarti bahwa cahaya atau energi, yang bersifat gelombang, juga mempunyai sifat lain, ialah bersifat partikel atau butir peluru. Partikel ini oleh Planck disebut kuantum, oleh Compton disebut foton. Dengan demikian Compton berjasa besar karena ia mampu membuktikan bahwa cahaya terdiri dari paket-paket energi yang diskret.

Baca selanjuntnya...

Louis Victor duc De Broglie, Ahli Fisika Penemu Sifat Gelombang Electron

Sunday, April 8, 2012

Louis Victor duc De Broglie ( 1892 - 1987 ) adalah ahli fisika murni Perancis, Penemu sifat gelombang electron, pengarang, guru besar, doctor, pemenang Hadiah Nobel, Anggota Lembaga Ilmu Pengetahuan Perancis dan Inggris, bangsawan. Ia lahir di Dieppe, Perancis, pada tanggal 15 Agustus 1892, ia keturunan orang bangsawan yang berkedudukan tinggi di Perancis. Broglie sebenarnya nama kota kecil di Normandia. Kemudian nama ini berubah jadi nama keluarga. Sejak abad ke- 17 dari keluarga ini muncul tokoh-tokoh militer, politik dan diplomat terkenal.

Dalam buku pelajaran fisika De Broglie dipakai sebagai nama ahli fisika yang mengajukan hipotesis, bahwa electron bersifat gelombang. De Broglie hanya membuat hepotesis atau teori. Ia tidak pernah dan tidak suka mengadakan eksperimen. Ia tidak pernah membuktikan, bahwa elektron bersifat sebagai gelombang. Tapi karena kemudian ternyata bahwa teorinya benar, maka pada tahun 1929 ia mendapat Hadiah Nobel untuk fisika. Peristiwa itu membuktikan bahwa intuisi kadang-kadang berada di atas akal sehat dan eksperimen. Bagaimana asal mulanya De Broglie menemukan hipotesis itu ?

Mula-mula De Broglie ingin jadi diplomat. Maka ia bersekolah dan kuliah di jurusan sejarah. Pada umur 17 tahun ia berhasil mendapat gelar di bidang sejarah. Tapi tiba-tiba ia mendengar tentang penemuan Max Planck dan Albert Einstein. Max Planck menemukan foton. Einstein menemukan, bahwa massa sama dengan energi. Sejak itu De Broglie sangat tertarik pada fisika. Maka pada umur 18 tahun ia masuk Universitas Sorbonne jurusan fisika teori. Empat tahun kemudian pecah Perang Dunia I (1914 – 1918). De Broglie diangkat jadi petugas radio di menara Eiffel. Di sini ia berhadapan langsung dengan gelombang radio. Pikirannya penuh dengan pertanyaan tentang gelombang. Sesudah perang selesai, ia melanjutkan kuliahnya.

Pada tahun 1923 A.H. Compton menemukan bahwa cahaya memiliki sifat kembar sebagai gelombang dan sebagai partikel. Penemuan ini menyebabkan De Broglie berpikir sebagai berikut, “ Kalau cahaya bersifat gelombang dan partikel, maka partikelpun dapat bersifat gelombang!” Hipotesis ini dibuktikan kebenarannya oleh Clinton Davisson dan Lester Germer pada tahun 1927. Keduanya ahli fisika Amerika Serikat.

Baca selanjuntnya...

Max Born, Penyempurna Mekanika Kuantum

Sunday, May 15, 2011

Max Born adalah ahli fisika murni, mula-mula warga negara Jerman, kemudian jadi warga negara Inggris. Pada tahun 1954 bersama Walther Bothe, Max Born menerima hadiah Nobel untuk fisika karena karya-karyanya di bidang mekanika kuantum. Mekanika kuantum adalah cabang ilmu fisika matematika yang memberi uraian tentang gerak elektron, proton, neutron, dan partikel subatom (benda-benda yang lebih kecil dari pada atom). Max Born membuat telaah statistik tentang fungsi gelombang. Karyanya menggantikan teori kuantum yang di temukan Max Plank, ahli fisika Jerman, pada tahun 1900.

Max Born lahir di Breslau , Jerman, pada tanggal 11 Desember 1882. Kota Breslau sekarang bernama Wroclaw dan termasuk wilayah Polandia. Max Born meninggal di Gottingen pada tanggal 5 Januari 1970, pada umur 88 tahun. Max Born mendapat pendidikan di 4 universitas, ialah universitas Breslau, Heidelberg , Zurich , dan Gottingen. Max Born mendapat gelar doktor dari Universitas Gottingen pada umur 25 tahun (1907). Kemudian Max Born mengajar di Berlin Frankfurt am Main . Pada umur 39 tahun (1921) Max Born diangkat jadi guru besar di Universitas Gottingen . Max Born mengajar fisika teori atau fisika murni.

Pada tahun itu juga Max Born merumuskan kembali hukum kekekalan  energi atau hukum kekekalan energi atau hokum pertama termodinamika. Max Born membuat definisi yang tepat tentang kuantitas panas. Dengan demikian, Max Born menyajikan pernyataan matematik yang sangat memuaskan untuk hokum tersebut. Tiga orang ahli matematika di Universitas Gottingen mempengaruhi cara berpikir Born. Mereka itu adalah David Hilbert, Felix Klein, Dan Hermann Minkowski. Di Berlin Max Born berkenalan dan bersahabat dengan Max Planck dan Albert Einstein. Sebagai guru, Born memberi inspirasi kepada pemuda-pemuda yang sangatcerdas, yang kemudian jadi ahli matematika dan fisika yang termahsyur di seluruh dunia. Mereka adalah Enrico Fermi, Werner Heisenberg, dan J. Robert Oppenheimer.

Pada tahun 1924 Louis de Broglie, ahli fisika prancis, mengemukakan bahwa gelombang materi mengatur gerak partikel-partikel atom. Setelah mengetahui hal itu Erwin Schrodinger, ahli fisika Austria, mengembangkan system prosedur matematika dan konsep fisika yang disebut mekanika gelombang. Terutama atas dasar karya Schrodinger ini, Max Born mengambil kesimpulan bahwa gelombang materi menunjukkan kemungkinan hadirnya electron di suatu tempat. Interpretasi (tafsiran) Max Born atas persamaan gelombang Schrodinger ini sangat penting bagi teori kuantum yang baru.

Pada tahun 1926 Werner Karl Heisenberg, mahasiswa dan asisten Max Born, merumuskan hukum  pertama  teori kuantum yang baru. Max Born,yang sangat ahli di bidang matematika, segera mengembangkan teori tersebut dengan menggunakan matematika yang cermat dan sistematik. Teori kuantum yang baru ini kemudian terkenal dengan nama  mekanika kuantum. Mekanika kuantum lebih sempurna daripada teori kuantum Max Planck. Teori kuantum Max Planck lebih sempurna daripada mekanika Newton . Mekanika Newton tidak dapat dipakai untuk membahas benda-benda sekecil atom. Max Born bukanlah orang yang menemukan mekanika kuantum. Mekanika kuantum ditemukan oleh Werner Heisenberg dan Erwin Schrodinger. Born mendapat Hadiah Nobel karena menyempurnakan mekanika kuantum.

