Showing posts with label Opini. Show all posts
Showing posts with label Opini. Show all posts

Kenapa Kita Harus Hemat Kertas

Monday, January 18, 2016

Kenapa Kita Harus Hemat Kertas. Sekarang ini, kertas merupakan salah satu kebutuhan penting pokok, walaupun penggunaan kertas untuk media cetak sudah mulai tergerus oleh adanya perangkat digital tetapi kenyataannya penggunaan kertas masih terus meningkat. Salah satu pengguna kertas potensial adalah dunia pendidikan. Apakah mungkin penggunaan kertas untuk dunia pendidikan dikurangi? Sekarang ini banyak sekali hal-hal yang seharusnya tidak perlu dicetak harus dicetak berulang-ulang setiap saat. Pengtingkah mengurangi kertas?

Beberapa kampus besar di Indonesia sudah mulai peduli dengan pengurangan penggunaan kertas, dengan menerapkan program "paperless office". Penggunaan kertas hanya untuk hal-hal yang memang urgen untuk dicetak, jika memungkinkan untuk penggunaan file kenapa harus dicetak pada kertas. Mengurangi kertas menggunaan kertas berarti menyelamatkan pohon dan menyelamatkan dunia.

Sebagian besar kertas dibuat dari pohon pinus dan pada pohon pinus yang sudah dewasa mempunyai diameter sekitar 30 cm dan tingginya 18,3 meter. Dengan mengabaikan keruncingannya, kira-kira 1,3 meter persegi dari pohon (pi x radius persegi empat x panjang = 3,14 x 6 x 6 x 60 x 12). Jadi, 2 x 4 bagian kayu beratnya kira-kira 4,5 kilogram dan memuat kayu 0,008 meter kubik (3,5 x 1,5 x 8 x 12). Hal ini berarti berat satu pohon pinus kira-kira 730 kilogram. Pabrik pembuat kertas akan mengubah kayu menjadi bubur. Hasilnya kira-kira 50% atau setengah dari pohon adalah simpul, lignin, dan bahan-bahan lainnya yang tidak baik digunakan untuk membuat kertas. Jadi, hasil satu pohon pinus kira-kira 365 kilogram kayu.

Satu rim kertas mempunyai berat kira-kira 2,27 kilogram (5 pon) dan terdiri atas 500 lembar kertas. (Kita sering melihat kertas digambarkan sebagai stok 20 pon atau stok 24 pon. Gambaran ini menggantikan berat dari 500 lembar dari 17 inci x 22 inci kertas). Jadi sebuah pohon akan menghasilkan 805/5 x 500 atau.. 80.500 lembar kertas.

Cukup rumit memang, tapi itulah kira-kira gambaran pengunaan kertas kita. Data kerusakan hutan di Indonesia memang masih simpang siur dan belum ada data yang tepat, karena adanya perbedaan persepsi dan kepentingan dalam mengungkapkan data tentang kerusakan hutan. Laju deforestasi di Indonesia menurut perkiraan World Bank antara 700.000 sampai 1.200.000 ha per tahun, dimana deforestasi oleh peladang berpindah ditaksir mencapai separuhnya. Namun World Bank mengakui bahwa taksiran laju deforestasi didasarkan pada data yang lemah.





Sedangkan menurut FAO, menyebutkan laju kerusakan hutan di Indonesia mencapai 1.315.000 ha per tahun atau setiap tahunnya luas areal hutan berkurang sebesar satu persen (1%). Berbagai LSM peduli lingkungan mengungkapkan kerusakan hutan mencapai 1.600.000 – 2.000.000 ha per tahun dan lebih tinggi lagi data yang diungkapkan oleh Greenpeace, bahwa kerusakan hutan di Indonesia mencapai 3.800.000 ha per tahun yang sebagian besar adalah penebangan liar atau illegal logging. Sedangkan ada ahli kehutanan yang mengungkapkan laju kerusakan hutan di Indonesia adalah 1.080.000 ha per tahun.

Sebagai gambaran luas pulau Bali adalah 5.636,66 km2 atau 563.666 ha, sehingga bisa dibandingkan berapa luas laju deforestasi hutan di Indonesia. Banyak sekali dampak yang diakibatkan oleh berkurangnya hutan di Indonesia.




Oleh karena itu marilah kita stop deforestasi hutan di Indonesia dengan salah satu cara mengurangi kertas. Semakin sedikit kita mengkonsumsi kertas, semakin sedikit pohon yang akan tertebang untuk dibuburkan hingga menjadi kertas itu. Marilah kita berusaha untuk melestarikan lingkungan mulai dari diri kita sensiri, dari tingkatan yang rendah dahulu, hingga akhirnya mencapai cakupan yang lebih luas. Tidak akan pernah ada kerugian yang kita peroleh jika alam kita kembali lestari. Bumi semakin segar, polusi semakin lenyap, dan hidup semakin sehat.

Hemat kertas, selamat pohon, selamatkan hutan, selamatkan dunia!

(Dwi Susilo, dari berbagai sumber)

Baca selanjuntnya...

Refleksi 10 Tahun Reformasi

Wednesday, May 21, 2008



21 Mei 1998 jam 09.00 WIB, Soeharto presiden ke-2 Republik Indonesia mengundurkan diri. Presiden yang telah berkuasa selama 32 tahun akhirnya mengahiri masa jabatannya dengan tragis seperti pendahulunya. Orde baru telah runtuh dan berganti era reformasi. Kini telah genap 10 tahun tahun reformasi tetapi tidak ada perubahan yang berarti, bahkan yang ada kenaikan tarif listrik, BBM, dan semua barang dan jasa juga mengalami kenaikan yang luar biasa. Reformasi memang tidak berhenti tetapi telah salah arah. Para tokoh reformasi justru tidak dapat berbuat banyak setelah runtuhnya rezim orde baru. Di bulan Mei ini juga terjadi gelombang demontrasi yang siap menggoyang SBY-JK akibat rencana kenaikan BBM. Akankah SBY-JK akan mengalami nasib yang sama Soeharto di bulan Mei ini......, (may be yes....may be...no)

Kronologis Reformasi
Era Reformasi di Indonesia dimulai pada pertengahan 1998, tepatnya saat Presiden Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998 dan digantikan wakil presiden BJ Habibie.Krisis finansial Asia yang menyebabkan ekonomi Indonesia melemah dan semakin besarnya ketidak puasan masyarakat Indonesia terhadap pemerintahan pimpinan Soeharto saat itu menyebabkan terjadinya demonstrasi besar-besaran yang dilakukan berbagai organ aksi mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia.Pemerintahan Soeharto semakin disorot setelah Tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998 yang kemudian memicu Kerusuhan Mei 1998 sehari setelahnya. Gerakan mahasiswa pun meluas hampir diseluruh Indonesia. Di bawah tekanan yang besar dari dalam maupun luar negeri, Soeharto akhirnya memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

22 Januari 1998
Rupiah tembus 17.000,- per dolar AS, IMF tidak menunjukkan rencana bantuannya.

12 Februari 1998
Soeharto menunjuk Wiranto, menjadi Panglima Angkatan Bersenjata.

5 Maret 1998
Dua puluh mahasiswa Universitas Indonesia mendatangi Gedung DPR/MPR untuk menyatakan penolakan terhadap pidato pertanggungjawaban presiden yang disampaikan pada Sidang Umum MPR dan menyerahkan agenda reformasi nasional. Mereka diterima Fraksi ABRI

10 Maret 1998
Soeharto terpilih kembali untuk masa jabatan lima tahun yang ketujuh kali dengan menggandeng B.J. Habibie sebagai Wakil Presiden.

14 Maret 1998
Soeharto mengumumkan kabinet baru yang dinamai Kabinet Pembangunan VII. Bob Hasan dan anak Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana, terpilih menjadi menteri.

14 Maret 1998
Soeharto mengumumkan kabinet baru yang dinamai Kabinet Pembangunan VII. Bob Hasan dan anak Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana, terpilih menjadi menteri.
15 April 1998
Soeharto meminta mahasiswa mengakhiri protes dan kembali ke kampus karena sepanjang bulan ini mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi swasta dan negeri melakukan berunjukrasa menuntut dilakukannya reformasi politik 18 April Menteri Pertahanan dan Keamanan/Panglima ABRI Jendral Purn. Wiranto dan 14 menteri Kabinet Pembangunan VII mengadakan dialog dengan mahasiswa di Pekan Raya Jakarta namun cukup banyak perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang menolak dialog tersebut.

1 Mei 1998
Soeharto melalui Menteri Dalam Negeri Hartono dan Menteri Penerangan Alwi Dachlan mengatakan bahwa reformasi baru bisa dimulai tahun 2003.

2 Mei 1998
Pernyataan itu diralat dan kemudian dinyatakan bahwa Soeharto mengatakan reformasi bisa dilakukan sejak sekarang (1998). Mahasiswa di Medan, Bandung dan Yogyakarta menyambut kenaikan harga bahan bakar minyak dengan demonstrasi besar-besaran. Demonstrasi disikapi dengan represif oleh aparat. Di beberapa kampus terjadi bentrokan.

4 Mei 1998
Harga BBM meroket 71%, disusul 3 hari kerusuhan di Medan dengan korban sedikitnya 6 meninggal.

7 Mei 1998
Peristiwa Cimanggis, Bentrokan antara mahasiswa dan aparat keamanan terjadi di kampus Fakultas Teknik Universitas Jayabaya, Cimanggis, yang mengakibatkan sedikitnya 52 mahasiswa dibawa ke RS Tugu Ibu, Cimanggis. Dua di antaranya terkena tembakan di leher dan lengan kanan, sedangkan sisanya cedera akibat pentungan rotan dan mengalami iritasi mata akibat gas air mata.

8 Mei 1998
Peristiwa Gejayan, 1 mahasiswa Yogyakarta tewas terbunuh.

9 Mei 1998
Soeharto berangkat seminggu ke Mesir untuk menghadiri pertemuan KTT G-15. Ini merupakan lawatan terakhirnya keluar negeri sebagai Presiden RI.

12 Mei 1998
Tragedi Trisakti, 4 Mahasiswa Trisakti terbunuh.

13 Mei 1998
Kerusuhan Mei 1998 pecah di Jakarta. Kerusuhan juga terjadi di kota Solo. Soeharto yang sedang menghadiri pertemuan negara-negara berkembang G-15 di Kairo, Mesir, memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Sebelumnya, dalam pertemuan tatap muka dengan masyarakat Indonesia di Kairo, Soeharto menyatakan akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden. Etnis Tionghoa mulai eksodus meninggalkan Indonesia.

