Heinrich Hermann Robert Koch, Bapak Bakteriologi Penemu Basil Tuberkulosis

Saturday, November 24, 2007

Heinrich Hermann Robert Koch (1843-1910) adalah dokter Jerman, “Bapak Bakteriologi”, penemu basil Tuberkulosis (1882), basil dan spora Anthrax (1876), basil Tipus (1882), basil Kolera (1883), basil Conjunctivitis (1883), Tuberculin (1890), Amuba disentri, siklus kehidupan basil Anthrax, penemu Postulat Koch, pemenang hadiah Nobel untuk kedokteran dan ilmu fisiologi (1905).

Heinrich Hermann Robert Koch juga menemukan tetes gantung, teknik memotret bakteri, cara mewarnai bakteri dengan anilin, cara memelihara basil Tuberkulosis di luar dengan memberi makanan berupa agar-agar serum darah dan gelatin. Heinrich Hermann Robert Koch juga menemukan bahwa Tuberkulosis ditularkan melalui udara, kolera ditularkan melalui air, penyakit tidur (lena) dipindah-pindahkan oleh kutu dan lalat Tsetse, malaria oleh nyamuk.

Pada tahun 1896 Koch menemukan Inokulasi Preventif. Ia mempelajari malaria, demam texas, lepra, surra, pes bubo, tipus ternak, dan penyakit tidur. Untuk menemukan sebab-sebab penyakit ia pergi ke mesir, afrika selatan, India, Italia, Jawa, Amerika Serikat, dan New Guinea.

Koch lahir di Clausthal, Prusia, pada tanggal 11 desember 1843 dan meninggal di Baden-Baden, Baden. Keduanya sekarang Jerman, pada tanggal 27 mei 1910. Ayahnya buruh tambang yang miskin tapi kaya akan anak. Orang tua Koch mempunyai 13 anak. Koch anak ketiga dan paling disayangi ibunya. Kakak-kakak koch diperbolehkan mengadu nasib di Amerika tapi Koch harus selalu dekat ibunya. Keluarga itu begitu miskin hingga hanya makan daging dua minggu sekali dan makan roti putih hanya pada hari minggu.

Koch anak yang cerdas, sejak kecil barang mainannya kaca pembesar (lup). Ia suka sekali mengamati benda-benda kecil dan serangga. Ia heran mengapa di bawah kaca itu serangga jadi tampak besar. Namun cita-cita yang sebenarnya ia ingin jadi penjelajah dunia dan pemburu ulung. Ia ingin menerobos hutan-hutan di Afrika dan padang es di kutub selatan. Mula-mula ayahnya ingin menitipkan anaknya ke tukang sepatu agar koch jadi tukang sepatu.

Untunglah rencana ayahnya berubah ketika Koch tamat gymnasium (setaraf dengan SMA) ayahnya mendapat warisan. Dengan warisan itu sang ayah dapat membiayai kuliah Koch di Universitas Gottingen. Koch ingin jadi dokter kapal. Dengan jadi dokter kapal ia mengira cita-citanya jadi penjelajah dan pemburu binatang buas akan tercapai. Tapi rupa-rupanya tuhan mempunyai rencana sendiri untuk Koch. Di universitas Gottingen Koch bertemu dengan Professor Jacob Helle. Yang dengan dengan tanggung jawab menganjurkan Koch agar jadi pemburu kuman atau bakteri, ialah makhluk hidup yang sangat kecil yang hanya dapat dilihat dengan mikroskop. Bakteri yang bentuknya seperti tongkat disebut basil (dari kata lain bacillus yang berarti tongkat).

Sesudah lulus kuliah dan mendapat gelar dokter, Koch jatuh cinta pada seorang gadis bernama Emmy. Emmy menekan Koch agar Koch mau melepaskan cita-citanya menjelajah dunia dan jadi pemburu. Daripada kehilangan calon istri, Koch mengalah. Tapi kelak Koch membalas dendam. Emmy diceraikan dan dengan istri mudanya Koch mengadakan perjalanan jauh ke Mesir, Afrika Selatan, India, Jawa, Amerika, dan sebagainya. Karena desakan ibunya dan Emmy, Koch terpakasa jadi dokter di desa Wollstein, dekat Breslau, Silesia. Beberapa bulan kemudian ia dan Emmy dikaruniai anak perempuan yang diberi nama Gertrude. Supaya Koch betah tinggal di rumah, emmy membelikan mikroskop. Tapi yang terjadi justru tak seperti yang diharapkan Emmy. Sejak itu Koch sibuk dengan mikroskopnya dan sering melupakan Emmy. Benih-benih perceraian mulai tampak. Pada umur 49 tahun Koch kawin lagi dengan mahasiswi jurusan seni yang berumur 18 tahun. Seperti sudah diceritakan diatas, istri baru ini mau diajak berpergian jauh, sedangkan Emmy tidak.