Disamping menyempurnakan mekanika kuantum, Max Born mengembangkan teori tumbukan partikel subatom. Teori ini dipakai untuk menyelesaikan problema partikel atom yang berserakan. Max Born dapat menjelaskan sifat kembar materi sebagai partikel dan gelombang.

Pada tahun 1933 Hitler jadi dictator di Jerman. Max Born menyuruh agar semua orang Yahudi dibunuh. Padahal Born orang yahudi. Karena tidak ingin dibunuh Hitler, Max Born melarikan diri ke Inggris, musuh Jerman. Di Inggris Born mendapat pekerjaan sebagai pengajar di Universitas Cambridge. Tiga tahun kemudian Max Born jadi guru besar di Universitas Edinburg. Pada tahun 1939 pecah Perang Dunia II. Max Born masuk warga Negara Inggris. Kemudian Max Born diangkat jadi anggota Lembaga Ilmu Pengetahuan Inggris.

Max Born pensiun pada tahun 1953 dan kembali ke Jerman, ke Gottingen. Sisa hidupnya Max Born gunakan untuk mengarang buku dan menulis banyak artikel. Max Born menerbitkan sejumlah karya termasuk, The Restless Universe, Einsteins Theory of Relativity (1924), dan Natural Philosophy of Cause and Chance. Selain itu karyanya juga dibukukan dengan judul Karya Pilihan dan terbit pada tahu 1963. Max Born mengutuk penyalahgunaan ilmu pengetahuan untuk kepentingan perang. Max Born berpendapat bahwa para ilmuwan bertanggung jawab atas penggunaan energi nuklir dalam perang dan dalam waktu damai.

Baca selanjuntnya...

Paul Ehrlich, Bapak Imunologi, Ahli Bakteriologi, Hematologi, Dan Kemoterapi

Monday, March 24, 2008

Paul Ehrlich (1854-1915) adalah dokter Jerman, ahli bakteriologi, bapak imunologi, hematologi, dan kemoterapi; penemu merah tripan dan salvarsan (arsfenamina), pemenang Hadiah Nobel untuk kedokteran dan fisiologi (1908), asisten Koch, guru besar, direktur institut Serum, pengarang (37 karya ilmiah), ahli experimen yang berbakat, dan ahli mewarnai jaringan tubuh yang masih hidup.

Merah tripan adalah zat warna yang dapat membunuh tripanosoma, hewan yang bersel satu yang menyababkan penyakit tidur. Salvarsan dan neosalvarsan adalah obat pertama untuk penyakit sifilis. Mula-mula Ehrlich menanamkan obat itu senyawa 606, karena obat itu ditemukan setelah mengadakan experimen selama 7 tahun dan mengetes ratusan senyawa sampai yang ke-606.

Paul Ehrlich melanjutkan experimenya dan menemukan formula yang ke yang ke- 914 dan memberinya nama neosalvarsan. Ehrlich menemukan cara mewarnai sel darah dan menemukan 5 tipe sel darah putih serta bermacam-macam tipe anemia. Dari sini lahirlah ilmu tentang hermatologi modern.

Sebenarnya Ehrlich adalah orang pertama di dunia yang yang melihat basil TBC. Tapi pada waktu itu ia tidak tahu bahwa bakteri berbentuk batang itu penyebab penyakit TBC. Maka di dunia ilmu hanya mengakui Koch sebagai pemenu basil TBC. Pada tahu 1890 Behring, ahli bakteorologi Jerman, menemukan anti toksin difteri, penyakit anak-anak yang sangat berbahaya. Hanya karna jerih payah Ehrlich antitoksin menjadi obat mujarap dan dipakai untuk menyembuhkan difteri.

Ehrlich lahir di Strehlen, Silesia (sekarang menjadi Strzelin, Polandia), pada tanggal 14 Maret 1854 dan meninggal di Homrugh, Prusia,pada tanggal 20 Agustus 1915 pada umur 61 tahun.ia masih keturunan Yahudi. Orang tuanya hanya pemilik warung. Di sekolah nilai raport Ehrlich untuk bahasa latin dan matematika cukup tinggi. Tapi nilai untuk mata pelajaran lain juga cukup rendah. Sebenarnya ia tidak memenuhi syarat untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Ia dapat melanjutkan ke universitas hanya karena belas kasihan guru. Nilai Ehrlich di katrol.

Di Universitas pun Ehrlich bukan termasuk mahasiswa yang menonjol bahkan sebaliknya untuk meraih gelar doktor ia terpaksa berpindah-pindah. Ia kuliah di Universitas Breslau. Starsbough, Freigburg dan Leipzig. Kegemaranya mencoba bermacam-macam zat warna untuk mewarnai jaringan tubuh yang masih hidup menyebabkan ia tak punya waktu untuk belajar. Namun pada umur 24 tahun (1878) dengan susah payah ia berhasil meraih gelar daktor dengan tesisnya yang berjudul “Sumbangan untuk teori dan praktek mewarnai jaringan”. Ia bercita-cita menemukan peluru ajaib yang dapat membunuh bibit-bibit penyakit di dalam tubuh manusia tanpa merusak jaringan tuhuh. Ia percaya bahwa bibit penyakit tertentu hanya menyerap zat warna (zat kimia) tertentu. Bila bibit penyakit itu menyerap zat kimia tertentu. Bibit penyakit itu mati. Mengobati penyakit dangan zat kimia disebut kemoterapi. Ehrlich-lah yang menemukan cara pengobatan seperti itu.

Pada tahun 1876 Koch melihat cara Ehrlich mewarmai jaringan. Enam tahun kemudian (1882) Koch menemukan basil TBC dengan menggunakan zat warna. Ehrlich ingat bahwa ia pernah melihat basil itu juga. Ia mengulang experimen Koch. Mungkin karena ceroboh Ehrlich ketularan penyakit TBC dan terpaksa pergi ke Mesir supaya penyakitnya sembuh. Sesudah sembuh ia kembali ke Jerman dan menggabungkan diri dengan Koch (1889). Demikian juga Behring. Ketiga orang itu bekerja sama untuk mencari obat terhadap penyakit difteri. Behring berhasih menemukan antitoksin difteri dan memenangkan Hadiah Nobel. Padahal antitoksin itu hanya dapat dipakai karena jerih payah Ehrlick. Yang berhasil menemukan cara menakar dosis antitoksin. Akhirnya Ehrlich dan Behring bermusuhan karena masalah pribadi dan keduanya berpisah. Behring berjiwa pengusaha. Sedangkan Ehrlich berjiwa ilmuan, yang tidak mengaitkan penemuan dengan uang.

Baca selanjuntnya...