14 Mei 1998
Demonstrasi terus bertambah besar hampir di seluruh kota-kota di Indonesia, demonstran mengepung dan menduduki gedung-gedung DPRD di daerah. Soeharto seperti dikutip koran, mengatakan bersedia mengundurkan diri jika rakyat menginginkan. Ia mengatakan itu di depan masyarakat Indonesia di Kairo. Kerusuhan di Jakarta berlanjut, ratusan orang meninggal dunia akibat kebakaran yang terjadi selama kerusuhan terjadi.

15 Mei 1998
Selesai mengikuti KTT G-15, tanggal 15 Mei l998, Presiden Soeharto kembali ke tanah air dan mendarat di lapangan Halim Perdanakusuma di Jakarta, subuh dini hari. Menjelang siang hari, Presiden Soeharto menerima Wakil Presiden BJ Habibie dan sejumlah pejabat tinggi negara lainnya.

17 Mei 1998
Menteri Pariwisata, Seni dan Budaya, Abdul Latief melakukan langkah mengejutkan pada Ahad, 17 Mei 1998. Ia mengajukan surat pengunduran diri kepada Presiden Soeharto dengan alasan masalah keluarga, terutama desakan anak-anaknya.

18 Mei 1998
Pukul 15.20 WIB, Ketua MPR yang juga ketua Partai Golkar, Harmoko di Gedung DPR, yang dipenuhi ribuan mahasiswa, dengan suara tegas menyatakan, demi persatuan dan kesatuan bangsa, pimpinan DPR, baik Ketua maupun para Wakil Ketua, mengharapkan Presiden Soeharto mengundurkan diri secara arif dan bijaksana. Harmoko saat itu didampingi seluruh Wakil Ketua DPR, yakni Ismail Hasan Metareum, Syarwan Hamid, Abdul Gafur, dan Fatimah Achmad.
Pukul 21.30 WIB, empat Menko diterima Presiden Soeharto di Cendana untuk melaporkan perkembangan. Mereka juga berniat menggunakan kesem-patan itu untuk menyarankan agar Kabinet Pembangunan VII dibubarkan saja, bukan di-reshuffle. Tujuannya, agar mereka yang tidak terpilih lagi dalam kabinet reformasi tidak terlalu "malu". Namun, niat itu - mungkin ada yang membocorkan - tampaknya sudah diketahui oleh Presiden Soeharto. Ia langsung mengatakan, "Urusan kabinet adalah urusan saya." Akibatnya, usul agar kabinet dibubarkan tidak jadi disampaikan. Pembicaraan beralih pada soal-soal yang berkembang di masyarakat.
Pukul 23.00 WIB Menhankam/Panglima ABRI Jenderal TNI Wiranto mengemukakan, ABRI menganggap pernyataan pimpinan DPR agar Presiden Soeharto mengundurkan diri itu merupakan sikap dan pendapat individual, meskipun pernyataan itu disampaikan secara kolektif. Wiranto mengusulkan pembentukan "Dewan Reformasi". Gelombang pertama mahasiswa dari FKSMJ dan Forum Kota memasuki halaman dan menginap di Gedung DPR/MPR.

19 Mei 1998
Pukul 09.00-11.32 WIB, Presiden Soeharto bertemu ulama dan tokoh masyarakat, yakni Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama Abdurrahman Wahid, budayawan Emha Ainun Nadjib, Direktur Yayasan Paramadina Nucholish Madjid, Ketua Majelis Ulama Indonesia Ali Yafie, Prof Malik Fadjar (Muhammadiyah), Guru Besar Hukum Tata Negara dari Universitas Indonesia Yusril Ihza Mahendra, KH Cholil Baidowi (Muslimin Indonesia), Sumarsono (Muhammadiyah), serta Achmad Bagdja dan Ma'aruf Amin dari NU. Dalam pertemuan yang berlangsung selama hampir 2,5 jam (molor dari rencana semula yang hanya 30 menit) itu para tokoh membeberkan situasi terakhir, dimana eleman masyarakat dan mahasiswa tetap menginginkan Soeharto mundur. Soeharto lalu mengajukan pembentukan Komite Reformasi Presiden Soeharto mengemukakan, akan segera mengadakan reshuffle Kabinet Pembangunan VII, dan sekaligus mengganti namanya menjadi Kabinet Reformasi. Presiden juga membentuk Komite Reformasi. Nurcholish sore hari mengungkapkan bahwa gagasan reshuffle kabinet dan membentuk Komite Reformasi itu murni dari Soeharto, dan bukan usulan mereka.
Pukul 16.30 WIB, Menko Ekuin Ginandjar Kartasasmita bersama Menperindag Mohamad Hasan melaporkan kepada Presiden soal kerusakan jaringan distribusi ekonomi akibat aksi penjarahan dan pembakaran. Bersama mereka juga ikut Menteri Pendayagunaan BUMN Tanri Abeng yang akan melaporkan soal rencana penjualan saham BUMN yang beberapa peminatnya menyatakan mundur. Pada saat itu, Menko Ekuin juga menyampaikan reaksi negatif para senior ekonomi; Emil Salim, Soebroto, Arifin Siregar, Moh Sadli, dan Frans Seda, atas rencana Soeharto membentuk Komite Reformasi dan me-reshuffle kabinet. Mereka intinya menyebut, tindakan itu mengulur-ulur waktu. Ribuan mahasiswa menduduki Gedung DPR/MPR, Jakarta. Amien Rais mengajak massa mendatangi Lapangan Monumen Nasional untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Dilaporkan bentrokan terjadi dalam demonstrasi di Universitas Airlangga, Surabaya.

20 Mei 1998
Amien Rais membatalkan rencana demonstrasi besar-besaran di Monas, setelah 80.000 tentara bersiaga di kawasan Monas. 500.000 orang berdemonstrasi di Yogyakarta, termasuk Sultan Hamengkubuwono X. Demonstrasi besar lainnya juga terjadi di Surakarta, Medan, Bandung. Harmoko mengatakan Soeharto sebaiknya mengundurkan diri pada Jumat, 22 Mei, atau DPR/MPR akan terpaksa memilih presiden baru.
Pukul 14.30 WIB, 14 menteri bidang ekuin mengadakan pertemuan di Gedung Bappenas. Dua menteri lain, yakni Mohamad Hasan dan Menkeu Fuad Bawazier tidak hadir. Mereka sepakat tidak bersedia duduk dalam Komite Reformasi, ataupun Kabinet Reformasi hasil reshuffle. Semula ada keinginan untuk menyampaikan hasil pertemuan itu secara langsung kepada Presiden Soeharto, tetapi akhirnya diputuskan menyampaikannya lewat sepucuk surat. Alinea pertama surat itu, secara implisit meminta agar Soeharto mundur dari jabatannya. Perasaan ditinggalkan, terpukul, telah membuat Soeharto tidak mempunyai pilihan lain kecuali memutuskan untuk mundur. Ke 14 menteri itu adalah Akbar Tandjung, AM Hendropriyono, Ginandjar Kartasasmita, Giri Suseno, Haryanto Dhanutirto, Justika Baharsjah, Kuntoro Mangkusubroto, Rachmadi Bambang Sumadhijo, Rahardi Ramelan, Subiakto Tjakrawerdaya, Sanyoto Sastrowardoyo, Sumahadi, Theo L. Sambuaga dan Tanri Abeng.
Pukul 20.00 WIB, surat itu kemudian disampaikan kepada Kolonel Sumardjono. Surat itu kemudian disampaikan kepada Presiden Soeharto. Soeharto kemudian bertemu dengan tiga mantan Wakil Presiden; Umar Wirahadikusumah, Sudharmono, dan Try Sutrisno.
Pukul 23.00 WIB, Soeharto memerintahkan ajudan untuk memanggil Yusril Ihza Mahendra, Mensesneg Saadillah Mursjid, dan Panglima ABRI Jenderal TNI Wiranto. Soeharto sudah berbulat hati menyerahkan kekuasaan kepada Wapres BJ Habibie. Wiranto sampai tiga kali bolak-balik Cendana-Kantor Menhankam untuk menyikapi keputusan Soeharto. Wiranto perlu berbicara dengan para Kepala Staf Angkatan mengenai sikap yang akan diputuskan ABRI dalam menanggapi keputusan Soeharto untuk mundur. Setelah mencapai kesepakatan dengan Wiranto, Soeharto kemudian memanggil Habibie.
Pukul 23.20 WIB, Yusril Ihza Mahendra bertemu dengan Amien Rais. Dalam pertemuan itu, Yusril menyampaikan bahwa Soeharto bersedia mundur dari jabatannya. kata-kata yang disampaikan oleh Yusril itu, "The old man most probably has resigned". Yusril juga menginformasikan bahwa pengumumannya akan dilakukan Soeharto 21 Mei 1998 pukul 09.00 WIB. Kabar itu lalu disampaikan juga kepada Nurcholish Madjid, Emha Ainun Najib, Utomo Danandjaya, Syafii Ma'arif, Djohan Effendi, H Amidhan, dan yang lainnya. Lalu mereka segera mengadakan pertemuan di markas para tokoh reformasi damai di Jalan Indramayu 14 Jakarta Pusat, yang merupakan rumah dinas Dirjen Pembinaan Lembaga Islam, Departemen Agama, Malik Fadjar. Di sana Cak Nur - panggilan akrab Nurcholish Madjid - menyusun ketentuan-ketentuan yang harus disampaikan kepada pemerintahan baru.

21 Mei 1998
Pukul 01.30 WIB, Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Amien Rais dan cendekiawan Nurcholish Madjid (almarhum) pagi dini hari menyatakan, "Selamat tinggal pemerintahan lama dan selamat datang pemerintahan baru".
Pukul 9.00 WIB, Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya pada pukul 9.00 WIB. Soeharto kemudian mengucapkan terima kasih dan mohon maaf kepada seluruh rakyat dan meninggalkan halaman Istana Merdeka didampingi ajudannya, Kolonel (Kav) Issantoso dan Kolonel (Pol) Sutanto (kemudian menjadi Kepala Polri). Mercedes hitam yang ditumpanginya tak lagi bernomor polisi B-1, tetapi B 2044 AR. Wakil Presiden B.J. Habibie menjadi presiden baru Indonesia. Jenderal Wiranto mengatakan ABRI akan tetap melindungi presiden dan mantan-mantan presiden, "ABRI akan tetap menjaga keselamatan dan kehormatan para mantan presiden/mandataris MPR, termasuk mantan Presiden Soeharto beserta keluarga." Terjadi perdebatan tentang proses transisi ini. Yusril Ihza Mahendra, salah satu yang pertama mengatakan bahwa proses pengalihan kekuasaan adalah sah dan konstitusional.