Kebanyakan pasien koch adalah petani dan peternak. Pada tahun 1875 pada umur 32 tahun, desa mereka dilanda wabah anthrax, penyakit ternak yang sangat ganas. Koch sangat kasihan melihat para petani dan peternak yang kehilangan ternaknya. Ia segera bekerja keras mencari penyebab penyakit itu, untuk menemukan penyebab penyakit, ia menciptakan 4 dalil (postulat) :
  1. Temukan mikrob masing-masing penyakit
  2. Isolir mikrob tersebut dan kembangbiakkan diluar tubuh
  3. Suntikkan mikrob tersebut ke tubuh hewan yang sehat dan ciptakan kembali penyakit tersebut
  4. Ambilah mikrob dari hewan yang dibuat sakit itu dan ulangilah kembali seluruh proses tersebut.

Dengan ke-4 dalil itu Koch berhasil menemukan basil Anthrax, spora basil Anthrax, dan siklus kehidupan penyakit Anthrax. Pasteur, mikrobiologi Prancis, menemukan vaksin Anthrax. Dengan demikian kedua orang itu dapat menyelamatkan ratusan ribu ternak, tapi jangan mengira bahwa kedua orang itu bekerja sama dengan rukun. Pasteur (orang Perancis) dan Koch (orang Jerman) saling bersaing kalau bukan saling bermusuhan. Pasteur tinggal di Perancis, Koch tinggal di Jerman. Pasteur taat kepada agama tapi bersifat angkuh, suka berdebat karena pandai bicara, sedangkan Koch rendah hati, tak pandai bicara, tapi bekerja dengan sangat teliti dan berhasil meraih hadiah Nobel. Pasteur suka membuat dugaan atau terkaan, tapi Koch berusaha menemukan bukti yang tak terbantah lagi. Koch adalah guru yang cakap dan efektif. Ia mengajar dengan sedikit bicara tapi banyak memberikan contoh, peragaan, dan petunjuk. Murid-muridnya para pembantunya (Gaffky, Kitasato) jadi benar-benar ahli dalam bidangnnya. Dua dari bekas muridnya (Behring dan Ehrlich) memenangkan hadiah Nobel.

Koch hanyalah dokter didesa tapi seorang penemu yang orisinil. Dialah yang menemukan teknik tetes gantung, ialah cara mengisolir bakteri diantara dua keping kaca yang dirapatkan, tapi pada kaca yang satu dibuat ceruk atau lekuk, dan dan ditutup dengan kaca yang lain. Bakteri yang akan diamati diletakkan pada kaca penutup. Ketika koch tidak dapat melihat basil Tuberculosis yang tembus cahaya, ia berhasil menemukan zat warna (anilin, biru metilena) hingga basil itu tampak balam mikroskop. Ketika ia tahu bahwa basil Tuberkulosis tidak dapat dibiakkan diluar tubuh, ia barhasil menemukan gelatin dan adonan serum darah, hingga basil tuberkulosis dapat dibiakkan di luar tubuh.

Baca selanjuntnya...

Sir Arthur Stanley Eddington : Ahli Fisika dan Matematika, Astronom, Filsafat Sains, Penemu Astrofisika Teori

Tuesday, November 6, 2007

Sir Arthur Stanley Eddington (1882-1994) adalah ahli astronomi, fisika, dan matematika Inggris. Penemu astrofisika teori, penemu hukum massa kecemerlangan bintang, ahli filsafat sains, pengarang, penceramah, guru besar, direktur, dan diangkat jadi bangsawan.

Eddington lahir di Kendal, Westmorland, Inggris, pada tanggal 28 Desember 1882 dan meninggal di Cambridge, Cambridgeshire, pada umur tanggal 22 November 1994 pada umur 62 tahun. Ayahnya kepala sekolah yang berbakat dan berpendidikan tinggi, tapi meninggal ketika Eddington baru berumur 2 tahun.

Eddington bersama kakak perempuannya lalu dipindah oleh ibunya ke Weston super Mare di Somerset. Eddington jadi besar dan masuk SD disitu. Pada umur16 tahun Eddington masuk Owens College , Manchester. Pada umur 20 tahun Eddington masuk Trinity College, Cambridge. Bakat matematikanya tampak menonjol sejak di SD. Eddington selalu mendapat hadiah pertama di bidang matematika. Maka dengan mudah Eddington mendapat beasiswa. Pada umur 25 tahun Eddington mendapat beasiswa dari Trinity College. Pada umur 31 tahun Eddington di angkat jadi guru besar astronomi di Cambridge. Pada umur 32 tahun Eddington di angkat jadi direktur laboratorium Cambridge.

