Showing posts with label Astronom. Show all posts
Showing posts with label Astronom. Show all posts

Nicolaus Copernicus : Astronom (Ahli Perbintangan), Penemu Sistem Matahari

Monday, April 19, 2010

Nicolaus Copernicus (1473-1543) Astronom (ahli perbintangan), penemu Sistem Matahari atau Sistem Copernicus, Bapak Astronomi Modern, dokter, doctor, pengarang, kanunik, tidak pernah kawin berkebangsaan Polandia (nama Polandianya : Nicolaus Koppernik). Sistem Copernicus (matahari sebagai pusat tata surya) menyebabkan ditemukannya Hukum Kepler dan Hukum Gravitasi Newton.

Copernicus dilahirkan pada tanggal 14 Februari 1473 di kota Torun di tepi sungai Vistula, Polandia dan meninggal pada tanggal 24 Mei 1543 di Frauenburg, Prusia Timur, Polandia dalam usia 70 tahun. Ayahnya bernama Nicholas Koppernigk, seorang pedagang kaya dan berpengaruh di Kota Torun, Polandia. Ibunya bernama Barbara Waczenrode juga berasal dari keluarga kaya.

Copernicus merupakan anak bungsu dan mempunya tiga kakak yaitu Barbara yang menjadi biara, Katherina, dan Andrew . Pada saat usia 2 tahun ibunya meninggal dunia dan delapan tahun kemudian bapaknya juga meninggal dunia pada saat Copernicus berusia 10 tahun. Copernicus dan kakak-kakaknya kemudian asuh oleh pamannya Lucas Waczenrode yang kemudian menjadi uskup di Ermeland.

Sebagai anak muda belia, Copernicus belajar di Universitas Cracow, selaku murid yang menaruh minat besar terhadap ihwal ilmu perbintangan atau astrologi, filsafat, geometri, dan geografi. Di Universitas inilah Nicholas Koppernik mengganti nama mejadi Nicolaus Copernicus karena bahasa pengantar yang dipakai di Universitas Cracow adalah bahasa latin. Pada usia dua puluhan dia pergi melawat ke Italia, belajar kedokteran dan hukum di Universitas Bologna dan Padua yang kemudian dapat gelar Doktor dalam hukum gerejani dari Universitas Ferrara. Copernicus menghabiskan sebagian besar waktunya tatkala dewasa selaku staf pegawai Katedral di Frauenburg (istilah Polandia: Frombork), selaku ahli hukum gerejani yang sesungguhnya Copernicus tak pernah jadi astronom profesional, kerja besarnya yang membikin namanya melangit hanyalah berkat kerja sambilan.

Selama berada di Italia, Copernicus sudah berkenalan dengan ide-ide filosof Yunani Aristarchus dari Samos (abad ke-13 SM). Filosof ini berpendapat bahwa bumi dan planet-planet lain berputar mengitari matahari. Copernicus jadi yakin atas kebenaran hipotesa "heliocentris" ini, dan tatkala dia menginjak usia empat puluh tahun dia mulai mengedarkan buah tulisannya diantara teman-temannya dalam bentuk tulisan-tulisan ringkas, mengedepankan cikal bakal gagasannya sendiri tentang masalah itu. Copernicus memerlukan waktu bertahun-tahun melakukan pengamatan, perhitungan cermat yang diperlukan untuk penyusunan buku besarnya De Revolutionibus Orbium Coelestium (Tentang Revolusi Bulatan Benda-benda Langit), yang melukiskan teorinya secara terperinci dan mengedepankan pembuktian-pembuktiannya.

Pada waktu itu pendapat Aristoteles tentang susunan tata surya sudah diterima mentah-mentah selama 1600 tahun dan juga pendapat Ptolemeus diterima mentah-mentah selama 1400 tahun padahal pendapat keduanya terbukti salah besar. Keduanya berpendapat bahwa bumi tak bergerak dan dikelilingi oleh matahari dan bintang-bintang. Pendapat ini membuat kalender kacau balau.