22 Mei 1998
Habibie mengumumkan susunan "Kabinet Reformasi". Letjen Prabowo Subiyanto dicopot dari jabatan Panglima Kostrad. Di Gedung DPR/MPR, bentrokan hampir terjadi antara pendukung Habibie yang memakai simbol-simbol dan atribut keagamaan dengan mahasiswa yang masih bertahan di Gedung DPR/MPR. Mahasiswa menganggap bahwa Habibie masih tetap bagian dari Rezim Orde Baru. Tentara mengevakuasi mahasiswa dari Gedung DPR/MPR ke Universitas Atma Jaya

Baca selanjuntnya...

100 Tahun Kebangkitan Nosional Menuju Kebangkrutan Nasional

Tuesday, May 20, 2008


Hari ini Selasa 20 Mei 2008 diperingati sebagai 100 tahun kebangkitan nasional. Peringatan hari kebangkitan nasional kali sangat istimewa selain diperingati yang ke 100 juga sebagai awal dari KEBANGKRUTAN NASIONAL. Beberapa contoh kasus penyebab kebangkrutan nasional yaitu : Konversi minyak Tanah ke elpiji tetapi pasokan elpiji yang tidak cukup sehingga membuat harga gas dan tabung gas di beberapa daerah yang belum terkena konversi melambung tinggi, rencana kenaikan BBM yang akan berdampak pada kenaikan harga kebutuhan rumah tangga, rencana penjualan aset-aset negara. Sebentar lagi mungkin Istana Negara juga di jual atau dikontrakkan ke negara asing.....! Kalo Thailand, India, Brazil, Rusia, dan Cina sekarang ini sudah siap-siap menyaingi Amerika, Jepang dan Eropa dalam perekonomian kita sebagai bangsa Indonesia justru siap-siap diambang kebangkrutan.....

SELAMAT MEMPERINGATI 100 TAHUN KEBANGKITAN NASIONAL DAN MEMASUKI ERA KEBENGKRUTAN NASIONAL.

Sejarah Kebangkitan Nasional
Kebangkitan nasional merupakan masa bangkitnya semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan 350 tahun. Masa ini diawali dengan dua peristiwa penting Boedi Oetomo (1908) dan Sumpah Pemuda (1928). Masa ini merupakan salah satu dampak politik etis yang mulai diperjuangkan sejak masa Multatuli.

Tokoh-tokoh kebangkitan nasional, antara lain: Sutomo, Gunawan, dr. Tjipto Mangunkusumo, Suwardi Suryoningrat (Ki Hajar Dewantara), dr. Douwes Dekker, dll

Selanjutnya pada 1912 berdirilah partai politik pertama Indische Partij. Pada tahun ini juga Haji Samanhudi mendirikan Sarekat Dagang Islam (Solo), KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah (Yogyakarta) dan Dwijo Sewoyo dan kawan-kawan mendirikan Asuransi Jiwa Bersama Bumi Putera di Magelang.

Suwardi Suryoningrat yang tergabung dalam Komite Boemi Poetera, menulis Als ik eens Nederlander was (Seandainya aku orang Belanda), 20 Juli 1913 yang memprotes keras rencana pemerintah jajahan Belanda merayakan 100 tahun kemerdekaan Belanda di Hindia Belanda. Karena tulisan inilah dr. Tjipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryoningrat dihukum dan diasingkan ke Banda dan Bangka, tetapi “karena boleh memilih”, keduanya dibuang ke Negeri Belanda. Di sana Suwardi justru belajar ilmu pendidikan dan dr. Tjipto karena sakit dipulangkan ke Indonesia.

Budi Utomo
Budi Utomo adalah organisasi pemuda yang didirikan oleh Dr. Sutomo pada tanggal 20 Mei 1908. Berdirinya Budi Utomo menjadi awal gerakan yang bertujuan mencapai kemerdekaan Indonesia.

Budi Utomo lahir dari pertemuan-pertemuan dan diskusi yang sering dilakukan di perpustakaan School tot Opleiding van Inlandsche Artsen oleh beberapa mahasiswa, antara lain Soetomo, Goenawan Mangoenkoesoemo, Goembrek, Saleh, dan Soeleman. Mereka memikirkan nasib bangsa yang sangat buruk dan selalu dianggap bodoh dan tidak bermartabat oleh bangsa lain (Belanda), serta bagaimana cara memperbaiki keadaan yang amat buruk dan tidak adil itu. Para pejabat pangreh praja (sekarang pamong praja) kebanyakan hanya memikirkan kepentingan sendiri dan jabatan. Dalam praktik mereka pun tampak menindas rakyat dan bangsa sendiri, misalnya dengan menarik pajak sebanyak-banyaknya untuk menyenangkan hati atasan dan para penguasa Belanda.

Para pemuda mahasiswa itu juga menyadari bahwa orang-orang lain mendirikan perkumpulan hanya untuk golongan sendiri dan tidak mau mengajak, bahkan tidak menerima, orang Jawa sesama penduduk Pulau Jawa untuk menjadi anggota perkumpulan yang eksklusif, seperti Tiong Hoa Hwee Koan untuk orang Tionghoa dan Indische Bond untuk orang Indo-Belanda. Pemerintah Hindia Belanda jelas juga tidak bisa diharapkan mau menolong dan memperbaiki nasib rakyat kecil kaum pribumi, bahkan sebaliknya, merekalah yang selama ini menyengsarakan kaum pribumi dengan mengeluarkan peraturan-peraturan yang sangat merugikan rakyat kecil.

Para pemuda itu akhirnya berkesimpulan bahwa merekalah yang harus mengambil prakarsa menolong rakyatnya sendiri. Pada waktu itulah muncul gagasan Soetomo untuk mendirikan sebuah perkumpulan yang akan mempersatukan semua orang Jawa, Sunda, dan Madura yang diharapkan bisa dan bersedia memikirkan serta memperbaiki nasib bangsanya. Perkumpulan ini tidak bersifat eksklusif tetapi terbuka untuk siapa saja tanpa melihat kedudukan, kekayaan, atau pendidikannya.

Pada awalnya, para pemuda itu berjuang untuk penduduk yang tinggal di Pulau Jawa dan Madura, yang untuk mudahnya disebut saja suku bangsa Jawa. Mereka mengakui bahwa mereka belum mengetahui nasib, aspirasi, dan keinginan suku-suku bangsa lain di luar Pulau Jawa, terutama Sumatera, Sulawesi, dan Maluku. Apa yang diketahui adalah bahwa Belanda menguasai suatu wilayah yang disebut Hindia (Timur) Belanda (Nederlandsch Oost-Indie), tetapi sejarah penjajahan dan nasib suku-suku bangsa yang ada di wilayah itu bermacam-macam, begitu pula kebudayaannya. Dengan demikian, sekali lagi pada awalnya Budi Utomo memang memusatkan perhatiannya pada penduduk yang mendiami Pulau Jawa dan Madura saja karena, menurut anggapan para pemuda itu, penduduk Pulau Jawa dan Madura terikat oleh kebudayaan yang sama.

Sekalipun para pemuda itu merasa tidak tahu banyak tentang nasib, keadaan, sejarah, dan aspirasi suku-suku bangsa di luar Pulau Jawa dan Madura, mereka tahu bahwa saat itu orang Manado di Sulawesi mendapat gaji lebih banyak dan diperlakukan lebih baik daripada orang Jawa. Padahal, dari sisi pendidikan, keduanya berjenjang sama. Itulah sebabnya pemuda Soetomo dan kawan-kawan tidak mengajak pemuda-pemuda di luar Jawa untuk bekerja sama, hanya karena khawatir untuk ditolak.

Pada hari Minggu, 20 Mei 1908, pada pukul sembilan pagi, bertempat di salah satu ruang belajar STOVIA, Soetomo menjelaskan gagasannya. Dia menyatakan bahwa hari depan bangsa dan Tanah Air ada di tangan mereka. Maka lahirlah Boedi Oetomo. Namun, para pemuda juga menyadari bahwa tugas mereka sebagai mahasiswa kedokteran masih banyak, di samping harus berorganisasi. Oleh karena itu, mereka berpendapat bahwa "kaum tua"-lah yang harus memimpin Budi Utomo, sedangkan para pemuda sendiri akan menjadi motor yang akan menggerakkan organisasi itu.

Sepuluh tahun pertama Budi Utomo mengalami beberapa kali pergantian pemimpin organisasi. Kebanyakan memang para pemimpin berasal kalangan "priayi" atau para bangsawan dari kalangan keraton, seperti Raden Adipati Tirtokoesoemo, bekas Bupati Karanganyar (presiden pertama Budi Utomo), dan Pangeran Ario Noto Dirodjo dari Keraton Pakualaman.

Budi Utomo mengalami fase perkembangan penting saat kepemimpinan Pangeran Noto Dirodjo. Saat itu, Douwes Dekker, seorang Indo-Belanda yang sangat properjuangan bangsa Indonesia, dengan terus terang mewujudkan kata "politik" ke dalam tindakan yang nyata. Berkat pengaruhnyalah pengertian mengenai "tanah air Indonesia" makin lama makin bisa diterima dan masuk ke dalam pemahaman orang Jawa. Maka muncullah Indische Partij yang sudah lama dipersiapkan oleh Douwes Dekker melalui aksi persnya. Perkumpulan ini bersifat politik dan terbuka bagi semua orang Indonesia tanpa terkecuali. Baginya "tanah air" (Indonesia) adalah di atas segala-galanya.

