Karakteristik Pembelajaran Pada Kurikulum 2013

Friday, July 26, 2013

Pada artikel sebelumnya telah saya bahas tentang Prinsip Pembelajaran Pada Kurikulum 2013 dan Konsep Pendekatan Saintifik pada Kurikulum 2013. Artikel ini adalah merupakah kelanjutan dari artikel tersebut, yang sengaja saya bagibagi menjadi beberapa bagian agar tidak jenuh dalam membaca. Karakteristik pembelajaran pada setiap satuan pendidikan terkait erat pada Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi. Standar Kompetensi Lulusan memberikan kerangka konseptual tentang sasaran pembelajaran yang harus dicapai. Standar Isi memberikan kerangka konseptual tentang kegiatan belajar dan pembelajaran yang diturunkan dari tingkat kompetensi dan ruang lingkup materi. Sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan, sasaran pembelajaran mencakup pengembangan ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dielaborasi untuk setiap satuan pendidikan.

Sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan, sasaran pembelajaran mencakup pengembangan ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dielaborasi untuk setiap satuan pendidikan. Ketiga ranah kompetensi tersebut memiliki lintasan perolehan (proses psikologis) yang berbeda. Sikap diperoleh melalui aktivitas menerima, menjalankan, menghargai, menghayati, dan mengamalkan. Pengetahuan diperoleh melalui aktivitas mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, mencipta. Keterampilan diperoleh melalui aktivitas mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta.

Karaktersitik kompetensi beserta perbedaan lintasan perolehan turut serta mempengaruhi karakteristik standar proses. Untuk memperkuat pendekatan ilmiah (scientific), tematik terpadu (tematik antar mata pelajaran), dan tematik (dalam suatu mata pelajaran) perlu diterapkan pembelajaran berbasis penyingkapan/penelitian (discovery/inquiry learning). Untuk mendorong kemampuan peserta didik untuk menghasilkan karya kontekstual, baik individual maupun kelompok maka sangat disarankan menggunakan pendekatan pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah(project based learning).

Rincian gradasi sikap, pengetahuan, dan keterampilan sebagai berikut :



Secara umum pendekatan belajar yang dipilih berbasis pada teori tentang taksonomi tujuan pendidikan yang dalam lima dasawarsa terakhir yang secara umum sudah dikenal luas. Berdasarkan teori taksonomi tersebut capaian pembelajaran dapat dikelompokkan dalam tiga ranah yakni: ranah kognitif, affektif dan psikomotor. Penerapan teori taksonomi dalam tujuan pendidikan di berbagai negara dilakukan secara adaptif sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional telah mengadopsi taksonomi dalam bentuk rumusan sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Proses pembelajaran sepenuhnya diarahkan pada pengembangan ketiga ranah tersebut secara utuh/holistik, artinya pengembangan ranah yang satu tidak bisa dipisahkan dengan ranah lainnya.Dengan demikian proses pembelajaran secara utuh melahirkan kualitas pribadi yang mencerminkan keutuhan penguasaan sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Baca selanjuntnya...

Prinsip Pembelajaran Pada Kurikulum 2013

Wednesday, July 24, 2013

Kurikulum 2013 memiliki perbedaan dengan Kurikulum sebelumnya, yaitu Kurikulum 2006 atau yang lebih sering disebut dengan Kurikulum KTSP. Nah salah satu perbedaan yang menonjol adalah pada proses pembelajaran. Proses Pembelajaran di Kurikulum 2013 pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Untuk itu setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran serta penilaian proses pembelajaran untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas ketercapaian kompetensi lulusan.

Penerapan pendekatan ilmiah atau pendekatan saintifik adalah sebuah keharusan pada Kurikulum 2013. Sebenarnya seperti apa sih prinsip pembelajaran pada Kurikulum 2013? Pembelajaran pada Kurikulum 2013 disesuaikan dengan Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi. Berikut ini adalah prinsip pembelajaran yang digunakan pada proses pembelajaran Kurikulum 2013 :
  1. Dari peserta didik diberi tahu menuju peserta didik mencari tahu.
  2. Dari guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar berbasis aneka sumber belajar.
  3. Dari pendekatan tekstual menuju proses sebagai penguatan penggunaan pendekatan ilmiah.
  4. Dari pembelajaran berbasis konten menuju pembelajaran berbasis kompetensi.
  5. Dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu.
  6. Dari pembelajaran yang menekankan jawaban tunggal menuju pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi.
  7. Dari pembelajaran verbalisme menuju keterampilan aplikatif.
  8. Peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal (hardskills) dan keterampilan mental (softskills).
  9. Pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan pesertadidik sebagai pembelajar sepanjang hayat.
  10. Pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun karso), dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran (tut wuri handayani) 
  11. Pembelajaran yang berlangsung di rumah, di sekolah, dan di masyarakat.
  12. Pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah siswa, dan di mana saja adalah kelas.  
  13. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran. 
  14. Pengakuan atas perbedaan individualdan latar belakang budaya peserta didik. 

Baca selanjuntnya...

Konsep Pendekatan Saintifik pada Kurikulum 2013

Monday, July 22, 2013

Kurikulum 2013 sebagai kurikulum baru memiliki salah satu ciri yaitu penerapan pendekatan saintifik atau pendekatan ilmiah (scientific appoach) dalam pembelajaran.  Pendekatan saintifik ini juga merupakan salah satu pembeda dengan Kurikulum 2006 KTSP (baca : Perbedaan Esensial Kurikulum 2013 Dengan Kurikulum 2006). Seperti apakah Konsep Pendekatan Saintifik pada Kurikulum 2013.