Untuk membuktikan bahwa bumi mengelilingi matahari harus ditemukan aberasi cahaya dan paralaks. Manusia membutuhkan waktu 185 tahun untuk menemukan aberasi cahaya. Pada tahun 1728 Bradley, ahli astronomi Inggris menemukan aberasi cahaya. Untuk menemukan paralaks manusia membutuhkan waktu 297 tahun. Bessel, ahli astronomi Jerman menemukan paralaks pada tahun 1840, hampir 30 tahun setelah Copernicus mengemukakan teorinya. Jadi Bradley dan Bessel yang membuktikan teorinya.

Di tahun 1533, tatkala usianya menginjak enam puluh tahun, Copernicus mengirim berkas catatan-catatan ceramahnya ke Roma. Di situ dia mengemukakan prinsip-prinsip pokok teorinya tanpa mengakibatkan ketidaksetujuan Paus. Baru tatkala umurnya sudah mendekati tujuh puluhan, Copernicus memutuskan penerbitan bukunya, dan baru tepat pada saat meninggalnya dia dikirimi buku cetakan pertamanya dari si penerbit. Ini tanggal 24 Mei 1543.

Dalam buku itu Copernicus dengan tepat mengatakan bahwa bumi berputar pada porosnya, bahwa bulan berputar mengelilingi matahari dan bumi, serta planet-planet lain semuanya berputar mengelilingi matahari. Tapi, seperti halnya para pendahulunya, dia membuat perhitungan yang serampangan mengenai skala peredaran planet mengelilingi matahari. Juga, dia membuat kekeliruan besar karena dia yakin betul bahwa orbit mengandung lingkaran-lingkaran. Jadi, bukan saja teori ini ruwet secara matematik, tapi juga tidak betul. Meski begitu, bukunya lekas mendapat perhatian besar. Para astronom lain pun tergugah, terutama astronom berkebangsaan Denmark, Tycho Brahe, yang melakukan pengamatan lebih teliti dan tepat terhadap gerakan-gerakan planet. Dari data-data hasil pengamatan inilah yang membuat Johannes Kepler akhirnya mampu merumuskan hukum-hukum gerak planet yang tepat.

Meski Aristarchus lebih dari tujuh belas abad lamanya sebelum Copernicus sudah mengemukakan persoalan-persoalan menyangkut hipotesa peredaran benda-benda langit, adalah layak menganggap Copernicuslah orang yang memperoleh penghargaan besar. Sebab, betapapun Aristarchus sudah mengedepankan pelbagai masalah yang mengandung inspirasi, namun dia tak pernah merumuskan teori yang cukup terperinci sehingga punya manfaat dari kacamata ilmiah. Tatkala Copernicus menggarap perhitungan matematik hipotesa-hipotesa secara terperinci, dia berhasil mengubahnya menjadi teori ilmiah yang punya arti dan guna. Dapat digunakan untuk dugaan-dugaan, dapat dibuktikan dengan pengamatan astronomis, dapat bermanfaat di banding lain-lain teori yang terdahulu bahwa dunialah yang jadi sentral ruang angkasa.

Jelaslah dengan demikian, teori Copernicus telah merevolusionerkan konsep kita tentang angkasa luar dan sekaligus sudah merombak pandangan filosofis kita. Namun, dalam hal penilaian mengenai arti penting Copernicus, haruslah diingat bahwa astronomi tidaklah mempunyai jangkauan jauh dalam penggunaan praktis sehari-hari seperti halnya fisika kimia dan biologi. Sebab, hakekatnya orang bisa membikin peralatan televisi, mobil, atau pabrik kimia modern tanpa mesti saedikitpun pun menggunakan teori Copernicus. (Sebaliknya, orang tidak bakal bisa membikin benda-benda itu tanpa menggunakan buah pikiran Faraday, Maxwell, Lavosier atau Newton).

Tetapi, jika semata-mata kita mengarahkan perhatian hanya semata-mata kepada pengaruh langsung Copernicus di bidang teknologi, kita akan kehilangan arti penting Copernicus yang sesungguhnya. Buku Copernicus punya makna yang tampaknya tak memungkinkan baik Galileo maupun Kepler menyelesaikan kerja ilmiahnya. Kesemua mereka adalah pendahulu-pendahulu yang penting dan menentukan bagi Newton, dan penemuan merekalah yang membikin kemungkinan bagi Newton merumuskan hukum-hukum gerak dan gaya beratnya. Secara historis, penerbitan De Revolutionobus Orbium Coelestium merupakan titik tolak astronomi modern. Lebih dari itu, merupakan titik tolak pengetahuan modern.