Pada masa itu pula muncul Sarekat Islam, yang pada awalnya dimaksudkan sebagai suatu perhimpunan bagi para pedagang besar maupun kecil di Solo dengan nama Sarekat Dagang Islam, untuk saling memberi bantuan dan dukungan. Tidak berapa lama, nama itu diubah oleh, antara lain, Tjokroaminoto, menjadi Sarekat Islam, yang bertujuan untuk mempersatukan semua orang Indonesia yang hidupnya tertindas oleh penjajahan. Sudah pasti keberadaan perkumpulan ini ditakuti orang Belanda. Munculnya gerakan yang bersifat politik semacam itu rupanya yang menyebabkan Budi Utomo agak terdesak ke belakang. Kepemimpinan perjuangan orang Indonesia diambil alih oleh Sarekat Islam dan Indische Partij karena dalam arena politik Budi Utomo memang belum berpengalaman.

Karena gerakan politik perkumpulan-perkumpulan tersebut, makna nasionalisme makin dimengerti oleh kalangan luas. Ada beberapa kasus yang memperkuat makna tersebut. Ketika Pemerintah Hindia Belanda hendak merayakan ulang tahun kemerdekaan negerinya, dengan menggunakan uang orang Indonesia sebagai bantuan kepada pemerintah yang dipungut melalui penjabat pangreh praja pribumi, misalnya, rakyat menjadi sangat marah.

Kemarahan itu mendorong Soewardi Suryaningrat (yang kemudian bernama Ki Hadjar Dewantara) untuk menulis sebuah artikel "Als ik Nederlander was" (Seandainya Saya Seorang Belanda), yang dimaksudkan sebagai suatu sindiran yang sangat pedas terhadap pihak Belanda. Tulisan itu pula yang menjebloskan dirinya bersama dua teman dan pembelanya, yaitu Douwes Dekker dan Tjipto Mangoenkoesoemo ke penjara oleh Pemerintah Hindia Belanda (lihat: Boemi Poetera). Namun, sejak itu Budi Utomo tampil sebagai motor politik di dalam pergerakan orang-orang pribumi.

Agak berbeda dengan Goenawan Mangoenkoesoemo yang lebih mengutamakan kebudayaan dari pendidikan, Soewardi menyatakan bahwa Budi Utomo adalah manifestasi dari perjuangan nasionalisme. Menurut Soewardi, orang-orang Indonesia mengajarkan kepada bangsanya bahwa "nasionalisme Indonesia" tidaklah bersifat kultural, tetapi murni bersifat politik. Dengan demikian, nasionalisme terdapat pada orang Sumatera maupun Jawa, Sulawesi maupun Maluku.

Pendapat tersebut bertentangan dengan beberapa pendapat yang mengatakan bahwa Budi Utomo hanya mengenal nasionalisme Jawa sebagai alat untuk mempersatukan orang Jawa dengan menolak suku bangsa lain. Demikian pula Sarekat Islam juga tidak mengenal pengertian nasionalisme, tetapi hanya mempersyaratkan agama Islam agar seseorang bisa menjadi anggota.

Namun, Soewardi tetap mengatakan bahwa pada hakikatnya akan segera tampak bahwa dalam perhimpunan Budi Utomo maupun Sarekat Islam, nasionalisme "Indonesia" ada dan merupakan unsur yang paling penting.

Baca selanjuntnya...

Mengenal Piala Thomas dan Uber

Tuesday, May 13, 2008


Kemarin Tim Indonesia berhasil lolos ke babak perempat final Thomas dan Uber Cup yang di selenggarakan di Jakarta, Indonesia. Tim Putra memastikan lolos perempat final setelah berhasil mengalahkan Thailand dengan skor 3-2 dan mengalahkan Jerman 5-0. Sementara Tim Putri berhasil mengalahkan Tim Jepang dengan skor 4-1 dan Belanda 5-0. Fantastic.....! Dengan materi pemain yang ada sekarang ini dan dukungan seporter yang luar biasa Tim Indonesia punya peluang untuk menjadi Juara. Target Meraih Piala Thomas dan Runner Up untuk Uber cukup realistis untuk diwujudkan.

Sejarah Badminton / Bulu Tangkis
Olah raga yang dimainkan dengan kok dan raket, kemungkinan berkembang di Mesir kuno sekitar 2000 tahun lalu tetapi juga disebut-sebut di India dan Tiongkok.

Nenek moyang terdininya diperkirakan ialah sebuah permainan Tionghoa, Jianzi yang melibatkan penggunaan kok tetapi tanpa raket. Alih-alih, objeknya dimanipulasi dengan kaki. Objek/misi permainan ini adalah untuk menjaga kok agar tidak menyentuh tanah selama mungkin tanpa menggunakan tangan.

Di Inggris sejak zaman pertengahan permainan anak-anak yang disebut Battledores dan Shuttlecocks sangat populer. Anak-anak pada waktu itu biasanya akan memakai dayung/tongkat (Battledores) dan bersiasat bersama untuk menjaga kok tetap di udara dan mencegahnya dari menyentuh tanah. Ini cukup populer untuk menjadi nuansa harian di jalan-jalan London pada tahun 1854 ketika majalah Punch mempublikasikan kartun untuk ini.

Penduduk Inggris membawa permainan ini ke Jepang, Republik Rakyat China, dan Siam (sekarang Thailand) selagi mereka mengolonisasi Asia. Ini kemudian dengan segera menjadi permainan anak-anak di wilayah setempat mereka.

Olah raga kompetitif bulutangkis diciptakan oleh petugas Tentara Britania di Pune, India pada abad ke-19 saat mereka menambahkan jaring/net dan memainkannya secara bersaingan. Oleh sebab kota Pune dikenal sebelumnya sebagai Poona, permainan tersebut juga dikenali sebagai Poona pada masa itu.

Para tentara membawa permainan itu kembali ke Inggris pada 1850-an. Olah raga ini mendapatkan namanya yang sekarang pada 1860 dalam sebuah pamflet oleh Isaac Spratt, seorang penyalur mainan Inggris, berjudul "Badminton Battledore - a new game" ("Battledore Bulutangkis - sebuah permainan baru"). Ini melukiskan permainan tersebut dimainkan di Gedung Badminton (Badminton House), estat Duke of Beaufort's di Gloucestershire, Inggris.

Rencengan peraturan yang pertama ditulis oleh Klub Badminton Bath pada 1877. Asosiasi Bulutangkis Inggris dibentuk pada 1893 dan kejuaraan internasional pertamanya berunjuk-gigi pertama kali pada 1899 dengan Kejuaraan All England.

Bulutangkis menjadi sebuah olah raga populer di dunia, terutama di wilayah Asia Timur dan Tenggara, yang saat ini mendominasi olah raga ini, dan di negara-negara Skandinavia.

International Badminton Federation (IBF) didirikan pada 1934 dan membukukan Inggris, Irlandia, Skotlandia, Wales, Denmark, Belanda, Kanada, Selandia Baru, dan Prancis sebagai anggota-anggota pelopornya. India bergabung sebagai afiliat pada 1936. Pada IBF Extraordinary General Meeting di Madrid, Spanyol, September 2006, usulan untuk mengubah nama International Badminton Federation menjadi Badminton World Federation (BWF) diterima dengan suara bulat oleh seluruh 206 delegasi yang hadir.

Thomas Cup

Piala Thomas adalah kejuaraan bulutangkis internasional untuk nomor beregu pria yang diadakan setiap dua tahun sekali. Nama kejuaraan ini berasal dari nama Sir George Alan Thomas, bekas Presiden IBF dan pemain bulutangkis dari Inggris yang menyumbangkan piala tersebut pada tahun 1939.

Piala Thomas adalah kejuaraan tertua yang diadakan oleh IBF. Kejuaraan yang pertama diadakan pada tahun 1948-1949. Pada tahun tersebut, turnamen ini diikuti oleh 10 negara: Kanada, Denmark, Inggris, Perancis, Irlandia, Wales, Amerika Serikat, India, Malaya dan Swedia. Sepanjang sejarahnya, hanya tiga negara yang pernah menjadi juara: Tiongkok, Malaysia (Malaya) dan Indonesia.

Piala Uber, kejuaraan beregu untuk putri dimulai pada tahun 1956 dan dilaksanakan bersamaan dengan Piala Thomas, namun mulai tahun 2010 penyelenggaraan kedua turnamen tersebut akan dipisah.

Setiap tim peserta Piala Thomas terdiri dari lima orang/pasangan (3 tunggal, 2 ganda).

Daftar Juara Thomas Cup

* 1948-49 di Preston dimenangkan oleh Malaya
* 1951-52 di Singapura dimenangkan oleh Malaya
* 1954-55 di Singapura dimenangkan oleh Malaya
* 1957-58 di Singapura dimenangkan oleh Indonesia
* 1960-61 di Jakarta dimenangkan oleh Indonesia
* 1963-64 di Tokyo dimenangkan oleh Indonesia
* 1966-67 di Jakarta dimenangkan oleh Malaysia
* 1969-70 di Kuala Lumpur dimenangkan oleh Indonesia
* 1972-73 di Jakarta dimenangkan oleh Indonesia
* 1975-76 di Bangkok dimenangkan oleh Indonesia
* 1978-79 di Jakarta dimenangkan oleh Indonesia
* 1981-82 di Kopenhagen dimenangkan oleh Tiongkok
* 1984 di Singapura dimenangkan oleh Indonesia
* 1986 di Kuala Lumpur dimenangkan oleh Tiongkok
* 1988 di Jakarta dimenangkan oleh Tiongkok
* 1990 di Kuala Lumpur dimenangkan oleh Tiongkok
* 1992 di Kuala Lumpur dimenangkan oleh Malaysia
* 1994 di Jakarta dimenangkan oleh Indonesia
* 1996 di Hongkong dimenangkan oleh Indonesia
* 1998 di Hongkong dimenangkan oleh Indonesia
* 2000 di Kuala Lumpur dimenangkan oleh Indonesia
* 2002 di Guang Zhou dimenangkan oleh Indonesia
* 2004 di Jakarta dimenangkan oleh Tiongkok
* 2006 di Tokyo dimenangkan oleh Tiongkok
* 2008 di Jakarta dimenangkan oleh

Uber Cup

Piala Uber adalah kejuaraan bulutangkis internasional untuk nomor beregu putri yang diadakan setiap dua tahun sekali. Nama kejuaraan ini berasal dari nama Betty Uber, bekas pemain bulutangkis dari Inggris.

Piala Uber yang pertama kali diadakan pada tahun 1956. Pada tahun tersebut, turnamen ini diikuti oleh 11 negara. Sepanjang sejarahnya, hanya empat negara yang pernah menjadi juara: Tiongkok, Amerika Serikat, Jepang dan Indonesia. Piala Uber awalnya diadakan setiap tiga tahun sekali, namun sejak tahun 1984, diadakan setiap dua tahun sekali bersama dengan Piala Thomas, kejuaraan beregu untuk putra yang dimulai lebih awal pada tahun 1948.

