Euclides : Ahli Matematika Yunani

Sunday, August 12, 2007

Euclides (±300 sM ) adalah ahli matematika Yunani, guru, penyusun buku pelajaran yang terbesar sepanjang abad. Euclides dikenal juga sebagai Euclid atau Euclid of Alexandria. Bukunya yang berjudul Stoicheia (unsur) tentang geometri (ilmu ukur) jadi buku pelajaran yang di pakai di sekolah menengah di seluruh dunia selama 20 abad lebih. Buku itu terdiri dari 13 jilid. Jilid 1 tentang konstruksi sederhana ilmu ukur sampai Dalil Pythagoras.

Jilid II tentang aljabar yang di konstruksikan secara ilmu ukur. Jilid III dan IV tentang lingkaran. Jilid V-VI tentang perbandingan sampi deret ukur. Jilid VIII dan IX tentang teori bilangan. Jilid X tentang perbandingan lagi. Jilid XI - XIII tentang ilmu ukur ruang.

Euclides juga mengarang buku-buku lain yang berjudul Data, Phaenomena, Optika, Unsur Musik, Pembagian Bentuk, Porisme (3 jilid), Pseudoria, Katoptrika, Irisan Kerucut (4 jilid). Tapi buku-buku tersebut sudah musnah. Kita tahu dari laporan orang lain, misalnya laporan Proclus, ahli filsafat Yuanai, yang menulis tentang Euclides kira-kira 700 tahun sesudah Euclides meninggal. Kapan dan dimana Euclides lahir, tak ada orang yang tahu. Kapan dan dimana Euclides meningal, juga tak ada orang yang tahu. Meskipun demikian, di bidang geometri Euclides adalah orang yang paling berpengaruh di dunia. Maka tak mengherankan kalau Euclides sering mendapat julukan geometri.

Yang jelas Euclides hidup pada zaman Ptolemaeus l (305-285 sM.), raja Mesir bekas jenderal kesayangan Alexander Agung. Ptolemaeus l membuat kota Alexandria jadi ibu kota. Jadi pusat perdagangan dan pusat ilmu pengetahuan. Ptolemaeus l juga membuat perpustakaan yang terbesar di dunia pada zaman itu. Perpustakaan itu menyimpan 700.000 gulung naskah kuno. Euclides adalah orang pertama di dunia yang mendirikan sekolah matematika di Alexandria.

Menurut Proclus pada suatu hari Ptolemaeus l ingin sekali belajar geometri dan Euclides. Euclides mengundang Euclides ke istananya dan mulai mendengarkan pelajaran geometri dari Euclides. Tapi kemudian Ptolemaeus merasa bahwa geometri terlalu sulit dan terlalu lama untuk dimengerti. Maka Euclides minta agar pelajaran dipercepat. Euclides menjawab, “Bagi raja pun tak ada jalan pintas ke geometri!”

Baca selanjuntnya...

Roger Bacon : Ahli Filsafat, Bapak Ilmu Pengetahuan Modern

Saturday, August 4, 2007

Roger Bacon (1220-1292) adalah ahli filsafat dan ilmuwan Inggris, pembaru pendidikan, biarawan fransiskan, bapak ilmu pengetahuan modern. Bacon mengatakan bahwa Alkitab penting untuk memperkuat iman, tapi pengamatan, eksperimen, pengukuran, dan matematika, sangat penting bagi ilmu.

Roger Bacon adalah salah seorang di antara biarawan Fransiskan yang terkenal di zamannya, atau lebih tepatnya, segala zaman. Bacon adalah seorang filsuf Inggris yang meletakkan penekanan pada empirisisme, dan dikenal sebagai salah seorang pendukung awal metode ilmiah modern di dunia Barat, meskipun studi-studi akhir menitikberatkan pada kepercayaannya terhadap okultasi dan tradisi alkimia. Bacon akrab dengan koleksi karya-karya ilmiah dan filsafat dari dunia Arab, yang dengan penaklukan dunia Arab atas Syria dan Mesir, mengendalikan akses ke banyak karya-karya masa lampau.

Bacon rajin sekali mempelajari beberapa bahasa, ilmu kimia, astronomi, matematika, dan terutama optika. Karena pengetahuannya, sangat luas Bacon mendapat julukan Doctor Mirabilis yang artinya “Sarjana Yang Mengagumkan”. Atas perintah Paus Clement IV Bacon menulis buku semacam ensiklopedi dengan judul Karya Besar, Karya Kecil, dan Karya Ketiga.