Pada tahun 1906-1913 ia jadi pembantu utama Observatorium Kerajaan di Greenwich. Kemudian ia membuat karya tulis berjudul “Gerak Bintang dan Struktur Alam Semesta “(1914). Antara lain ia menulis bahwa kabut spiral, struktur berawan yang terlihat dalam teleskop, adalah galaksi-galaksi seperti Bima Sakti. Pada tahun itu juga pecah perang dunia 1. Ia menolak ikut wajib militer, karena ia penganut sekte agama yang disebut Quaker. Eddington adalah ilmuwan yang taat kepada agama. Pada tahun 1929 bukunya yang berjudul “Ilmu dan Dunia” yang tak terlihat terbit. Ia menerangkan bahwa arti hidup dan adanya dunia tidak dapat ditemukan oleh ilmu dan hanya dapat dijelaskan dengan keyakinan adanya realitas spiritual.

Pada tahun 1919 ia mengadakan ekspedisi ke Pulau Principe di Afrika Barat untuk membuktikan teori Einstein yang mengatakan bahwa sinar berjalan melengkung di dekat bintang bermassa besar. Dialah orang pertama di dunia yang menyebarluaskan Teori Relativitas Eistein di Inggris, Ia juga menulis “Struktur dalam Bintang “(1925).

Baca selanjuntnya...

Carl (Karl) Bosch : Ahli Kimia, Penemu Metoda Tekanan Tinggi Kimia

Tuesday, October 16, 2007

Carl (Karl) Bosch (1874-1940) adalah ahli kimia Jerman, pengusaha industri, insinyur, ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Jerman. Perusahaan Bosch memproduksi amonia buatan dan metanol buatan. Bersama Friedrich Bergius, Bosch mendapat Hadiah Nobel bidang kimia karena menemukan metoda tekanan tinggi kimia.

Bosch lahir di Cologne pada tanggal 27 Agustus 1874 dan meningal 26 April 1940 di Heidelberg, Jerman pada umur 66 tahun. Pada umur 20 tahun Bosch belajar di Charlottenburg untuk jadi ahli metalurgi dan insinyur. Metalurgi adalah ilmu dan teknologi yang mempelajari logam, struktur logam, sifat-sifat logam, prose pembuatan logam, dan sebagainya.

Di perguruan tinggi tersebut Bosch meraa kecewa karena mata kuliah yang Bosch terima hanya berdasarkan pengalaman dosen-dosen belaka, bukan ilmu dalam arti sekarang. Maka dua tahun kemudian Bosch pindah kuliah ke Universitas Leipzig. Di sini Bosch tidak belajar metalurgi tapi kimia. Pada tahun 1899, pada umur 25 tahun Bosch bekerja di Bandische Anilin-und Soda Fabrik (BASF) di kota Ludwigshafen. Nama pabrik itu kemudian jadi I.G. Ferbenindustrie AG.

Dalam perusahaan itu ada tiga sifat Bosch yang sangat menonjol. Bosch belajar terus meskipun sudah punya titel Insinyur. Bosch mendorong teman bekerjanya maju. Bosch membuat rencana-rencana jangka panjang. Bosch pandai mengorganisir kelompok kerjanya. Kedudukannya dalam perusahaan menanjak dengan cepat. Dalam waktu 11 tahun Bosch berhasil menduduki jabatan tertinggi di perusahaan itu. Bosch dipilih jadi presiden direktur perusahaan pada umur 36 tahun (1935).

Kira-kira pada tahun 1900 dunia kekurangan pupuk nitrogen. Pupuk itu dibuat dari nitrat yang didatangkan dari Chile. Amerika Selatan. Tapi nitrat Chile tidak dapat memenuhi kebutuhan dunia akan pupuk. Padahal tanaman membutuhkan nitrogen atau zat lemas. Bagaimana cara membuat pupuk yang mengandung nitrogen?

Pada tahun 1909 Haber, ahli kimia jerman, berhasil mengembangkan proses pembuatan amonia sintetis.Amonia itu terbuat dari nitrogen dan hitrogen.Perbandingannya 1:3. Rumus kimianya NH3. Tapi Haber hanya dapat membuat amonia sintetis di dalam laboratorium. Maka Bosch menyerahkan pembuatan amonia buatan kepada Bosch. Bosch kemudian memproduksi amonia buatan secara besar-besaran. Hal itu terjadi pada tahun 1911.

Empat tahun kemudian (1915) perusahaan Bosch mengoksidasikan amonia dan memproduksikan asam nitrat. Asam nitrat banyak di pakai dalam industri kimia untuk membuat obat-obatan, zat warna, dan bahan peledak. Pada tahun 1923 perusahaan Bosch memproduksi secara besar-besaran metanol buatan. Metanol adalah alkohol cair yang paling sederhana. Metanol juga disebut karbinol, alkohol kayu, alkohol kaca, atau metil alkohol. Metanol sintetis dibuat dengan jalan mereaksikan campuran hidrogen dan gas-gas karbon monoksida dengan tekanan tinggi.