Setiap tim peserta Piala Uber terdiri dari lima orang/pasangan (3 tunggal, 2 ganda).

Daftar Juara Uber Cup

* 1957 - Amerika Serikat
* 1960 - Amerika Serikat
* 1963 - Amerika Serikat
* 1966 - Jepang
* 1969 - Jepang
* 1972 - Jepang
* 1975 - Indonesia
* 1978 - Jepang
* 1981 - Jepang
* 1984 - Tiongkok
* 1986 - Tiongkok
* 1988 - Tiongkok
* 1990 - Tiongkok
* 1992 - Tiongkok
* 1994 - Indonesia
* 1996 - Indonesia
* 1998 - Tiongkok
* 2000 - Tiongkok
* 2002 - Tiongkok
* 2004 - Tiongkok
* 2006 - Tiongkok

Baca selanjuntnya...

Hari Buruh Internasional

Thursday, May 1, 2008


Hari Buruh Internasional yang diperingati setiap 1 Mei dan populer dengan sebutan "May Day" lahir dari berbagai rentetan perjuangan kelas pekerja untuk meraih kendali ekonomi-politis hak-hak industrial. Perkembangan kapitalisme industri di awal abad 19 menandakan perubahan drastis ekonomi-politik, terutama di negara-negara kapitalis di Eropa Barat dan Amerika Serikat. Pengetatan disiplin dan pengintensifan jam kerja, minimnya upah, dan buruknya kondisi kerja di tingkatan pabrik, melahirkan perlawanan dari kalangan kelas pekerja.

Pada 1806 terjadi pemogokan pertama kelas pekerja oleh pekerja Cordwainers, Amerika Serikat. Pemogokan ini membawa para pengorganisirnya ke meja pengadilan dan juga mengangkat fakta bahwa kelas pekerja di era tersebut bekerja dari 19 sampai 20 jam seharinya. Sejak saat itu, perjuangan untuk menuntut direduksinya jam kerja menjadi agenda bersama kelas pekerja di Amerika Serikat.

Ada dua orang yang dianggap telah menyumbangkan gagasan untuk menghormati para pekerja, Peter McGuire dan Matthew Maguire, seorang pekerja mesin dari Paterson, New Jersey. Pada tahun 1872, McGuire dan 100.000 pekerja melakukan aksi mogok untuk menuntut mengurangan jam kerja. McGuire lalu melanjutkan dengan berbicara dengan para pekerja and para pengangguran, melobi pemerintah kota untuk menyediakan pekerjaan dan uang lembur. McGuire menjadi terkenal dengan sebutan "pengganggu ketenangan masyarakat".

Pada tahun 1881, McGuire pindah ke St. Louis, Missouri dan memulai untuk mengorganisasi para tukang kayu. Akhirnya didirikanlah sebuah persatuan yang terdiri atas tukang kayu di Chicago, dengan McGuire sebagai Sekretaris Umum dari "United Brotherhood of Carpenters and Joiners of America". Ide untuk mengorganisasikan pekerja menurut bidang keahlian mereka kemudian merebak ke seluruh negara. McGuire dan para pekerja di kota-kota lain merencanakan hari libur untuk Para pekerja di setiap Senin Pertama Bulan September di antara Hari Kemerdekaan dan hari Pengucapan Syukur.

Pada tanggal 5 September 1882, parade Hari Buruh pertama diadakan di kota New York dengan peserta 20.000 orang yang membawa spanduk bertulisan 8 jam kerja, 8 jam istirahat, 8 jam rekreasi. Maguire dan McGuire memainkan peran penting dalam menyelenggarakan parade ini. Dalam tahun-tahun berikutnya, gagasan ini menyebar dan semua negara bagian merayakannya.

Pada 1887, Oregon menjadi negara bagian pertama yang menjadikannya hari libur umum. Pada 1894. Presiden Grover Cleveland menandatangani sebuah undang-undang yang menjadikan minggu pertama bulan September hari libur umum resmi nasional.

Kongres Internasional Pertama diselenggarakan pada September 1866 di Jenewa, Swiss, dihadiri berbagai elemen organisasi pekerja belahan dunia. Kongres ini menetapkan sebuah tuntutan mereduksi jam kerja menjadi delapan jam sehari, yang sebelumnya (masih pada tahun sama) telah dilakukan National Labour Union di AS: Sebagaimana batasan-batasan ini mewakili tuntutan umum kelas pekerja Amerika Serikat, maka kongres merubah tuntutan ini menjadi landasan umum kelas pekerja seluruh dunia.

Satu Mei ditetapkan sebagai hari perjuangan kelas pekerja dunia pada Konggres 1886 oleh Federation of Organized Trades and Labor Unions untuk, selain memberikan momen tuntutan delapan jam sehari, memberikan semangat baru perjuangan kelas pekerja yang mencapai titik masif di era tersebut. Tanggal 1 Mei dipilih karena pada 1884 Federation of Organized Trades and Labor Unions, yang terinspirasi oleh kesuksesan aksi buruh di Kanada 1872 [1], menuntut delapan jam kerja di Amerika Serikat dan diberlakukan mulai 1 Mei 1886.

Kongres Sosialis Dunia
Pada bulan Juli 1889, Kongres Sosialis Dunia yang diselenggarakan di Paris menetapkan peristiwa di AS tanggal 1 Mei itu sebagai hari buruh sedunia dan mengeluarkan resolusi berisi:
"Sebuah aksi internasional besar harus diorganisir pada satu hari tertentu dimana semua negara dan kota-kota pada waktu yang bersamaan, pada satu hari yang disepakati bersama, semua buruh menuntut agar pemerintah secara legal mengurangi jam kerja menjadi 8 jam per hari, dan melaksanakan semua hasil Kongres Buruh Internasional Perancis"

Resolusi ini mendapat sambutan yang hangat dari berbagai negara dan sejak tahun 1890, tanggal 1 Mei, yang diistilahkan dengan May Day, diperingati oleh kaum buruh di berbagai negara, meskipun mendapat tekanan keras dari pemerintah mereka.

Hari buruh di Indonesia
Indonesia pada tahun 1920 juga mulai memperingati hari Buruh tanggal 1 Mei ini. Tapi sejak masa pemerintahan Orde Baru hari Buruh tidak lagi diperingati di Indonesia, dan sejak itu, 1 Mei bukan lagi merupakan hari libur untuk memperingati peranan buruh dalam masyarakat dan ekonomi. Ini disebabkan karena gerakan buruh dihubungkan dengan gerakan dan paham komunis yang sejak kejadian G30S pada 1965 ditabukan di Indonesia.

Semasa Soeharto berkuasa, aksi untuk peringatan May Day masuk kategori aktivitas subversif, karena May Day selalu dikonotasikan dengan ideologi komunis. Konotasi ini jelas tidak pas, karena mayoritas negara-negara di dunia ini (yang sebagian besar menganut ideologi nonkomunis, bahkan juga yang menganut prinsip antikomunis), menetapkan tanggal 1 Mei sebagai Labour Day dan menjadikannya sebagai hari libur nasional. Setelah era Orde Baru berakhir, walaupun bukan hari libur, setiap tanggal 1 Mei kembali marak dirayakan oleh buruh di Indonesia dengan demonstrasi di berbagai kota.

Sudah sekian lama para buruh berjuang untuk dapat hidup lebih layak, memang perjuangan butuh waktu dan pengorbanan. Kenapa kita tidak coba untuk menjadi bos-bos kecil dengan berwiraswasta, banyak peluang disekitar kita yang dapat dimanfaatkan. Jangan menjadi buruh selamanya, cobalah menciptakan peluang-peluang usaha. Telah banyak orang yang justru dari segi pendidikan tidak diterima untuk jadi buruh tetapi dapat membuka usaha sendiri yang penghasilannya lebih baik dari buruh pabrik. Marilah berubah, mulailah berpikir untuk berwiraswasta, Insya Allah ada jalan.


Baca selanjuntnya...

Minum Kopi Yang Aman Untuk Kesehatan

Tuesday, April 29, 2008


Minum kopi di pagi hari sebelum berangkat kerja bagi sebagian orang merupakan ritual wajib setiap hari. Sejak usia SMA saya sudah suka dengan kopi, tetapi sekedarnya saja.Kebiasaan Minum kopi pagi hari mulai rutin setelah saya kuliah di Malang yang memang berhawa dingin terutama di pagi hari. Secangkir kopi di pagi hari menjadi kewajiban sebelum berangkat kuliah jam 05.45 WIB. Secangkir kopi adalah sebuah awal dari segalanya, bukan berlebihan atau mengada-ada, karena delapan puluh persen orang dewasa di dunia juga minum kopi sedikitnya sekali sehari.

Kopi merupakan minuman yang memiliki keistimewaan tersendiri bagi penikmatnya. Suatu hal yang tidak mengherankan, karena memang jika rasa sudah menjadi selera, bergelas-gelas kopi dapat dihabiskan oleh pecandu kopi.

Yang luar biasa, berdasarkan data dari jurnal kesehatan dunia, ternyata delapan puluh persen orang dewasa di dunia minum kopi sedikitnya sekali sehari. Ini terlihat dari banyaknya jumlah penikmat kopi di kedai kopi usai jam kerja. Serta menjamurnya kedai-kedai kopi di berbagai antero dunia, juga menjadi salah satu bukti kalau minuman ini memiliki banyak penikmatnya.

Sebenarnya, ada nggak sih manfaat dari minum secangkir kopi ini. Kenapa begitu spesial di mata penikmatnya. Penasaran ..? Ada baiknya menyimak rangkuman berikut, mudah-mudahan rasa penasaran Anda akan terungkap serta mengerti mengapa kopi memiliki banyak penggemar.

1. Kafein yang terkandung didalam kopi adalah zat kimia yang berasal dari tanaman yang dapat menstimulasi otak dan sistem saraf. Kafein tergolong jenis alkaloid yang juga dikenal sebagai trimetilsantin. Selain pada kopi, kafein juga banyak ditemukan dalam minuman teh, cola, cokelat, minuman berenergi (energy drink), cokelat, maupun obat-obatan.