Marie Sklodowska Curie, Ahli Fisika Dan Kimia Penemu Polonium Dan Radium

Friday, March 14, 2008

Marie Sklodowska Curie (1867-1934) adalah ahli fisika dan kimia Prancis, istri Piere Curie, ibu Irene dan Eve Marie Curie adalah orang pertama di dunia yang mendapat dua kali Hadiah Nobel, yang pertama untuk fisika, yang kedua untuk kimia. Marie Sklodowska Curie juga wanita pertama di dunia yang jadi guru besar di Sorrebone.

Irene bersama Frederic Joliot, suaminya, juga mendapat Hadiah Nobel untuk kimia pada tahun 1935 karena membuat unsur baru yang radioaktif. Eve terkenal karena menulis riwayat hidup ibunya, Bersama Becquerel dan Pierre Curie pada tahun 1903 Marie Curie mendapat Nobel untuk fisika karena menemukan radio aktivitas. Pada tahu 1911 Marie Curie mendapat Hadiah Nobel untuk kimia karena menemukan Polonium, Radium, dan mengisolir Radium.

Marie Curie lahir di Warsawa, Polandia, pada tanggal 7 November 1867 dan meninggal di Savoy, Perancis, pada 4 Juli 1934 pada umur 67 tahun karena menderita karena sakit kanker darah, akibat terlalu banyak terkena sinar radio aktif ketika menyelidiki dan memisahkan Radium. Ayahnya guru fisika dan ibunya kepala sekolah. Di Polandia ia bernama Manya Sklodowska. Nama itu berubah menjadi Mania, Marja, Marya, dan akhirnya di Perancis menjadi Marie. Orang tua Marie beranak lima orang.

Marie adalah anak yang paling muda. Sejak kecil ia cerdas dan kuat ingatanya. Pada umur 15 tahun ia lulus Sekolah Menengah dengan nilai tertinggi. Tapi malang orang tuanya miskin. Pada umur 17 tahun Marie terpaksa mencari nafkah dengan menjadi guru privat. Pada waktu itu Polandia dibawah kekuasaan Rusia, seperti zaman sekarang. Marie ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi, tapi pada waktu itu di Polandia gadis dilarang masuk universitas.

Oleh karena itu setelah tabunganya cukup, ia pindah ke Paris dan dan kuliah di Sorebonne, bagian dari Universitas Paris. Pada tahu 1894 ia bertemu dengan Peirre Currie. Tahun berikutnya mereka melangsungkan pernikahan. Pada tahun 1896 Henri Becquerel menemukan sinar yang mirip dengan sinar-X pada Uranium. Marie Curie segera mampelajari sinar itu. Pada tahun 1898 Marie menemukan Torium dan menciptakan istilah radio aktivitas. Pada tahun itu juga ia menemukan Polonium dan Radium.

Baca selanjuntnya...

John William Struut Lord Reileigh, Ahli Fisika Penemu Argon

Saturday, January 12, 2008

John William Struut Lord Reileigh (1842 – 1919) adalah ahli fisika Inggris, pemenang Hadiah Nobel untuk fisika (1904) karena menemukan dan mengisolir Argon (1895) bersama Ramsay (ahli kimia Scotlandia). Reileigh juga membuat penemuan-penemuan fundamental di bidang akustika dan optika.

John William Struut Lord Reileigh memberikan sumbangan-sumbangan penting hampir di semua bidang fisika klasik. Kecuali ahli fisika, Rayleigh juga rektor Universitas Cambridge, direktur laboratorium, presiden Royal Society, dan pengarang. Rayleigh lahir di Terling Place, Witham, Inggris, dan meninggal di Terling Place juga pada tanggal 30 Jui 1919 pada umur 77 tahun. Nama kecilnya Strutt. Tapi karena pada umur 31 tahun ia mendapat gelar warisan ayahnya, maka sejak itu ia terkenal dengan nama Lord Rayleigh. Lord adalah gelar bangsawan.

Waktu kecil Rayleigh sakit-sakitan hingga sekolahnya tidak teratur. Bahkan ia terpaksa harus meninggalkan bangku sekolah. Pada umur 15 tahun (1857) ia belajar di rumah dengan bimbingan guru privat. Empat tahun kemudian (1861) ia masuk Triniti College Cambridge, sampai mendapat gelar GA. Ia mendapat penghargaan tertinggi untuk Matematika dari sini sudah tampak keahliannya yang menonjol yang akan memegang peranan penting dalam karya-karyanya di masa datang. Ia tertarik dari segi matematika dan eksperimen ilmu fisika. Pada umur 26 tahun (1868) ia membeli peralatan ilmiah untuk mengadakan riset. Disamping itu ia rajin sekali membuat catatan dan mengarang. Dalam karya tulisnya yang pertama, yang terbit pada tahun 1869, ia menerangkan teori electromagnet Jamesclerk Maxwell, dengan jelas dan mudah dimengerti oleh orang awam.

Pada umur 29 tahun (1871) ia kawin dengan Evelyn Balfour, adik Arthur James Balfour, politikus dan negarawan terkenal tapi kesehatan Rayleigh tetap lemah. Ia mendapat serangan demam rematik. Serangan penyakitnya begitu hebat hingga hampir saja jiwanya melayang. Atas anjuran dokter ia beristirahat di Mesir. Selama libur ia berlayar ke hulu sungai Nil sambil mengarang buku. Buku itu kemudian beri judul “Teori Bunyi”. Jilid pertama terbit pada tahun 1877, jilid kedua terbit pada tahun berikutnya. Buku itu merupakan karya terkemuka dalam bidang akustika.

Selama hidupnya ia suka menyelidiki gelombang dan getaran. Ia menyelidiki gelombang electromagnet, getaran udara, getaran benda padat yang elastis, getaran gas, dan gempa. Ia membuat persamaan matematika untuk menerangkan hamburan cahaya (efek Tyndall) dan cara distribusi panjang helombang dalam radiasi badan gelap. Dengan persamaan matematikanya ia mengukuhkan efek Tyndall. Tapi karya itu bukanlah karya Rayleigh, yang terbesar.

Pada tahun 1815, William Prout, ahli kimia Inggris, mengajukan sebuah hipostesis. Menurut Prout bobot atom unsur-unsur merupakan perkalian bobot atom hydrogen. Lebih dari setengah abad para ilmuan mengikuti hipotesis Prout. Rayleigh tidak mau percaya begitu saja pada pendapat Prout ia segera mengadakan penyelidikan tentang gas. Ia mengukur dengan cermat densitas (kerapatan) gas-gas. Pada tahun 1882 ia menemukan bahwa bobot atom oksigen bila dibanding dengan bobot atom hidrogen bukanlah 16 : 1, seperti hipotesis Prout, tapi 15,882 : 1. maka tumbanglah hipotesis Prout.