Baca selanjuntnya...

Sir Arthur Stanley Eddington : Ahli Fisika dan Matematika, Astronom, Filsafat Sains, Penemu Astrofisika Teori

Tuesday, November 6, 2007

Sir Arthur Stanley Eddington (1882-1994) adalah ahli astronomi, fisika, dan matematika Inggris. Penemu astrofisika teori, penemu hukum massa kecemerlangan bintang, ahli filsafat sains, pengarang, penceramah, guru besar, direktur, dan diangkat jadi bangsawan.

Eddington lahir di Kendal, Westmorland, Inggris, pada tanggal 28 Desember 1882 dan meninggal di Cambridge, Cambridgeshire, pada umur tanggal 22 November 1994 pada umur 62 tahun. Ayahnya kepala sekolah yang berbakat dan berpendidikan tinggi, tapi meninggal ketika Eddington baru berumur 2 tahun.

Eddington bersama kakak perempuannya lalu dipindah oleh ibunya ke Weston super Mare di Somerset. Eddington jadi besar dan masuk SD disitu. Pada umur16 tahun Eddington masuk Owens College , Manchester. Pada umur 20 tahun Eddington masuk Trinity College, Cambridge. Bakat matematikanya tampak menonjol sejak di SD. Eddington selalu mendapat hadiah pertama di bidang matematika. Maka dengan mudah Eddington mendapat beasiswa. Pada umur 25 tahun Eddington mendapat beasiswa dari Trinity College. Pada umur 31 tahun Eddington di angkat jadi guru besar astronomi di Cambridge. Pada umur 32 tahun Eddington di angkat jadi direktur laboratorium Cambridge.

Pada tahun 1906-1913 ia jadi pembantu utama Observatorium Kerajaan di Greenwich. Kemudian ia membuat karya tulis berjudul “Gerak Bintang dan Struktur Alam Semesta “(1914). Antara lain ia menulis bahwa kabut spiral, struktur berawan yang terlihat dalam teleskop, adalah galaksi-galaksi seperti Bima Sakti. Pada tahun itu juga pecah perang dunia 1. Ia menolak ikut wajib militer, karena ia penganut sekte agama yang disebut Quaker. Eddington adalah ilmuwan yang taat kepada agama. Pada tahun 1929 bukunya yang berjudul “Ilmu dan Dunia” yang tak terlihat terbit. Ia menerangkan bahwa arti hidup dan adanya dunia tidak dapat ditemukan oleh ilmu dan hanya dapat dijelaskan dengan keyakinan adanya realitas spiritual.

Pada tahun 1919 ia mengadakan ekspedisi ke Pulau Principe di Afrika Barat untuk membuktikan teori Einstein yang mengatakan bahwa sinar berjalan melengkung di dekat bintang bermassa besar. Dialah orang pertama di dunia yang menyebarluaskan Teori Relativitas Eistein di Inggris, Ia juga menulis “Struktur dalam Bintang “(1925).

Baca selanjuntnya...

Galileo Galilei : Ahli Astronomi, Matematika, Fisika, Penemu Hukum Benda Jatuh

Saturday, June 2, 2007

Galileo Galilei (1564-1642) adalah ahli astronomi Italia, ahli matematika, ahli fisika, guru besar, pengarang, penemu hokum gerak yang kemudian dirumuskan oleh Newton, bapak metode eksperimental, penemu hukum benda jatuh, penemu hukum bandul, penemu thermometer dan teleskop, penemu teori matematik gerak parabola.

Galileo orang pertama di dunia yang menerapkan matematika untuk menganalisis mekanika. Galileo menghubungkan fisika dan astronomi dengan matematika dan tidak dengan filsafat tradisional. Galileo menentang pendapat Aristoteles dan Ptolomeus.