2. Kafein membantu Anda untuk bisa berpikir lebih cepat. Cobalah mengkonsumsi kopi atau teh 15 menit atau 30 menit sebelum Anda melakukan wawancara pekerjaan atau memberikan presentasi pada atasan. Hasilnya mungkin akan cukup lumayan, karena kafein yang terdapat pada kopi atau teh terbukti mampu memberikan ’sinyal’ pada otak untuk lebih cepat merespon dan dengan tangkas mengolah memori pada otak.

3. Kafein mencegah gigi berlubang. Cobalah untuk meminum secangkir kopi hangat atau teh hangat sesaat setelah Anda mengkonsumsi cookies, cake coklat yang lezat, permen rasa buah atau sepotong roti manis. Joe Vinson, Ph.D., dari University of Scranton menjelaskan bahwa kafein yang terdapat dalam minuman ini ternyata sangat tangguh memberantas bakteri penyebab gigi berlubang.

4. Kafein mengurangi derita sakit kepala. Penelitian menemukan kafein yang terdapat dalam kopi atau teh (dalam jumlah tertentu) sanggup menolong mengobati sakit kepala. Menurut Seimur Diamond, M.D., dari Chicago’s Diamond Headache Clinic. Penderita migrain dalam kategori ringan dapat disembuhkan dengan secangkir kopi pekat atau secangkir black tea. Jadi, sebelum mengkonsumsi obat cobalah dulu sembuhkan sakit kepala Anda dengan minuman berkafein.

5. Kafein bisa melegakan napas penderita asma dengan cara melebarkan saluran bronkial yang menghubungkan kerongkongan dengan paru.

6. Kafein dapat membuat badan tidak cepat lelah, bisa melakukan aktifitas fisik lebih lama, di perkirakan karena kafein membuat “bahan bakar” yang dipakai otot lebih lama.

7. Kafein bisa meningkatkan rasa riang, membuat kita merasa lebih segar dan energik. Perempuan yang minum dua cangkir kopi atau lebih per hari dapat mengurangi risiko terkena pengeroposan tulang (osteoporosis).

8. Kopi dapat meningkatkan penampilan mental dan memori karena kopi dapat merangsang banyak daerah dalam otak yang dapat mengatur tetap terjaga, rangsangan, mood dan konsentrasi. Penelitian di Universitas Arizona ditemukan bahwa orang dewasa yang minum kopi sebelum test memori menunjukkan perkembangan yang signifikan dibanding mereka yang minum kopi tanpa kafein.

9. Kafein dapat menangkal radikal bebas dan menghancurkan molekul yang dapat merusak sel DNA.

10. Untuk mengurangi risiko mengidap diabetes mulailah meminum kopi. Seseorang yang minum kopi lebih dari enam cangkir sehari berisiko rendah terserang diabetes dibanding dengan orang yang tidak minum kopi sama sekali. Demikian simpulan sebuah riset skala besar yang dilakukan pada 80 ribu orang selama 18 tahun di AS.

11. Parkinson jarang ditemukan pada orang yang minum kopi secara teratur. Sebuah riset menyimpulkan penyakit ini justru ditemukan pada pria yang tidak minum kopi tiga kali lebih banyak daripada pria penikmat kopi.

12. Minum kopi membuat sperma “berenang” lebih cepat dan mampu meningkatkan kesuburan pria. Hal ini diumumkan para ilmuwan Brasil dalam pertemuan “American Society for Reproductive Medicine” di San Antonio, dimana pembicaraan utama berkisar pada efek obat-obatan terhadap kesuburan kaum adam.

Selain manfaat kopi yang cukup banyak tadi, minum kopi juga dapat mengganggu kesehatan

1. Minum kopi kasar dapat meningkatkan resiko Penyakit jantung dan arteriosklerosis.

Masalah dampak kopi kasar atau tidak disaring (unfiltered) ini dipelajari oleh sejumlah peneliti di Belanda.
Mereka mengamati tingginya kadar homosistein dalam darah pecandu kopi. Homosistein merupakan substansi yang terbentuk dari metionin, yakni suatu asam amino esensial yang terbentuk pada saat tubuh mengeluarkan protein. Padahal peningkatan homosistein berhubungan erat dengan risiko penyakit jantung.

Meski belum jelas bagaimana persisnya asam amino esensial mengganggu jantung, sudah terbukti bahwa zat tersebut acap kali menyebabkan timbulnya luka di berbagai lapisan dalam pembuluh darah arteri dan selanjutnya menjadi tempat menumpuknya asam lemak dan kalsium. Timbunan ini bisa mengakibatkan pengerasan dinding pembuluh darah arteri (arteriosklerosis).

Di sisi lain, menurut Dr. Elvina Karyadi, ahli gizi, homosistein dibutuhkan tubuh untuk berbagai reaksi biokimia, terutama dalam proses perubahan metionin menjadi sistationin dan berperan dalam membentuk propionil-koA (substansi yang beperan dalam metabolisme lemak dan karbohidrat), asalkan kadarnya tidak tinggi. Kadar normalnya, 7 - 22 ug mol/L.

Seorang peneliti Belanda menambahkan, dua minggu setelah setiap hari minum enam cangkir kopi, konsentrasi homosistein seseorang naik 10% dari angka normal. Begitu juga kadar kolesterol dan trigliserida. Namun, kenaikan ini tidak permanen. Bila kopi dihentikan dan keadaan tubuh sehat, kelebihan homosistein dapat secara alami normal kembali. Selain dengan mengurangi kafein, kenaikan kadar homosistein dapat pula dicegah dengan mengurangi konsumsi protein hewani yang banyak mengandung metionin.

Bila dalam sehari minum 1,360 g kopi kasar (sekitar 6-7 cangkir), diperkirakan risiko untuk terkena serangan jantung atau stroke naik 10%. Selain itu kadar vitamin B6 bisa berkurang sampai 21%.

Atas dasar itu alangkah baiknya tidak minum kopi, khususnya bagi mereka yang berisiko tinggi penyakit jantung. Kalau pun harus minum kopi, untuk kita sebaiknya hanya 1-3 cangkir sehari (standar untuk orang Eropa 3-5 cangkir). Itu pun tidak pada saat menjelang tidur.

2. Minum kopi terlalu banyak bisa pula mengurangi kesuburan wanita, apalagi kalau dikombinasikan dengan alkohol. Bagi wanita usia menopause, minum kopi dalam jumlah banyak bisa menambah risiko kekeroposan tulang (osteoporosis).

3. Minum kopi juga berbahaya bagi penderita hipertensi (tekanan darah tinggi) karena senyawa kafein bisa menyebabkan tekanan darah meningkat tajam. Selain itu, kopi juga bisa meningkatkan aliran darah ke ginjal dengan akibat produksi urin bertambah. Jadi, jangan heran kalau tak lama sehabis mengkonsumsi kopi kandung kencing cepat penuh.

Selamat minum kopi dan yang harus diingat adalah porsinya tetap dalam batas kewajaran. Karena sesuatu yang berlebihan pasti tidak baik untuk kesehatan.

Baca selanjuntnya...

Kebakaran Pasar Wates

Tuesday, April 22, 2008


Ngantuk Rasanya, tadi harus bangun jam 02.00 WIB. Dapat Kabar ada kebakaran di pasar Wates, Kec. Undaan Kabupaten Kudus. Ya ikut bantu-bantu evakuasi. Semua panik, "sadam" satuan pemadam kebakaran datang api sudah menjalar di beberapa blok kios. Petugas dari empat unit pemadam kebaran dari Pemkab, Djarum, Pura, dan Nojorono dengan dibantu warga, berjuang sekitar tiga jam untuk memadamkan api. Sekitar pukul 05.00 api baru berhasil dijinakkan. Banyak pedagang mengaku mengalami kerugian jutaan rupiah, karena sehari sebelumnya dia menyetok barang dagangan.

Kasi Pasar Desa Wisnubroto menyatakan, 10 dari 20 los pasar serta 50 unit dasaran hangus tak bersisa. Akibatnya, 143 orang dari total 352 pedagang, kehilangan tempat berjualan. Luas bangunan yang terbakar berukuran panjang 45 meter dan lebar 21 meter. ‘’Jika dihitung kerusakan bangunan dan barang dagangannya kerugian diperkirakan mencapai Rp 1 miliar,’’ jelasnya.

Ada dugaan penyebab kebakaran karena banyaknya jaringan listrik yang semrawut. Kabel penyalur arus akhirnya mengalami korsleting dan menimbulkan percikan api.
Kapolres AKBP Budi Siswanto melalui Kasat Reskrim AKP Dony Setiawan menyatakan, pihaknya masih menyelidiki penyebab terbakarnya Pasar Wates. Labfor Polda Jateng sendiri akan membantu menyelidiki.

Diduga Korsleting
Dari penyelidikan sementara, dua penjaga Pasar Mulyono dan Yanto diperiksa sebagai saksi. Keduanya menerangkan, api terlihat pertama kali pada kabel yang terbakar di kerangka atap los Ny Jumi. “Kita mengamankan barang bukti berupa instalasi, sisa arang di titik api tersbut serta beberapa tempat lain secara acak untuk dikirim ke laboratorium,” kata Dony.

Rencananya dibuatkan sket TKP dan pemeriksaan tambahan yang menghadirkan Jumi sebagai pemilik los dan pengelola pasar Lilik. Polres Kudus juga akan minta keterangan PLN untuk pemeriksaan indikasi pendistribusian arus listrik nonprosedural. ‘’Mereka akan kami minta keterangannya sebagai saksi,’’ jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi B Sururi Mujib yang ditemui saat melihat kondisi pasar mengharapkan agar pihak pasar segera mengajukan dana bencana kepada bupati. Alokasi tersebut diharapkan dapat digunakan membuat tempat penampungan sementara.

Menurut dia, seharusnya pengalaman terbakarnya Pasar Bitingan akhir tahun lalu menjadi pembelajaran semua pihak untuk pengamanan pasar. ‘’Kami akan memanggil seluruh kepala pasar untuk mengevaluasi kinerjanya,’’ ujarnya.


Baca selanjuntnya...