Ketika menyelidiki Oksigen Rayleigh menemukan bahwa densitas Oksigen selalu sama, baik Oksigen yang berasal dari senyawa. Namun pada waktu menyelidiki Nitrogen Rayleigh menemukan sesuatu yang aneh. Densitas Nitrogen yang berasal dari udara selalu lebih tinggi daripada densitas Nitrogen yang berasal dari senyawa lain, misalnya yang berasal dari Amoniak. Karena tidak dapat memecahkan teka-teki ini Rayleigh minta bantuan Ramsay, ahli kimia Scotlandia. Akhirnya Rayleigh berhasil menemukan gas mulia yang pertama di dunia dan kemudian disebut Argon kata Yunani. Yang artinya “lamban”, itulah penemuan Rayleigh yang terbesar. Zaman sekarang Argon banyak dipakai dalam bola lampu listrik biasanya dalam lampu floresen. Karena sifatnya yang lambat, Argon juga banyak dipakai dalam pengelasan busur listrik dan dalam pembuatan baja bermutu tinggi.

Baca selanjuntnya...

Louis Victor duc De Broglie, Ahli Fisika Penemu Sifat Gelombang Electron

Tuesday, December 4, 2007

Louis Victor duc De Broglie ( 1892 - 1987 ) adalah ahli fisika murni Perancis, Penemu sifat gelombang electron, pengarang, guru besar, doctor, pemenang Hadiah Nobel, Anggota Lembaga Ilmu Pengetahuan Perancis dan Inggris, bangsawan. Ia lahir di Dieppe, Perancis, pada tanggal 15 Agustus 1892, ia keturunan orang bangsawan yang berkedudukan tinggi di Perancis. Broglie sebenarnya nama kota kecil di Normandia. Kemudian nama ini berubah jadi nama keluarga. Sejak abad ke- 17 dari keluarga ini muncul tokoh-tokoh militer, politik dan diplomat terkenal.

Dalam buku pelajaran fisika De Broglie dipakai sebagai nama ahli fisika yang mengajukan hipotesis, bahwa electron bersifat gelombang. De Broglie hanya membuat hepotesis atau teori. Ia tidak pernah dan tidak suka mengadakan eksperimen. Ia tidak pernah membuktikan, bahwa elektron bersifat sebagai gelombang. Tapi karena kemudian ternyata bahwa teorinya benar, maka pada tahun 1929 ia mendapat Hadiah Nobel untuk fisika. Peristiwa itu membuktikan bahwa intuisi kadang-kadang berada di atas akal sehat dan eksperimen. Bagaimana asal mulanya De Broglie menemukan hipotesis itu ?

Mula-mula De Broglie ingin jadi diplomat. Maka ia bersekolah dan kuliah di jurusan sejarah. Pada umur 17 tahun ia berhasil mendapat gelar di bidang sejarah. Tapi tiba-tiba ia mendengar tentang penemuan Max Planck dan Albert Einstein. Max Planck menemukan foton. Einstein menemukan, bahwa massa sama dengan energi. Sejak itu De Broglie sangat tertarik pada fisika. Maka pada umur 18 tahun ia masuk Universitas Sorbonne jurusan fisika teori. Empat tahun kemudian pecah Perang Dunia I (1914 – 1918). De Broglie diangkat jadi petugas radio di menara Eiffel. Di sini ia berhadapan langsung dengan gelombang radio. Pikirannya penuh dengan pertanyaan tentang gelombang. Sesudah perang selesai, ia melanjutkan kuliahnya.

Pada tahun 1923 A.H. Compton menemukan bahwa cahaya memiliki sifat kembar sebagai gelombang dan sebagai partikel. Penemuan ini menyebabkan De Broglie berpikir sebagai berikut, “ Kalau cahaya bersifat gelombang dan partikel, maka partikelpun dapat bersifat gelombang!” Hipotesis ini dibuktikan kebenarannya oleh Clinton Davisson dan Lester Germer pada tahun 1927. Keduanya ahli fisika Amerika Serikat.

Baca selanjuntnya...

Otto Hahn, Ahli Kimia Dan Fisika Penemu Pembelahan Inti (Fisi Nuklir)

Wednesday, November 28, 2007

Otto Hahn (1879-1968) adalah ahli kimia dan fisika Jerman, penemu pembelahan inti (fisi nuklir,1938), penemu radioactinium (1905), mesothorium (1907) dan protakkctinium (1917), doktor, guru besar, pengarang, Presiden Kaiser Wilhelm Society (1948-1960). Bersama Frietz Strassmann ia mendapat hadiah Nobel untuk kimia pada tahun 1944.

Hahn lahir di Frankfffurt am main, Jerman, pada tanggal 8 maret 1879 dan meninggal di Gottingen, Jerman, pada tanggal 28 Juli 1968 pada umur 89 tahun karena jatuh. Pada umur 66 tahun tubuhnya masih kokoh kuat. Pada umur setua itu ia suka mendaki gunung dan menjaga kondisi tubuhnya dengan lari pagi tiap hari.

Ayah Hahn tukang kaca, ia mengharakan Hahn jadi arsitek. Hahn sendiri ingin bekerja di sebuah perusahaan. Ketika masih di SMA, Hahn tidak tampak akan jadi orang terkemuka. Kepandaiannya sedang-sedang saja. Meskipun di rumah keadaannya serba sederhana dan jauh dari minuman keras, namun setelah jadi mahasiswa sifat Hahn jadi lain. Ia suka minum bir, menghisap cerutu, dan mengejar-ngejar gadis. Pada waktu itu ia membolos tidak ikut kuliah fisika dan matematika karena ingin mengikuti kuliah filsafat dan seni. Meskipun hidup dengan gaya semacam itu ia berhasil mendapat gelar doktor paa tahun 1901 pada umur 22 tahun.

Tiga tahun kemudian ia pergi ke Inggris karena ingin belajar bahasa Inggris. Ia melamar pekerjaan dan diterima di Universitas College. Di sini ia bertemu dengan Sir William Ramsay, ahli kimia Skotlandia, penemu Helium, Neon , Argonkripton, Xenon dan Radon. Hahn diberikan tugas memurnikan penyiapan radium kasar, ternyata Hahn seorang ahli eksperimen yang mengagumkan.satu tahun kemudian ia menemuka zat radio aktif yang ia beri nama Radiothorium(1905).

Pada tahun 1930-an Enriko Fermi, ahli fifika italia, mengebom Uranium, unsur alam yang paling berat. dengan netron.ialah partikel subatom yang tidak bermuatan listrik. Pengeboman ini menghasilkan zat-zat yang radioaktif. Tapi Fermi sendiri tidak tahu apa nama unsur itu. Ia mengira unsur itu adalah unsur buatan yang mirip Uranium. Sejak tahun 1934 Hahn sangat tertarik akan penelitian Fermi. Ia mengulang percobaan Fermi bersama pembantunya, ialah Miss Meitner dan Strassmann. Mereka mengadakan penelitian selama 4 tahun. Mereka mengebom uranium dengan netron,yang menghasilkan barium, ialah unsur yang mempunyai bobot Uranium. Nomor atom barium 56, sedang nomor atom Uranium 92. Penemuan ini diumumkan di majalah Die Natirwissenschaften pada tanggal 6 Januari 1939. Tapi Hahn dan Strassmann tidak berani mengatakan bahwa itu pembelahan inti, Karena takut diejek dan ditertawakan para ahli fisika dan kimia sezamannya. Pembelahan inti diangap sesuatu yang mustahil.