Pada artikel kali ini saya akan sedikit (karena pemahaman saya juga baru sedikit) kupas tentang Konsep Pendekatan Saintifik pada Kurikulum 2013. Pendekatan Saintifik yang diterapkan pada Kurikulum 2013 memiliki kriteria-kriteria sebagai berikut :
  1. Materi pembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran tertentu; bukan sebatas kira-kira, khayalan, legenda, atau dongeng semata.
  2. Penjelasan guru, respon siswa, dan interaksi edukatif guru-siswa terbebas dari prasangka yang serta-merta, pemikiran subjektif, atau penalaran yang menyimpang dari alur berpikir logis.
  3. Mendorong dan menginspirasi siswa berpikir secara kritis, analistis, dan tepat dalam mengidentifikasi, memahami, memecahkan masalah, dan mengaplikasikan materi pembelajaran.
  4. Mendorong dan menginspirasi siswa mampu berpikir hipotetik dalam melihat perbedaan, kesamaan, dan tautan satu sama lain dari materi pembelajaran.
  5. Mendorong dan menginspirasi siswa mampu memahami, menerapkan, dan mengembangkan pola berpikir yang rasional dan objektif dalam merespon materi pembelajaran.
  6. Berbasis pada konsep, teori, dan fakta empiris yang dapat dipertanggungjawabkan.
  7. Tujuan pembelajaran dirumuskan secara sederhana dan jelas, namun menarik sistem penyajiannya.

Langkah-langkah pembelajaran
Proses pembelajaran menyentuh tiga ranah, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Hasil belajar melahirkan peserta didik yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi.

Berikut adalah langkah-langkah pembelajaran dengan pendekatan saintifik pada Kurikulum 2013 : Ranah sikap menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik tahu mengapa.
  1. Ranah keterampilan menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik tahu bagaimana.
  2. Ranah pengetahuan menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik tahu apa.
  3. Hasil akhirnya adalah peningkatan dan keseimbangan antara kemampuan untuk menjadi manusia yang baik (soft skills) dan manusia yang memiliki kecakapan dan pengetahuan untuk hidup secara layak (hard skills) dari peserta didik yang meliputi aspek kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
  4. Kurikulum 2013 menekankan pada dimensi pedagogik modern dalam pembelajaran, yaitu menggunakan pendekatan ilmiah.
  5. Pendekatan ilmiah (scientific appoach) dalam pembelajaran sebagaimana dimaksud meliputi mengamati, menanya, menalar, mencoba, membentuk jejaring untuk semua mata pelajaran.

Baca selanjuntnya...

Alasan Pengembangan Kurikulum 2013

Saturday, July 20, 2013

Masih tentang Kurikulum 2013, karena dimana-mana topik pembicaraan para pendidik memang seputar Kurikulum 2013, yang katanya terlalu dini dan terkesan dipaksakan. Bahkan ada sebagian yang berkomentar bahwa "Kurikulum 2013 adalah proyek menjelang pemilu 2014" (semoga itu tidak benar). Sebagian lagi berkomentar "biasa ganti menteri ganti kurikulum", sebagai bentuk bahwa sang menteri juga memiliki sebuah karya.

Lepas dari semua komentar tersebut di atas, Kurikulum memang harus ganti menyesuaikan perkembangan zaman. Kalau memang ada kekurangan mungkin itu karena awal pelaksanaan membutuhkan adaptasi dan penyesuaian. Sebagian pendidik (bahkan yang belum mengimplementasikan Kurikulum 2013) juga ikut berkomentar miring tentang pelaksanaan Kurikulum 2013 ini.  Bagi yang belum memahami tentang Elemen Perubahan Pada Kurikulum 2013 dan Perbedaan Esensial Kurikulum 2013 Dengan Kurikulum 2006 (KTSP) telah saya tulis pada artikel sebelumnya.

Mengapa kurikulum 2006 (KTSP) harus berubah menjadi Kurikulum 2013, Berikut adalah alasan pengembangan Kurikulum 2013 :

Tantangan Masa Depan
  • Globalisasi: WTO, ASEAN Community, APEC, CAFTA
  • Masalah lingkungan hidup
  • Kemajuan teknologi informasi
  • Konvergensi ilmu dan teknologi
  • Ekonomi berbasis pengetahuan
  • Kebangkitan industri kreatif dan budaya
  • Pergeseran kekuatan ekonomi dunia
  • Pengaruh dan imbas teknosains
  • Mutu, investasi dan transformasi pada sektor pendidikan 
  • Hasil TIMSS dan PISA
Kompetensi Masa Depan

  • Kemampuan berkomunikasi
  • Kemampuan berpikir jernih dan kritis
  • Kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan
  • Kemampuan menjadi warga negara yang bertanggungjawab
  • Kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda 
  • Kemampuan hidup dalam masyarakat yang mengglobal
  • Memiliki minat luas dalam kehidupan
  • Memiliki kesiapan untuk bekerja
  • Memiliki kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya
  • Memiliki rasa tanggungjawab terhadap lingkungan

Fenomena Negatif yang Mengemuka
  • Perkelahian pelajar
  • Narkoba
  • Korupsi
  • Plagiarisme
  • Kecurangan dalam Ujian (Contek, Kerpek..)
  • Gejolak masyarakat (social unrest)

Persepsi Masyarakat
  • Terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif
  • Beban siswa terlalu berat
  • Kurang bermuatan karakter

Baca selanjuntnya...

Copyright   © 2010 Blog Academy All Rights Reserved

Powered by Mr.D