Dalam buku itu antara lain Bacon berbicara tentang dasar-dasar pesawat terbang, kapal bermotor, kereta, kaca mata, teleskop, dan cara membuat mesiu. Bacon mengusulkan agar kurikulum di universitas-universitas diubah agar universitas tidak hanya mengajarkan filsafat dan teologi, tapi terutama pengetahuan eksakta. Bacon juga mencela cara berfikir yang spekulatif yang menghasilkan pengetahuan yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya.

Bacon berasal dari keluarga kaya. Bacon lahir kira-kira pada tahun 1220 dan beberap sumber mengatakan lahir pada 1214. Tempat lahirnya tidak diketahui dengan pasti mungkin di llshester, mungkin di Bisley. Masa kecilnya juga tidak kita ketahui. Pada umur 13 tahun Bacon masuk universitas Oxford. Pada zaman itu anak berumur 13 tahun memang dapat masuk universitas. Setelah kuliahnya selesai Bacon mengajarkan di universitas itu. Kira-kira pada tahun 1245 Bacon mengajarkan di Universitas Paris. Bacon memberikan kuliah tentang Aristoteles.

Dua tahun kemudian (1247) Bacon berubah haluan. Bacon mulai tertarik pada ilmu yang dapat dibuktikan kebenarannya, ialah ilmu yang diperoleh dari pengalaman, eksperimen, pengukuran, dan dapat dijabarkan, dalam matematika. Bacon segera mempelajari kimia, astronomi, matematika, dan Optika. Optika adalah cabang fisika yang mempelajari cahaya. Bacon lalu membuat semacam laboratorium. Bertahun-tahun Bacon menyelidiki bagaimana mata dapat melihat. Bacon mengadakan berbagai eksperimen dengan lensa dan kaca. Bacon mengadakan eksperimen di bidang kimia, yang pada waktu itu disebut alkemi. Akhirnya Bacon dapat memberikan petunjuk cara membuat balon udara dan mesiu.

Bacon jadi mahsyur, tapi banyak musuhnya, karena Bacon suka melontarkan kritik yang pedas dan tajam terhadap para ahli teologi dan ilmuwan yang tidak pernah mengadakan pengamatan, eksperimen, dan pengukuran. kata orang, karena sikap Bacon yang menentang arus zaman, Bacon dijebloskan ke dalam penjara selama 14 tahun. Bacon baru dibebaskan kembali 2 tahun sebelum meninggal. Pada umur 80 tahun Bacon berpendapat bahwa daging tidak akan busuk bila dibekukan. Pada petengahan musim dingin, ketika udara sangat dingin, Bacon ingin membuktikan kebenaran teorinya. Bacon keluar dari rumahnya sambil membawa ayam mati.Ayam mati itu diisinya dengan salju. Karena Bacon sudah tua dan daya tahan tubuhnya sudah lemah, Bacon kedinginan dan menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Baca selanjuntnya...

Lee De Forest : Ahli Fisika, Penemu Triode

Tuesday, July 10, 2007

Lee De Forest (1873 -1961) adalah ahli fisika Amerika serikat, penemu triode (1906), bapak radio, kakek televisi, doktor fisika, dan menciptakan 300 penemuan. De ferest lahir di Council Bluff, Lowa, Amerika Serikat, pada tanggal 26 Agustus 1873 dan meninggal di Hollywood, California, pada tanggal 30 Juni 1961 pada umur 88 tahun.

Pada tahun 1912 Forest menemukan bahwa triode dapat dipakai sebagai penguat sinyal listrik dan pembangkit osilasi. Triode atau Tabung Audion adalah alat yang sangat penting yang banyak dipakai pada radio, telepon, radar, televisi, dan komputer. Tapi sejak tahun 1947 trioda diganti oleh transistor. Meskipun demikian De forest termasuk tokoh termuka di bidang elektronik.

Ayahnya pendeta dan menginginkan De Ferest jadi pendeta juga. Pada waktu De Ferest berumur 6 tahun, ayahnya pindah ke Alabama. Orang baik atau pendata baik selalu membela golongan tertindas. Demikian pula ayah De ferest. Forest mendirikan sekolah untuk orang – orang negro meskipun mendapat tentangan hebat dari orang – orang kulit putih. De ferest memihak ayahnya dan banyak berteman dengan anak Negro. Meskinpun Forest dididik dengan di siplin keras agar jadi pendeta. Namun minatnya tercurah pada mesin dan bukan pada ilmu ketuhanan. Pada umur 30 tahun Forest gemar membuat mesin uap mini dan lokomotif mini.