Pada tahun 1938, ketika pembelahan inti ditemukan, Lise Meitner melarikan diri ke Swedia karena ia orang Yahudi. Ia takut dibunuh Hitler. Di Swedia ia membaca laporan Hahn. Bersama Otto Frisch, kemenakannya, ia menjelaskan dengan tegas, bahwa penemuan Hahn adalah fisi nuklir. Meitner dan Otto Frisch menyerahkan agar istilah itu dipakai. Penemuan Hahn ini dipelajari sungguh-sungguh di Amerika Serikat hingga Amerika Serikat berhasil membuat bom atom pertama di dunia.

Baca selanjuntnya...

Heinrich Hermann Robert Koch, Bapak Bakteriologi Penemu Basil Tuberkulosis

Saturday, November 24, 2007

Heinrich Hermann Robert Koch (1843-1910) adalah dokter Jerman, “Bapak Bakteriologi”, penemu basil Tuberkulosis (1882), basil dan spora Anthrax (1876), basil Tipus (1882), basil Kolera (1883), basil Conjunctivitis (1883), Tuberculin (1890), Amuba disentri, siklus kehidupan basil Anthrax, penemu Postulat Koch, pemenang hadiah Nobel untuk kedokteran dan ilmu fisiologi (1905).

Heinrich Hermann Robert Koch juga menemukan tetes gantung, teknik memotret bakteri, cara mewarnai bakteri dengan anilin, cara memelihara basil Tuberkulosis di luar dengan memberi makanan berupa agar-agar serum darah dan gelatin. Heinrich Hermann Robert Koch juga menemukan bahwa Tuberkulosis ditularkan melalui udara, kolera ditularkan melalui air, penyakit tidur (lena) dipindah-pindahkan oleh kutu dan lalat Tsetse, malaria oleh nyamuk.

Pada tahun 1896 Koch menemukan Inokulasi Preventif. Ia mempelajari malaria, demam texas, lepra, surra, pes bubo, tipus ternak, dan penyakit tidur. Untuk menemukan sebab-sebab penyakit ia pergi ke mesir, afrika selatan, India, Italia, Jawa, Amerika Serikat, dan New Guinea.

Koch lahir di Clausthal, Prusia, pada tanggal 11 desember 1843 dan meninggal di Baden-Baden, Baden. Keduanya sekarang Jerman, pada tanggal 27 mei 1910. Ayahnya buruh tambang yang miskin tapi kaya akan anak. Orang tua Koch mempunyai 13 anak. Koch anak ketiga dan paling disayangi ibunya. Kakak-kakak koch diperbolehkan mengadu nasib di Amerika tapi Koch harus selalu dekat ibunya. Keluarga itu begitu miskin hingga hanya makan daging dua minggu sekali dan makan roti putih hanya pada hari minggu.

Koch anak yang cerdas, sejak kecil barang mainannya kaca pembesar (lup). Ia suka sekali mengamati benda-benda kecil dan serangga. Ia heran mengapa di bawah kaca itu serangga jadi tampak besar. Namun cita-cita yang sebenarnya ia ingin jadi penjelajah dunia dan pemburu ulung. Ia ingin menerobos hutan-hutan di Afrika dan padang es di kutub selatan. Mula-mula ayahnya ingin menitipkan anaknya ke tukang sepatu agar koch jadi tukang sepatu.

Untunglah rencana ayahnya berubah ketika Koch tamat gymnasium (setaraf dengan SMA) ayahnya mendapat warisan. Dengan warisan itu sang ayah dapat membiayai kuliah Koch di Universitas Gottingen. Koch ingin jadi dokter kapal. Dengan jadi dokter kapal ia mengira cita-citanya jadi penjelajah dan pemburu binatang buas akan tercapai. Tapi rupa-rupanya tuhan mempunyai rencana sendiri untuk Koch. Di universitas Gottingen Koch bertemu dengan Professor Jacob Helle. Yang dengan dengan tanggung jawab menganjurkan Koch agar jadi pemburu kuman atau bakteri, ialah makhluk hidup yang sangat kecil yang hanya dapat dilihat dengan mikroskop. Bakteri yang bentuknya seperti tongkat disebut basil (dari kata lain bacillus yang berarti tongkat).

Sesudah lulus kuliah dan mendapat gelar dokter, Koch jatuh cinta pada seorang gadis bernama Emmy. Emmy menekan Koch agar Koch mau melepaskan cita-citanya menjelajah dunia dan jadi pemburu. Daripada kehilangan calon istri, Koch mengalah. Tapi kelak Koch membalas dendam. Emmy diceraikan dan dengan istri mudanya Koch mengadakan perjalanan jauh ke Mesir, Afrika Selatan, India, Jawa, Amerika, dan sebagainya. Karena desakan ibunya dan Emmy, Koch terpakasa jadi dokter di desa Wollstein, dekat Breslau, Silesia. Beberapa bulan kemudian ia dan Emmy dikaruniai anak perempuan yang diberi nama Gertrude. Supaya Koch betah tinggal di rumah, emmy membelikan mikroskop. Tapi yang terjadi justru tak seperti yang diharapkan Emmy. Sejak itu Koch sibuk dengan mikroskopnya dan sering melupakan Emmy. Benih-benih perceraian mulai tampak. Pada umur 49 tahun Koch kawin lagi dengan mahasiswi jurusan seni yang berumur 18 tahun. Seperti sudah diceritakan diatas, istri baru ini mau diajak berpergian jauh, sedangkan Emmy tidak.

Kebanyakan pasien koch adalah petani dan peternak. Pada tahun 1875 pada umur 32 tahun, desa mereka dilanda wabah anthrax, penyakit ternak yang sangat ganas. Koch sangat kasihan melihat para petani dan peternak yang kehilangan ternaknya. Ia segera bekerja keras mencari penyebab penyakit itu, untuk menemukan penyebab penyakit, ia menciptakan 4 dalil (postulat) :
  1. Temukan mikrob masing-masing penyakit
  2. Isolir mikrob tersebut dan kembangbiakkan diluar tubuh
  3. Suntikkan mikrob tersebut ke tubuh hewan yang sehat dan ciptakan kembali penyakit tersebut
  4. Ambilah mikrob dari hewan yang dibuat sakit itu dan ulangilah kembali seluruh proses tersebut.