Politikus Selebritis dan Selebritis Politikus

Saturday, April 19, 2008


Kemengangan pasangan Ahmad Heryawan dan aktor Dede Yusuf dalam Pilkada Jawa Barat merupakan fenomena baru. Pasangan Ahmad Heriyawan dan Dede Yusuf yang diusung oleh PKS dan PAN ini mampu mengungguli pasangan H. Danny Setiawan - Mayjen TNI (Purn) Iwan R. Sulandjana dan Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar - Drs. Nu`man Abdul Hakim . Popularitas Artis ternyata sangat ampuh untuk menjaring pemilih. Sebelumnya ada Ismet Iskandar - Rano Karno yang di dukung oleh Partai Golkar dan PDI Perjuangan menang di Pilkada Tangerang mengungguli pasangan Usamah Hisyam - Habib Alwi Ali al-Husainy dan Jazuli Djuwaeni- Airin Rachmi Diany. Sebuah era baru telah lahir dalam demokrasi di Indonesia.

Politikus Selebritis mulai dikenal dalam terminologi Ilmu Politik setelah para bintang film, pemain sinetron, komedian, dan penyanyi terjun ke dunia politik, bukan sebagai penghibur panggung kampanye atau pengumpul suara. Tapi, mereka, serius mengejar kursi jabatan publik seperti anggota DPR, bupati, walikota, gubernur atau bahkan presiden.

Kalau tahun-tahun sebelumnya selebritis bayak masuk sebagai anggota partai politik dan jadi anggota DPR sebut saja Sophan Sophian, Dedi Utomo, Adjie Massaid, Angelina Sondakh, Dede Yusuf, sekarang dengan adanya pemilihan kepala Derah secara langsung kesempatan untuk menjadi penguasa terbuka lebar. Ini sudah dibuktikan di Amerika Serikat ada Ronald Reagen yang mampu menjadi Gubernur California ke 33 (1967–1975) dan Presiden Amerika Serikat (1981-1989) dan kini jejaknya diikuti oleh Arnold "Terminator" Swarchzenegger yang menjadi Gubernur California. Di Filipina ada Joseph Estrada yang berhasil menjadi Presiden Filipina (1998-2001).

Mereka tidak perlu menunggu bertahun-tahun dan merangkak di kepemimpinan partai. Bisa langsung mencapai puncak pimpinan atau pejabat penting. Dalam pemilihan langsung, masyarakat memilih kandidat presiden, gubernur, bupati seperti ketika memilih idola-idola di "mama mia" . Dan peran partai menjadi lemah dan tidak berdaya. Media dan televisi telah membajak peran partai untuk mengumpul suara dan menangguk dukungan. Televisi menjadi sumber utama informasi, maka kandidat dipasarkan seperti iklan pasta gigi dan sabun. Intinya, produk yang paling sering tampil di televisi, itulah yang akan dibeli masyarakat. Apalagi kalau Figur yang tampil adalah selebritis yang punya wajah tampan dan peran-peran protagonis. Masyarakat sudah jenuh dengan politikus asli yang tak kunjung memberi perubahan yang berarti terhadap negri ini.

Selebriti juga diuntungkan oleh lemahnya partai politik dan citra buruk politisi konvensional. Biasanya untuk menduduki jabatan publik, orang harus berjuang dari bawah sebelum mereka dapat mengikuti pemilihan kursi jabatan publik, entah itu anggota parlemen, gubernur atau presiden.

Kini, kandidat yang berasal dari luar politisi, asal mereka tenar, bisa mengumpulkan duit sumbangan kampanye, serta mampu menarik perhatian media, dapat lompat melibat politisi dan maju jadi calon bupati atau gubernur. Politikus-plitikus konvensional harus waspada dengan fenomena ini. Dan beberapa politikuspun sekarang banting stir menjadi "Selebritis Dadakan". Ada Yusril Ihza Mahendra dan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang main Film Laksamana Cheng Ho. Yusril dan Gus Ipul mungkin iri dan ingin menandingi keksusesan Ayat-Ayat Cinta.





Baca selanjuntnya...

Kartini, Emansipasi, dan Kontroversi

Thursday, April 17, 2008


"Saja ada satoe Botjah-Boedha, maka itoe ada mendjadi satoe alesan mengapa saja kini tiada memakan barang berdjiwa. Ketika saja masih anak-anak, saja telah dapat sakit keras, dokter-dokter tidak bisa menolong, mereka poetoes asah. Waktoe itoe, seorang Tionghoa (seorang hoekoeman dengan siapa kita masih anak-anak soeka bersahabatan) tawarkan dirinja boeat menolong saja. Saja poenja orang toea menoeroet dan saja betoel-betoel djadi semboeh. Apa jang obat-obatan dari orang-orang terpeladjar tidak mampoe, djoestroe obat-tachajoel jang menolongnja. Ia menolong saja dengan tjoema-tjoema, saja disoeroe minoem aboe dari hioswa jang dibakar sebagi sembah-bakti pada satoe Tepekong Tionghoa. Lantaran minoem obat itoe saja djadi anaknja Orang Soetji itoe, Santikkong Welahan. Pada kira-kira satoe tahoen jang laloe saja mengoenjoengi Orang Soetji itoe. Ia ada hanja satoe Patoeng Emas jang ketjil dan siang malam dilipoeti asep hio. Bilamana ada berdjangkit wabah penjakit heibat, patoeng ketjil ini digotong-gotong kesana-sini dengan pake oepatjara boeat oesir pengaroeh djahat dari iblis-iblis. Memahami utuh pikiran Kartini terlihatlah jelas betapa ia orang yang kritis dan cerdas atas kondisi sosial dan sebagai pemeluk agama yang taat dan saleh ia menghargai pengobatan alternatif yang oleh kedokteran Belanda dan Barat saat itu dianggap terbelakang, tetapi ia sekaligus menyayangkan praktek perdukunan yang seringkali mengikuti pengobatan itu. Sebagai orang muda terpelajar yang berkeinginan melanjutkan studi kedokteran di Betawi (tapi ayahnya melarangnya) Kartini tentu mengerti bahwa penyakit bukan disebabkan oleh arwah jahat yang bisa diusir dengan asap. Namun demikian ia bijak menghargai upaya pengobatan demikian.

Itulah terjemahan surat yang dikirim oleh R.A.Kartini pada 27 Oktober 1902 kepada nyonya R.M.Abendanon-Mandri seperti yang dimuat dalam buku Door Duisternis to Licht.

Kartini dilahirkan dari keluarga ningrat Jawa pada 21 April 1879 di Jepara. Ayahnya, R.M.A.A Sosroningrat, pada mulanya adalah seorang wedana di Mayong. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Teluwakur, Jepara. Peraturan Kolonial waktu itu mengharuskan seorang bupati beristerikan seorang bangsawan. Karena M.A. Ngasirah bukanlah bangsawan tinggi, maka ayahnya menikah lagi dengan Raden Ajeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung Raja Madura. Setelah perkawinan itu, maka ayah Kartini diangkat menjadi bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan, R.A.A. Tjitrowikromo.

Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Beliau adalah keturunan keluarga yang cerdas. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat bupati dalam usia 25 tahun. Kakak Kartini, Sosrokartono, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa.

Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School) hanya sampai usia 12 tahun. Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit.

Karena Kartini bisa berbahasa Belanda, maka di rumah ia mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Salah satunya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya. Dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. Timbul keinginannya untuk memajukan perempuan pribumi, dimana kondisi sosial saat itu perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah.

Kartini banyak membaca surat kabar Semarang De Locomotief yang diasuh Pieter Brooshooft, ia juga menerima leestrommel (paket majalah yang diedarkan toko buku kepada langganan). Di antaranya terdapat majalah kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang cukup berat, juga ada majalah wanita Belanda De Hollandsche Lelie. Kartini pun kemudian beberapa kali mengirimkan tulisannya dan dimuat di De Hollandsche Lelie. Dari surat-suratnya tampak Kartini membaca apa saja dengan penuh perhatian, sambil membuat catatan-catatan. Kadang-kadang Kartini menyebut salah satu karangan atau mengutip beberapa kalimat. Perhatiannya tidak hanya semata-mata soal emansipasi wanita, tapi juga masalah sosial umum. Kartini melihat perjuangan wanita agar memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas. Di antara buku yang dibaca Kartini sebelum berumur 20, terdapat judul Max Havelaar dan Surat-Surat Cinta karya Multatuli, yang pada November 1901 sudah dibacanya dua kali. Lalu De Stille Kraacht (Kekuatan Gaib) karya Louis Coperus. Kemudian karya Van Eeden yang bermutu tinggi, karya Augusta de Witt yang sedang-sedang saja, roman-feminis karya Nyonya Goekoop de-Jong Van Beek dan sebuah roman anti-perang karangan Berta Von Suttner, Die Waffen Nieder (Letakkan Senjata). Semuanya berbahasa Belanda.

Oleh orang tuanya, Kartini disuruh menikah dengan bupati Rembang, Raden Adipati Joyodiningrat, yang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903. Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka.

Anak pertama dan sekaligus terakhirnya, RM Soesalit, lahir pada tanggal 13 September 1904. Beberapa hari kemudian, 17 September 1904, Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.

Kartini telah memberikan inspirasi kepada banyak wanita di dunia, bahkan Eleanor Roosevelt pun terkesan setelah membaca terjemahan kumpulan surat-surat Kartini, Letters of a Javanese Princess. Bagi Eleanor Roosevelt, gagasan-gagasan yang ditemukannya dalam surat-surat itu sangat menggugah hati nuraninya. Ditengah pro kontra Kartini pada tahun 1964 dia dinyatakan sebagai pahlawan nasional, tokoh pendidikan dan emansipasi perempuan. Kartini sebagai pahlawan emansipasi wanita tetapi faktanya dia adalah anak selir, bukan anak garwo padmi dan Kartini merupakan istri keempat dari Raden Adipati Joyodiningrat, Bupati Rembang. Hingga saat ini pun sebagian besar naskah asli surat Kartini tak diketahui keberadaannya

Selain Kartini masih banyak pahlawan-pahlawan yang layak menyandang pahlawan emansipasi wanita :
R. Dewi Sartika, sudah mendirikan sekolah-sekolah bagi anak perempuan di daerah Pasundan pada tahun 1904, tahun wafatnya Kartini.
Cut Nyak Dhien, adalah seorang pahlawan wanita dari Aceh yang bersama suaminya Teuku Umar mengangkat senjata dan berperang melawan Belanda.
Cut Meutia dalah tokoh pahlawan dari Aceh yang bersama suaminya Teuku Cik Tunong juga mengangkat senjata dan berperang melawaan Belanda.
Rahma el-Yunusia di Padang juga mendirikan sekolah-sekolah bagi anak perempuan; dan dia sangat tegas menolak semua tawaran Belanda untuk memberinya subsidi, karena dia tidak ingin terikat.
Rohana Kudus, adalah wanita Indonesia pertama yang memimpin surat kabar Soenting Melaju. Ia menjadi pioner perdebatan gender dan hak-hak wanita Minangkabau.