Pada tahun 1893 pada umur 20 tahun, Forest di terima di Universitas Yale, Sebuah perguruan tinggi yang cukup baik mutunya. Karena uang saku dari ayahnya terbatas, maka Forest mengikuti kuliah sambil bekerja kasar. Sebenarnya Forest tidak termasuk mahasiswa yang cerdas. Meskipun demikian dengan susah payah Forest berhasil menggodol gelar doktor untuk bidang fisika pada tahun 1899. Disertasinya tentang gelombang radio.

Sesudah mendapat gelar doktor, Forest bekerja pada Western Electric Company di Chicago. Berturut – turut Forest bekerja di bagian dinamo, telepon, dan laboratorium eksperimen. Pada tahun 1902 Forest mendirikan perusahaan telegraf. Pada tahun 1907 Forest mendirikan perusahaan telepon. Tapi kedua perusahaan itu bangkrut. Karena Forest tak berbakat jadi pengusaha. De Forest tidak dapat memilih karyawan yang baik dan mudah di tipu orang. Forest sendiri orang yang selalu bimbang, sukar mengambil keputusan, individualis, dan egosentris. Jalan hidupnya berliku–liku, kawin 4 kali, dan sering berurusan dengan pengadilan.

Baca selanjuntnya...

Reginald Aubrey Fessenden : Ahli Fisika, Penemu Radio

Monday, July 2, 2007

Reginald Aubrey Fessenden (1866-1932) adalah penemu radio (1906), ahli fisika Amerika Serikat, insinyur, guru besar, dan penemu. Fessenden lahir di Bolton Timur, Quebec, Kanada, pada tanggal 6 Oktober 1866 dan meninggal pada 22 Juli 1932 pada usia 65 tahun di Kepulauan Bermuda, kira-kira 1000 kilometer sebelah tenggara New York.

Sesudah Edison, Fessenden adalah orang yang paling banyak penemuannya di dunia. Edison membuat 3000 penemuan. Fessenden membuat 500 penemuan, antara lain : alternator, detektor, heterodin, fathometer, dan penggerak turbo listrik untuk kapal tempur.

Alternator adalah alat untuk membangkitkan listrik dan untuk menghasilkan arus bolak-balik. Alat ini memungkinkan terciptanya radio telepon. Detektor adalah alat untuk mengubah arus bolak-balik menjadi arus searah. Heterodin adalah alat untuk mengubah frekuensi radio hingga frekuensi itu mudah diatur dan dapat diperkuat.

Fessenden bersekolah di Trinity Collage di Port Hope, Ontario, dan di Bishop's University di Lennoxville, Quebec. Kemudian Fessenden jadi guru dan kepala sekolah di Whitney Institute. Disini Fessenden mulai mengadakan eksperimen di bidang listrik dan kimia. Karena minatnya terhadap ilmu pengetahuan terapan makin besar, maka Fessenden pindah ke New York. Fessenden berhenti jadi guru dan melamar pekerjaan pada Laboratorium Edison di Orange, New York. Lamarannya diterima. Fessenden diangkat jadi kepala bagian bidang kimia.

Pada tahun 1890 Fessenden pindah kerja ke Perusahaan Listrik Westinghouse. Tapi dua tahun kemudian pekerjaan itu ditinggalkannya karena Fessenden ingin jadi guru lagi. Selama delapan tahun (1892-1900), Fessenden jadi guru besar pada Universitas Purdue dan Pitssburg. Tapi kemudian Fessenden ingin mengadakan eksperimen lagi. Maka ditinggalkannya Universitas itu.

Eksperimennya berhasil. Fessenden mendirikan stasiun pemancar di Brant Rock, Massachusetts. Pada Hari Natal 24 Desember 1906, Fessenden mengirimkan siaran radio yang pertama di dunia. Morse mengirimkan Kode Morse dengan kawat. Marconi mengirimkan Kode Morse tanpa kawat. Fessenden mengirimkan musik dan suara manusia tanpa kawat. Bell menemukan telepon. Dengan perkataan lain Marconi menemukan telegraf, Fessenden menemukan radio telepon. Itulah istilah yang dipakai pada waktu itu.

Baca selanjuntnya...

Copyright   © 2010 Blog Academy All Rights Reserved

Powered by Mr.D