Dengan ke-4 dalil itu Koch berhasil menemukan basil Anthrax, spora basil Anthrax, dan siklus kehidupan penyakit Anthrax. Pasteur, mikrobiologi Prancis, menemukan vaksin Anthrax. Dengan demikian kedua orang itu dapat menyelamatkan ratusan ribu ternak, tapi jangan mengira bahwa kedua orang itu bekerja sama dengan rukun. Pasteur (orang Perancis) dan Koch (orang Jerman) saling bersaing kalau bukan saling bermusuhan. Pasteur tinggal di Perancis, Koch tinggal di Jerman. Pasteur taat kepada agama tapi bersifat angkuh, suka berdebat karena pandai bicara, sedangkan Koch rendah hati, tak pandai bicara, tapi bekerja dengan sangat teliti dan berhasil meraih hadiah Nobel. Pasteur suka membuat dugaan atau terkaan, tapi Koch berusaha menemukan bukti yang tak terbantah lagi. Koch adalah guru yang cakap dan efektif. Ia mengajar dengan sedikit bicara tapi banyak memberikan contoh, peragaan, dan petunjuk. Murid-muridnya para pembantunya (Gaffky, Kitasato) jadi benar-benar ahli dalam bidangnnya. Dua dari bekas muridnya (Behring dan Ehrlich) memenangkan hadiah Nobel.

Koch hanyalah dokter didesa tapi seorang penemu yang orisinil. Dialah yang menemukan teknik tetes gantung, ialah cara mengisolir bakteri diantara dua keping kaca yang dirapatkan, tapi pada kaca yang satu dibuat ceruk atau lekuk, dan dan ditutup dengan kaca yang lain. Bakteri yang akan diamati diletakkan pada kaca penutup. Ketika koch tidak dapat melihat basil Tuberculosis yang tembus cahaya, ia berhasil menemukan zat warna (anilin, biru metilena) hingga basil itu tampak balam mikroskop. Ketika ia tahu bahwa basil Tuberkulosis tidak dapat dibiakkan diluar tubuh, ia barhasil menemukan gelatin dan adonan serum darah, hingga basil tuberkulosis dapat dibiakkan di luar tubuh.

Baca selanjuntnya...

Carl (Karl) Bosch : Ahli Kimia, Penemu Metoda Tekanan Tinggi Kimia

Tuesday, October 16, 2007

Carl (Karl) Bosch (1874-1940) adalah ahli kimia Jerman, pengusaha industri, insinyur, ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Jerman. Perusahaan Bosch memproduksi amonia buatan dan metanol buatan. Bersama Friedrich Bergius, Bosch mendapat Hadiah Nobel bidang kimia karena menemukan metoda tekanan tinggi kimia.

Bosch lahir di Cologne pada tanggal 27 Agustus 1874 dan meningal 26 April 1940 di Heidelberg, Jerman pada umur 66 tahun. Pada umur 20 tahun Bosch belajar di Charlottenburg untuk jadi ahli metalurgi dan insinyur. Metalurgi adalah ilmu dan teknologi yang mempelajari logam, struktur logam, sifat-sifat logam, prose pembuatan logam, dan sebagainya.

Di perguruan tinggi tersebut Bosch meraa kecewa karena mata kuliah yang Bosch terima hanya berdasarkan pengalaman dosen-dosen belaka, bukan ilmu dalam arti sekarang. Maka dua tahun kemudian Bosch pindah kuliah ke Universitas Leipzig. Di sini Bosch tidak belajar metalurgi tapi kimia. Pada tahun 1899, pada umur 25 tahun Bosch bekerja di Bandische Anilin-und Soda Fabrik (BASF) di kota Ludwigshafen. Nama pabrik itu kemudian jadi I.G. Ferbenindustrie AG.

Dalam perusahaan itu ada tiga sifat Bosch yang sangat menonjol. Bosch belajar terus meskipun sudah punya titel Insinyur. Bosch mendorong teman bekerjanya maju. Bosch membuat rencana-rencana jangka panjang. Bosch pandai mengorganisir kelompok kerjanya. Kedudukannya dalam perusahaan menanjak dengan cepat. Dalam waktu 11 tahun Bosch berhasil menduduki jabatan tertinggi di perusahaan itu. Bosch dipilih jadi presiden direktur perusahaan pada umur 36 tahun (1935).

Kira-kira pada tahun 1900 dunia kekurangan pupuk nitrogen. Pupuk itu dibuat dari nitrat yang didatangkan dari Chile. Amerika Selatan. Tapi nitrat Chile tidak dapat memenuhi kebutuhan dunia akan pupuk. Padahal tanaman membutuhkan nitrogen atau zat lemas. Bagaimana cara membuat pupuk yang mengandung nitrogen?

Pada tahun 1909 Haber, ahli kimia jerman, berhasil mengembangkan proses pembuatan amonia sintetis.Amonia itu terbuat dari nitrogen dan hitrogen.Perbandingannya 1:3. Rumus kimianya NH3. Tapi Haber hanya dapat membuat amonia sintetis di dalam laboratorium. Maka Bosch menyerahkan pembuatan amonia buatan kepada Bosch. Bosch kemudian memproduksi amonia buatan secara besar-besaran. Hal itu terjadi pada tahun 1911.

Empat tahun kemudian (1915) perusahaan Bosch mengoksidasikan amonia dan memproduksikan asam nitrat. Asam nitrat banyak di pakai dalam industri kimia untuk membuat obat-obatan, zat warna, dan bahan peledak. Pada tahun 1923 perusahaan Bosch memproduksi secara besar-besaran metanol buatan. Metanol adalah alkohol cair yang paling sederhana. Metanol juga disebut karbinol, alkohol kayu, alkohol kaca, atau metil alkohol. Metanol sintetis dibuat dengan jalan mereaksikan campuran hidrogen dan gas-gas karbon monoksida dengan tekanan tinggi.

Campuran itu disebut gas sintetis. Gas sintetis dapat dibuat dari bermacam-macam ampas, sampah, produk buangan, bahan bakar apa saja yang mengandung karbon, seperti batu bara, gas alam, minyak dan kayu. Metanol dipakai untuk bahan bakar, untuk motor, sebagai pelarut organik dalam pembuatan lak dan vernis, dalam pembuatan formaldehida untuk zat warna, dan sebagai bahan mendenaturasikan etanol. Untuk karya-karyanya tersebut Bosch bersama Borgius pada tahun 1931 mendapat Hadiah Nobel. Enam tahun kemudian (1937) Bosch dipilih jadi ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Jerman, menggantikan Max Planck.

Baca selanjuntnya...

Sir John Douglas Cockcroft : Ahli Fisika, Penemu Akselerator Partikel

Thursday, September 20, 2007

Sir John Douglas Cockcroft (1897-1967) adalah ahli fisika Inggris, penemu akselerator partikel. Penemu cara mengubah unsur dengan proton, pemenang Hadiah Nobel, guru besar, doktor, insinyur, ketua lembaga atom. Bersama Ernest T.S. Walton pada tahun 1951, Douglas menerima Hadiah Nobel untuk fisika karena mereka adalah orang pertama di dunia yang mengubah inti atom dengan menembakkan akselerator partikel untuk mempelajari inti atom.

Cockcorft lahir di Todmorden, Yorkshire, Inggris, pada tanggal 27 Mei 1897 dan meninggal di Cambridge pada tanggal 18 September 1967 pada umur 70 tahun. Ayah Cockcorft pemilik pabrik tekstil. Cockcorft mendapat gelar insinyur listrik dari Manchester College of Technology.