Mengapa harus Kartini yang menjadi Pahlawan Emansipasi Wanita ? Bukankah nama-nama diatas juga pantas mendapat gelar tersebut. Perjuangan mereka lebih nyata dan bukan sekedar pemikiran yang ditungkan dalam surat korespondensi dengan teman.

Baca selanjuntnya...

Gizi Buruk oh... Gizi Buruk

Tuesday, April 15, 2008


Sedih sekali rasanya kalo saya melihat tayangan di televisi, udah tak coba pindah-pindah chanel ternyata beritanya sama juga GIZI BURUK di beberapa daerah. Kenapa yang katanya Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi 6+ % pertahun masih banyak di jumpai gizi buruk. Mereka juga mempunyai hak untuk hidup sehat dan mendapatkan pendidikan yang layak.

Kasus ini justru muncul disaat pemerintah menggulirkan dana untuk menangani kasus gizi buruk. Ironis memang.
Kejadian seharusnya dapat diatasi sejak dini jika Dinas Kesehatan (untuk Daerah) dan Departemen Kesehatan (untuk Pusat). Secara teknis pula, lembaga-lembaga tersebut bertanggungjawab atas kajian data hasil pemantauan yang dilakukan secara berkala mulai dari tingkat Puskesmas, dengan Posyandu sebagai ujung tombak sumber informasi. Demikian pula institusi rumah sakit, merupakan unit pelayanan yang juga turut berkontribusi atas tersedianya informasi kasus.

Siapa yang bertanggung jawab terhadap gizi buruk yang dialami balita di beberapa daerah. Mana janji-janji para politisi yang disampaikan dalam kampanye baik perebutan kursi di eksekutif maupun legislatif. Mereka hanya mengumbar janji-janji saja kalo sudah jadi ya sibuk dengan jabatannya, hanya proyek yang basah saja yang ditangani, sibuk untuk persiapan pemilu berikutnya. Mereka tidak pernah cemas kalo besok tidak terpilih lagi karena masalah-masalah sosial semacam ini. Suara dapat dibeli, itupun harganya murah sekali.....

Diperkirakan gizi buruk yang dialami balita di Indonesia sekitar 27 % dari jumlah baila yang ada. Ini terjadi tidak hanya di daearah-daearah luar Jawa saja tetapi di daerah yang lain juga banyak ditemui kasus gizi buruk.

Baca selanjuntnya...

Cari Pemimpin Kok Mahal Amat .......

Monday, April 14, 2008



Mencari seorang pemimpin sekarang susah dan mahal. Kemaren tanggal 12 April 2008 di Kotaku Kudus, Jawa Tengah diadakan pemilihan bupati dan wakil bupati. Ada 4 pasangan calon yang berebut kursi di kota yang dikenal sebagai "Kota Kretek" ini. 1. H. Mustofa - H. Budiono, 2. H.M. Heru Fatoni, SP - Drs. Ngatmin, 3. Mansyur, SH - H. Agus Darmawan, dan pasangan terakhir 4. H.M. Amin Munajad, M.Si - H. Akhwan, SH. KPUD Kudus menggelar pemilu yang rencananya akan diikuti oleh 573.353 orang yang memiliki hak pilih dari 9 kecamatan dengan dana 7,7 milyar. Coba kalo dibelikan sapi bisa dapat 850an sapi tuch... ato kambing bisa dapat 9.500an kambing...(kaya' blantik aja...) dibagikan ama warga yang miskin khan dapat mengurangi angka kemiskinan di Kudus. Kalo dibuat bayarin SPP 4000an anak SMP sampai lulus tuch. Itu belum termasuk uang yang dikeluarkan calon untuk kampaye yang jumlahnya milyaran. Kalo seperti ini yang untung khan cuma tukang sablon ama calo pengerahan masa.....

Ya sudah jamannya mungkin cost politik sekarang mahal sekali dengan hasil yang didapat belum tentu sesuai dengan harapan rakyat yang punya keinginan sederhana, sembako jadi murah seperti jamannya Simbah Harto.



"Selamat Buat buat Bang Mustofa dan Budiono, yang telah memenagkan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kudus Periode 2008-2013. Semoga dapat membawa Kudus kearah yang lebih baik"


Hasil Perhitungan Suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kudus Periode 2008-2013
1. H. Mustofa - H. Budiono : 133.678 suara
2. H.M. Heru Fatoni, SP - Drs. Ngatmin : 18.340 suara
3. Mansyur, SH - H. Agus Darmawan : 24.350 suara
4. H.M. Amin Munajad, M.Si - H. Akhwan, SH : 128.314 suara

Jumlah hak pilih 573.353, yang menggunakan hak pilih 304.680, yang tidak menggunakan hak pilihnya 249.393 (43.54%)


Baca selanjuntnya...

Tarif Internet Akan Diturunkan

Tuesday, April 8, 2008


Pemerintah melalui Dirjen Postel Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) akan menurunkan tarif "leased line" internet dalam waktu dekat ini, tetapi besaran tarif penurunan internet tersebut belum ditentukan.Sebelumnya, pemerintah memutuskan memutuskan menurunkan biaya interkoneksi antara operator telekomunikasi berkisar 20-40 persen yang diimplementasikan pada 1 April 2008, yang mengindikasikan bahwa tarif ritel telekomunikasi seperti telepon tetap dan seluler juga akan turun.

Dengan penurunan tarif interkoneksi diharapkan tarif layanan komunikasi dari para operator akan turun sekitar 5-20 persen pada telepon tetap (fixed) dan penurunan tarif seluler berkisar 20-40 persen.Konsekuensi dari penetapan tarif interkoneksi ini berdampak pada tarif ritel masing-masing operator. Dicontohkan, biaya interkoneksi originasi dan terminasi jaringan tetap dan jaringan tetap nirkabel (FWA) lokal, sebesar Rp143 per menit, sedangkan biaya interkoneksi sambungan jarak jauh (SLJJ) antar telepon tetap turun dari Rp1.138 per menit menjadi Rp1.120 per menit.Sementara biaya interkoneksi suara untuk jaringan seluler ke jaringan tetepon tetap lokal sebesar Rp522 per menit, turun dari sebelumnya Rp721 per menit.Biaya interkoneksi seluler ke seluler lokal Rp522 per menit dari sebelumnya Rp898 per menit. Sedangkan biaya interkoneksi seluler ke seluler sambungan jarak jauh Rp986 per menit dari sebelumnya Rp1.244 per menit.PT Telkom Tbk, menyatakan menurunkan tarif percakapan SLJJ yang menggunakan telepon tetap berkisar 46 persen dengan persentase penurunan yang berbeda-beda menurut zona jarak dan pembedaan waktu (time band) dan akan diberlakukan efektif 8 April 2008, pukul 00.00 waktu setempat.

Penurunan tarif berlaku untuk hampir seluruh percakapan SLJJ pada seluruh zona jarak dan waktu (timeband), baik dari telepon tetap ke telepon tetap (fixed to fixed) maupun dari telepon tetap ke seluler (fixed to mobile). diantaranya untuk biaya percakapan SLJJ dari telepon rumah ke seluler antara pk 07.00 s/d 08.00 pada zona 3 (jarak di atas 500 km) yang semula dikenakan Rp865 per 20 detik turun sekitar 46,2 persen menjadi hanya Rp465 per 20 detik.Biaya percakapan SLJJ dari telepon tetap ke seluler antara pk 07.00 s/d 08.00 pada zone 1 (jarak 30 s/d 200 km) yang semula dikenakan Rp538,3 per 20 detik turun 44,3 persen menjadi Rp300 per 20 detik.Telkom juga memberlakukan tarif flat percakapan SLJJ antara telepon rumah dan dari telepon rumah ke Flexi pada pk 23.00 s/d 06.00 ke seluruh Indonesia (tanpa memperhitungkan jarak) dengan tarif hanya Rp32 per 6 detik.

Baca selanjuntnya...

Eurico Guterres Akhhirnya Bebas


Eurico Guterres, tokoh prointegrasi Timor-Timur, akhirnya menikmati kebebasannya dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang pada Senin malam sekitar pukul 21:20 WIB, setelah sempat tertunda karena urusan administrasi.
Udah sejak Senin sore, 50an pendukung Guterres menunggu pembebasan kang Guterres itu di LP Cipinang di bawah guyuran hujan.

Pada 4 April 2008, Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan peninjauan kembali (PK) yang diajukan Eurico Gutteres karena ia tidak terbukti melakukan tindak pidana pelanggaran HAM. Keputusan itu menyebutkan, terdakwa tidak terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Oleh karenanya, membebaskan terdakwa dari segala dakwaan, merehabilitasi namanya serta memberi kompensasi.

Namun Kejaksaan Agung sempat menunda eksekusi keputusan Mahkamah Agung (MA) yang mengabulkan permohonan PK) yang diajukan mantan Wakil Panglima Pasukan Pejuang Integrasi (PPI) itu karena pihak Kejaksaan Agung selaku eksekutor belum menerima salinan putusan PK dari Mahkamah Agung.
Sebelumnya, MA menjatuhkan vonis hukuman penjara selama 10 tahun terhadap Gutteres yang dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan telah bersalah melakukan tindak pidana pelanggaran HAM.
Putusan yang dibacakan pada 13 Maret 2006 itu sama dengan putusan Pengadilan HAM ad hoc yang bertempat di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat pada 27 November 2002.

Gutteres yang mantan Wakil Panglima Pasukan Pejuang Intergrasi ini dinyatakan bersalah oleh PN Jakpus dalam kasus pelanggaran HAM berat Timtim (Pasca Referendum 1999) yang dimenangkan kelompok Pro Kemerdekaan dan dijatuhi hukuman 10 tahun. Kemudian Guterres masuk LP Cipinang pada 2006, dan sebelumnya Gutteres terpilih jadi ketua DPW PAN NTT melalui Muswil. Nah sekarang tinggal siap-siap buat nyalon jadi DPR RI khan udah dapat restu dari om Sutrisno Bachir ketua DPP PAN.

Bravo Eurico Gutteres....!

Baca selanjuntnya...

Copyright   © 2010 Blog Academy All Rights Reserved

Powered by Mr.D