Sebenarnya orang pertama di dunia yang menemukan teleskop atau teropong adalah Hans Lippershey, ahli optika Belanda, pada tahun 1608. Tapi Lippershey tidak mau menerima patennya. Ketika mendengar hal itu Galileo lalu membuat teleskop sendiri. Mula-mula teleskopnya hanya mampu membesarkan benda 9 kali dan akhirnya berhasil membuat teleskop yang mampu membesarkan benda 33 kali. Dengan teleskop sederhana ini Galileo jadi masyhur karena menemukan cincin Saturnus, empat buah bulan Yupiter, gunung-gunung dan kawah-kawah dibulan. Galileo juga menemukan di bawah galaksi sebenarnya gugusan bintang yang berjuta-juta banyaknya.

Galileo lahir di Pisa,Italia,pada tanggal 15 Febuari 1564 dan meninggal di Arcetri pada tanggal 8 januari 1642 pada umur 78 tahun karena demam. Galileo lahir tiga hari sebelum Michelangelo meninggal dan tutup usia satu tahun sebelum Newton lahir. Ayah Galileo bernama Vicenzo Galilei, ahli musik dan matematika. Galileo mengharapkan Galileo menjadi dokter. Ketika Galileo berumur 10 tahun, orang tuanya pindah ke Florence, di sini Galileo bersekolah di biara Vallombrosa. Pada umurnya 17 tahun Galileo disuruh ayahnya masuk Universitas Pisa jurusan kedokteran.

Pada suatu hari Galileo masuk ke Katedral kota itu. Disitu Galileo melihat lampu gantung yang sedang dinyalakan oleh koster (pelayan gereja). Lampu-lampu itu berayun-ayun karena disentuh koster. Lebar ayunanya bermacam-macam. Galieo menghitung lamanya ayunan dengan denyut nadinya karena waktu itu belum ada alrloji atau alat ukur lainnya. Setiba dirumah Galileo mengulangi peristiwa itu dengan bola dari berbagai ukuran dan berat. Akhirnya Galileo menemukan hukum ini :
Waktu ayun tidak tergantung pada lebar ayun dan berat bandul, asal lebar ayun tidak terlalu besar. Waktu ayun berbanding lurus dengan panjang bandul dan berbanding terbalik dengan akar percepatan yang disebabkan gaya grafitasi.
Galileo belajar matematika pada Ostilio Ricci, guru di Istana Tuscana. Galileo mulai jemu kuliah kedokteran dan pada umur 21 tahun berhenti kuliah tanpa gelar dokter karena kurang biaya. Galileo mulai mengarang karyanya tentang neraca hidrostatik (1586) dan pusat gaya berat pada benda padat (1589) menyebabkan Galileo terkenal di Italia dan diangkat jadi dosen di Universitas Padua. Galileo punya pembantu bernama Maria Gamba. Dengan wanita ini Galileo mendapatkan dua anak perempuan dan laki-laki.

Dosen-dosen universitas di seluruh Italia menganggap ajaran Aristoteles dan Ptolemues paling benar. Aristoteles mengatakan bahwa benda berat jatuh lebih dulu ke bumi dari pada benda ringan. Dan mengatakan bahwa permukaan bulan rata dan memancarkan cahaya. Ptolemes mengatakan bahwa bumi tidak bergerak’ matahari dan bintang-bitang mengelilingi bumi. Tokoh-tokoh agama mengikuti ajaran Ptolemeus karena dalam kitab suci tertulis! Matahari, berhentilah! Kalimat ini disalah tafsirkan bahwa mataharilah yang bergerak bukan bumi. (Bandingkanlah dengan kalimat sehari-hari matahari terbit dan terbenam).

Kata orang Galileo menjatuhkan benda berbagai ukuran dan berat dari menara Pisa. Percobaan ini disaksikan oleh para Mahasiswa dan para Ilmuwan. Benda-beda itu jatuh bersamaan di bumi. Dengan ini terbukti bahwa teori Aristoteles tentang benda jatuh keliru. Dengan teleskopnya. Galileo dapat membuktikan bahwa Aristoteles dan Ptolemeus tentang benda-benda angkasa beserta gerak dan susunannya juga salah Galileo memihak dan mendukung teori Copernicus yang mengatakan bahwa matahari pusat tata surya. Oleh karena itu Galileo di tangkap para tokoh agama, diadili, dikenakan tahanan rumah.

Baca selanjuntnya...

Copyright   © 2010 Blog Academy All Rights Reserved

Powered by Mr.D