Selama Perang Dunia I Douglas ikut pasukan meriam. Ketika terjadi pertempuran di Somme, Douglas termasuk prajurit yang selamat. Sesudah Perang Dunia I selesai, Douglas kuliah lagi di Universitas Cambridge. Pada umur 31 tahun Douglas berhasil menggondol gelar doktor. Sesudah itu Douglas memperdalam pengetahuannya di bidang fisika pada Rutherford, ahli fisika Inggris kelahiran Serlandia Baru yang menemukan proton, sinar alfa dan beta.

Sudah berabad-abad lamanya ahli alkemi berusaha mengubah sebuah unsur jadi unsur yang lain. Dalam ilmu kimia, perubahan unsur ini disebut transmutasi. Pada tahun 1919 Rutherford berhasil mentransmutasikan nitrogen jadi oksigen dengan cara membom inti nitrogen dengan partikel alfa. Partikel alfa ini berasal dari zat radioaktif. Tapi sumber radioaktif sulit diperoleh. Jumlah partikel alfa yang dihasilkan juga terlalu sedikit. Kecuali itu partikel alfa tidak cukup kuat untuk membom inti atom yang lebih berat.

Pada tahun 1932 Cockcorft dan Walton membuat akselerator partikel yang pertama di dunia. Akselerator partikel adalah alat untuk mempercepat dan memperbesar energi elektron atau proton. Dengan alat itu mereka membom atom litium dengan proton. Hasilnya berilium yang kemudian pecah jadi dua partikel. Mereka menggabungkan litium dan hidroen untuk membentuk helium.

Baca selanjuntnya...

Victor Francis Hess : Ahli Fisika, Penemu Sinar Kosmik

Wednesday, June 20, 2007

Victor Francis Hess (1883-1964) adalah ahli fisika Austria, penemu sinar kosmik (1912), doktor, dan guru fisika Amerika Serikat. Hess mendapat hadiah Nobel untuk fisika untuk pada tahun 1936 karena menemukan sinar kosmik tersebut. Sinar kosmik adalah radiasi energi tinggi yang berasal dari angkasa luar.

Hess lahir di Waldstein, Styria, Austria, dari pasangan Vinzens Hess dan Serafine Edle von Grossbauer-Waldstätt, pada tanggal 24 Juni 1883 dan meninggal di Mount Vernon, New York, pada tanggal 17 Desember 1964 pada umur 81 tahun. Ayahnya penjaga hutan. Tapi Hess dapat mengikuti kuliah di Universitas Graz dan Wina sampai mendapat gelar doktor pada tahun 1906 pada umur 23 tahun. Kemudian Hess mengadakan riset di bidang radio aktivitas dan listrik di atmosfer.

Pada akhir tahun 1800-an, untuk mempelajari radio aktivitas, para ahli fisika menggunakan elektroskop. Elektroskop adalah alat untuk menyelidiki apakah sebuah benda bermuatan listrik atau tidak. Alat itu juga dipakai untuk mengetahui sejumlah radiasi. Bila terdapat radio aktivitas, elektroskop selalu kehilangan muatan listriknya. Maka para ahli fisika lalu melindungi elektroskop agar tidak kehilangan muatan listriknya. Tapi berapa rapat dan tebalnya pelindung itu, elektroskop lambat laun juga kehilangan muatannya. Mula-mula para ahli fisika menyimpulkan bahwa di permukaan tanah terdapat radio aktivitas. Jadi makin tinggi dari tanah makin sedikit radiasinya.

Pada tahun 1911-1912 Hess naik balon sampai 10 kali mencapai ketinggian 5.000 meter. Hess membawa elektroskop dan perlengkapan lainnya. Hess yakin bahwa makin tinggi dari tanah elektroskop makin lambat kehilangan muatan. Tapi apa yang terjadi? Hess terkejut sekali ketika mengetahui bahwa dugaannya meleset sama sekali. Makin tinggi balon naik ke atmosfer, makin cepat elektroskop kehilangan muatan. Mula-mula Hess mengira hal ini disebabkan oleh radiasi (sinar) matahari. Maka Hess naik balon pada malam hari. Hasilnya sama saja. Maka Hess berkesimpulan bahwa ada partikel yang jatuh ke bumi yang berasal dari luar angkasa. Partikel-partikel itulah yang menyebabkan elektroskop kehilangan muatan listriknya. Robert A. Millikan, ahli fisika Amerika Serikat, membenarkan pendapat Hess. Hess menamakan hujan partikel itu sinar kosmik. Tapi baik Hess maupun Millikan belum tahu apa sebenarnya sinar kosmik itu.

Setelah Hess menemukan sinar kosmik, para ahli fisika mulai sibuk mempelajari sinar tersebut, antara lain Carl David Anderson, ahli fisika Amerika Serikat, dan Cecil F.Powell, ahli fisika Inggris. Pada tahun 1930 Anderson mempelajari sinar gamma dan sinar kosmik. Dua tahun kemudian (1932) Hess berhasil menemukan positron atau antielektron. Karena penemuannya ini Hess mendapat Hadiah Nobel untuk fisika (1936). Tapi sinar kosmik masih tetap merupakan teka-teki. Maka Powell pada tahun 1939 mengirimkan pelat-pelat foto yang dilumasi emulsi yang sangat peka ke atmosfer dengan balon. Hess seolah-olah memotret sinar kosmik. Setelah menganalisis hasil pemotretannya pada tahun 1947 Hess menemukan meson dalam sinar kosmik. Zaman sekarang banyak orang sudah tahu bahwa sinar kosmik terdiri dari proton, netron, elektron, positron, foton, dan meson.

Baca selanjuntnya...

Johannes Hans Daniel Jensen : Ahli Fisika, Penemu Teori Struktur Kulit Inti Atom

Saturday, May 26, 2007

Johannes Hans Daniel Jensen (25 Juni 1907 – 11 Februari 1973) adalah penemu ahli fisika Jerman, penemu teori struktur kulit inti atom, pemenang hadiah nobel, guru besar, dan pengarang. Jensen lahir di Hamburg, Jerman pada tanggal 25 Juni 1907. Selama 5 tahun (1936-1941) Jensen bekerja di Universitas Hamburg, kemudian pindah ke Institut Tekhnilogi Hannover dan bekerja disitu selama 8 tahun (1941-1949). Akhirnya Jensen bekerja di Universitas Heidelberg.

Menurut Jensen, inti atom memiliki struktur seperti struktur kulit elektron yang berlapis-lapis dengan garis tengah yang berbeda-beda. Dalm inti atom ada kulit yang berlapis-lapis juga tempat proton dan netron berputar mengelilingi suatu titik. Lapis-lapis kulit itu ditempati proton dan netron dengan susunan menurut sifat-sifat proton dan netron.