Campuran itu disebut gas sintetis. Gas sintetis dapat dibuat dari bermacam-macam ampas, sampah, produk buangan, bahan bakar apa saja yang mengandung karbon, seperti batu bara, gas alam, minyak dan kayu. Metanol dipakai untuk bahan bakar, untuk motor, sebagai pelarut organik dalam pembuatan lak dan vernis, dalam pembuatan formaldehida untuk zat warna, dan sebagai bahan mendenaturasikan etanol. Untuk karya-karyanya tersebut Bosch bersama Borgius pada tahun 1931 mendapat Hadiah Nobel. Enam tahun kemudian (1937) Bosch dipilih jadi ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Jerman, menggantikan Max Planck.

Baca selanjuntnya...

Andre Marie Ampere : Ahli Fisika dan Matematika, Penemu Elektromagnet

Tuesday, October 2, 2007

Andre Marie Ampere (1775-1836) adalah ahli fisika dan matematika perancis, bapak elektro dinamika, penemu elektromagnet (magnet listrik), penemu hukum elektro magnet atau hukum Ampere, penemu jarum astatik; guru besar fisika, kimia, dan matematika; anggota Akademi sain (1814), pemikir, dan pengarang. Bukunya berjudul Bunga Rampai Pengamatan Elektrodinamika (1822), Teori Fenomen Elektrodinamika (1826). Keduanya dalam bahasa perancis.

Ampere lahir di Lyon, Prancis, pada tanggal 20 Januari 1775 dan meninggal di Marseille, Prancis, pada tanggal 10 juni 1836 pada umur 61 tahun. Pada batu nisan tertulis "Tandem felix" dua kata Latin yang artinya “Akhirnya Bahagia” karena hampir seluruh hidupnya Ampere menderita batin.

Ampere tidak pernah duduk di bangku sekolah. Ampere dididik dan diajar ayahnya di rumah. Ayahnya seorang pedagang sutera yang kaya raya dan pejabat pemerintah yang mendukung raja. Pada umur 12 tahun Ampere telah menguasai semua hal tentang matematika yang di kenal orang pada zaman itu. Pada umur 14 tahun Ampere jadi remaja yang cerdas dan berpengetahuan luas.

Pada tahun 1793, ketika Ampere berumur 18 tahun, terjadi pertempuran di kota Lyon. Pendukung raja bertempur melewan pendukung republik. Pendukung raja kalah. Ayah Ampere di tangkap dan di penggal kepalanya dengan pisau gilotin.

Ampere kawin pada umur 24 tahun. Ampere di karuniai seorang anak laki-laki. Tapi ketika anak itu berumur 4 tahun, istri Ampere meningal dunia. Bagi Ampere, kematian istrinya merupakan pukulan hidup yang sangat berat. Sejak itu Ampere jadi orang yang murung dan hampir putus asa seandainya tidak bertemu dengan Lalande, ahli musik Prancis yang kenamaan, yang selalu menghibur Ampere. Sebelumya hidup Ampere boleh dikatakan bahagia, serba kecukupan, dan terhormat. Karena kecerdasannya Ampere diangkat jadi guru besar fisika di Bourg selama 2 tahun (1801-1803). Setelah istrinya meninggal Ampere pindah ke Ecole Polytechnique di Paris dan mengajar di sana sampai akhir hidupnya.

Pada tahun 1820 Oersted, ahli fisika Denmark, menemukan bahwa jarum kompas beranjak biladitaruh di dekat kawat (penghantar, konduktor)yang berarus listrik. Ampere sadar betapa penting penemuan Oersted itu. Ampere segera mengadakan eksperimen. Dari eksperimennya Ampere menemukan bahwa kumparan bersifat sebagai magnet batang, bahwa besi lunak dalam kumparan berubah jadi magnet dan kumparan yang berisi batang besi lunak jadi magnet yang kuat, bahwa dua penghantar yang berdekatan yang beraliran arus listrik saling mengeluarkan gaya. Akhirnya Ampere menemukan hukum matematika untuk menghitung gaya tersebut. Hukum ini kemudian terkenal dengan nama hukum elektrodinamika. Yng menjadi dasar teori elektromagnet ciptaan Maxwell (1865).

Ampere membuat alat untuk mengukur arus listrik, yang kemudian berkembang jadi galvanomater. Ampere menyarankan telegraf elektromagnet. 26 kabel dan komutator (saklar putar). Komutator ini pertama kali di pakai pada generator listrik Pixii (1832). Ampere juga memberikan sumbangan kepada ilmu pengetahuan dalam bidang statistik, kimia kristalografi, mekanika, dan optika.

Baca selanjuntnya...

Copyright   © 2010 Blog Academy All Rights Reserved

Powered by Mr.D