Pada tahun yang sama (1949) ditempat yang berlainan Maria Goeppert Mayer, ahli fisika Amerika Serikat, menemukan teori yang sama di Universitas Chicago. Padahal mereka bekerja sendiri-sendiri. Pada tahun itu juga Jensen bersama Winger ahli fisika Amerika Serikat kelahiran Hongaria, mengajukan model kulit inti atom. Kemudian Jensen bekerja sama dengan Mayer mengarang buku yang berjudul Teori Dasar Struktur Kulit Inti Atom dan terbit pada tahun 1955. Pada tahun 1963 Johannes Hans Daniel Jensen, Maria Goeppert Mayer, dan E.P. Wigner, mendapat hadiah Nobel untuk fisika karena dapat menerangkan sifat-sifat inti atom secara terperinci.

Baca selanjuntnya...

Walter Houser Brattain : Ahli Fisika, Penemu Transistor

Saturday, May 19, 2007

Walter Houser Brattain (1902 - 1987) adalah ahli fisika Amerika Serikat, penemu Transistor. Brattain lahir di Amoi.Cina, pada tanggal 10 Februari 1902 dari pasangan Ross R. Brattain dan Ottilie Houser dan meninggal pada 13 Oktober 1987. Bersama William Shockley dan Jhon Bardeen.Brattain menemukan transistor pada tahun 1947.

Sembilan tahun kemudian (1956) ketiga ahli fisika itu menerima hadiah Nobel untuk fisika karena mereka menyelidiki semi konduktor dan menemukan transisitor. Ketiga orang itu adalah ilmuan yang bekerja untuk Laboratorium Telepon Bell. Pada umur 22 tahun Brattain lulus dari Whitman College, Walla-Walla. Washington. Dua tahun kemudian Brattain lulus dari Universitas Oregon. Pada umur 27 tahun Brattain lulus dari Universitas Minnesota.

Selama 38 tahun (1929-1967) Brattain bekerja sebagai ahli fisika riset di Laboratorium Telepon Bell. Di tempat ini Brattain bertugas mempelajari semikonduktor. Semikonduktor adalah penghantar listrik yang kurang baik mutunya jika dibandingkan dengan konduktor. Contoh konduktor adalah logam. Contoh semikonduktor adalah silikon dan germanium.

Brattain selalu bekerja sama dengan William Shockley dan Jhon Bardeen pada tahun 1947 (sumber lain menyebut 1948) ketiga orang itu menemukan transistor (transfer resistor). Transistor adalah alat untuk memperkuat, mengatur, dan membangkitkan sinyal listrik. Transistor banyak dipakai dalam radio, televisi, komputer, roket, dan satelit. Sebelum tahun 1950 radio menggunakan tabung hampa. Sesudah tahun tersebut orang lebih suka menggunakan transistor karena lebih ringan, lebih kecil, lebih efesien, lebih hemat energi daripada tabung hampa. Penemuan transsistor membuka lembaran baru sejarah elektronika.

Baca selanjuntnya...

Friedrich Bergius, Ahli Kimia Penemu Proses Bergius

Monday, March 5, 2007

Friedrich Bergius (1884 - 1949) adalah ahli kimia Jerman yang menemukan proses Bergius. Bersama Bosch pada tahun 1931, ia mendapat Hadiah Nobel untuk kimia, karena mengembangkan metode hidrogenasi yang perlu untuk proses Bergius itu. Dengan proses tersebut Bergius dapat mengubah debu batu bara jadi bahan bakar minyak dan bensin.

Bergius juga menemukan cara membuat gula dari kayu dan makanan buatan dari gula. Penemuanya ini menyebabkan Jerman dapat memiliki bahan bakar dan bahan pangan selama perang II Bergius mengumumkan (1946) bahwa ia telah menemukan cara membuat daging buatan dari kayu.

Hidrogenasi adalah istilah yang merujuk pada reaksi kimia yang menghasilkan adisi hidrogen (H2). Proses ini umumnya terdiri dari adisi sepasang atom hidrogen ke sebuah molekul. Penggunaan katalis diperlukan agar reaksi yang berjalan efisien dan dapat digunakan; hidrogenasi non-katalitik hanya berjalan dengan kondisi temperatur yang sangat tinggi. Hidrogen beradisi ke ikatan rankap dua dan tiga hidrokarbon.



Oleh karena pentingnya hidrogen, banyak reaksi-reaksi terkait yang telah dikembangkan untuk kegunaannya. Kebanyakan hidrogenasi menggunakan gas hidrogen (H2), namun ada pula beberapa yang menggunakan sumber hidrogen alternatif; proses ini disebut hidrogenasi transfer. Reaksi balik atau pelepasan hidrogen dari sebuah molekul disebut dehidrogenasi. Reaksi di mana ikatan diputuskan ketika hidrogen diadisi dikenal sebagai hidrogenolisis. Hidrogenasi berbeda dengan protonasi atau adisi hidrida; pada hidrogenasi, produk yang dihasilkan mempunyai muatan yang sama dengan reaktan.

Contoh reaksi hidrogenasi adalah adisi hidrogen ke asam maleat, menghasilkan asam suksinat seperti gambar di samping.Beberapa aplikasi penting hidrogenasi ditemukan dalam bidang petrokimia, farmasi, dan industri makanan. Hidrogenasi lemak takjenuh menghasilkan lemak jenuh, dan kadang pula lemak trans. Dengan hidrogenasi batu bara dapat diubah menjadi minyak dan diubah menjadi mentanol dan alkohol. Dengan hidrogenasi minyak tumbuhan dapat diubah menjadi lemak hewan. Dengan hidrogenesi minyak kacang tanah dapat diperbaiki mutunya : rasa nya jadi lebih lezat, bau nya lebih sedap.

Jabatan ayahnya presiden direktur pabrikan kimia. ia belajar di Universitas Breslau, leipzig, dan berlin. ia juga kuliah di Institute Teknologi Hanover. Di Karisruhe ia belajar di bawah bimbingan Haber yang menemukan Amoniak Sintetis dengan proses tekanan tinggi. Amoniak Sintetis itu di buat dari Nitrogen dan Hidrogen yang dipanaskan sampai suhu 600 derajat Celcius dan ditekan sampai 1000 atmosfer. Amoniak cair antara lain dipakai sebagai bahan pencuci wol,dipakai pada mesin pendingin, pada pembuatan soda, dan sebagai pembunuh hama.

Pada tahun 1909 Bergius mendirikan laboratorium reset milik pribadi di Hanover. Ia melanjutkan mempelajari pengaruh tekanan tinggi pada reaksi kimia. Ia juga mengarang buku dengan judul “Manfaat Tekanan Tinggi pada Reaksi Kimia” (1913). Selama 12 tahun ia mencari metoda mengubah batu bara jadi minyak dengan cara yang paling hemat. usaha nya berhasil. Ia menjual paten nya kepada Standard Oil Company. sesudah perang dunia II ia pindah ke Argentina, Amerika Selatan,d an meniggal di sana.

Bergius lahir di Goldschmieden, dekat Breslau, Jerman, pada tanggal 11 Oktober 1884 dan meninggal di Buenos Aires, Argentina, pada tanggal 30 Maret 1949 pada umur 65 tahun.

Baca selanjuntnya...

Copyright   © 2010 Blog Academy All Rights Reserved

Powered by Mr.D